Details

Dewan Pengawas Dorong Penguatan Tata Kelola BLU UIN SAIZU melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis

UINSAIZU.AC.ID – Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Diskusi dan Sharing Bersama Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) pada Kamis (9/7/2026) di Ruang Rapat Lantai 2 Rektorat UIN Saizu. Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat tata kelola BLU sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan akademik melalui inovasi, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan kemitraan strategis.

Kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Prof. Sulkhan Chakim, anggota Dewan Pengawas BLU UIN Saizu Dr. Fesal Musaad, Kepala Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) Dr. Rahmini Hadi, Prof. Rohmad beserta tim Satuan Pengawas Internal (SPI), serta perwakilan dekan maupun wakil dekan dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Saizu.

Dalam sambutannya, Prof. Sulkhan Chakim menekankan pentingnya forum diskusi sebagai sarana berbagi pengalaman dan menyusun langkah strategis dalam pengembangan tata kelola BLU di UIN Saizu. Menurutnya, penguatan tata kelola menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan kemandirian institusi.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Rohmad mewakili SPI mengingatkan pentingnya kesiapan institusi dalam menghadapi penerapan sistem remunerasi yang akan menjadi bagian dari pengelolaan BLU. Ia menilai seluruh unit perlu melakukan persiapan secara cermat agar implementasinya dapat berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas BLU UIN Saizu, Dr. Fesal Musaad, menjelaskan bahwa pengelolaan BLU UIN Saizu masih berada pada tahap pengembangan sehingga berbagai tantangan yang dihadapi merupakan bagian dari proses penguatan kelembagaan. Menurutnya, tujuan utama pengelolaan BLU adalah meningkatkan kualitas layanan akademik sekaligus mendorong kemandirian kampus melalui berbagai inovasi.

"Pengelolaan BLU UIN Saizu masih terus berproses. Karena itu, berbagai tantangan yang dihadapi harus dijadikan sebagai peluang untuk terus belajar, berinovasi, dan memperkuat tata kelola agar layanan akademik semakin baik," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa persaingan antarperguruan tinggi di wilayah Purwokerto semakin kompetitif. Selain itu, adanya tren penurunan minat pada beberapa program studi menjadi tantangan yang perlu direspons melalui inovasi dan strategi pengembangan yang tepat.

Menurut Fesal, penguatan SDM menjadi fondasi utama dalam membangun BLU yang sehat dan berkelanjutan. Pengelola BLU dituntut memiliki pola pikir inovatif, kreatif, serta terbuka terhadap berbagai masukan dan praktik baik dari institusi lain yang telah berhasil mengembangkan tata kelola BLU.

Dalam sesi diskusi, Fesal juga menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain membangun citra dan tren positif UIN Saizu, memperbanyak studi banding dan berbagi pengalaman dengan perguruan tinggi yang telah sukses mengelola BLU, meningkatkan kapasitas SDM yang inovatif, serta memperluas kemitraan strategis dengan pelaku usaha maupun investor.

Selain itu, ia mendorong penguatan kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama agar sosialisasi UIN Saizu ke madrasah di Banyumas dan daerah sekitarnya dapat berjalan lebih optimal. Langkah tersebut dinilai dapat memperluas jejaring sekaligus meningkatkan daya saing kampus di tengah dinamika pendidikan tinggi.

Melalui forum diskusi ini, UIN Saizu berharap berbagai masukan dari Dewan Pengawas BLU dapat menjadi pijakan dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, serta mendukung pengembangan kampus yang adaptif terhadap tantangan dan peluang di masa depan. (AL)

 

Kampus Desa Mendunia !

 

#UINSAIZU #BLUUINSAIZU #TataKelolaBLU #InovasiKampus #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *