Details

Dari Balik Jeruji ke Lembar Buku, Kelompok 26 Angkat Nilai Kemanusiaan Warga Binaan Banyumas

UINSAIZU.AC.ID- Kepedulian terhadap sisi kemanusiaan warga binaan menginspirasi Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Kelompok 26 Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menerbitkan buku berjudul 'Memanusiakan Manusia di Balik Jeruji: Studi Psikologi di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banyumas'.

Buku yang terbit pada April 2026 melalui Arus Pedia Creative tersebut menjadi ruang refleksi untuk menghadirkan kisah, harapan, serta realitas kehidupan warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banyumas yang selama ini jarang tersorot di ruang publik.

Karya tersebut ditulis oleh Adisti Alfiani, Marya Ulfa Hasana, Pangesti Suryaning Tyas, Sahda Nazlya Ramadhani, Ade Dwi Iman Santoso, M. Zulfan Azmi, dan Rifky Ardhi Nugraha. Penerbitan buku bermula dari pengalaman praktik lapangan yang dijalani Kelompok 26 sebagai bagian dari tugas akademik.

Dari pengalaman tersebut, mereka menemukan berbagai cerita tentang kehidupan warga binaan, mulai dari luka batin, penyesalan, harapan, hingga keinginan untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman.

Pengalaman langsung di lingkungan rumah tahanan mendorong para penulis untuk mendokumentasikan hasil observasi dan refleksi mereka dalam bentuk karya tulis ilmiah populer. Proses penyusunan buku dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari observasi, wawancara, diskusi kelompok, hingga penulisan naskah yang berlangsung selama beberapa bulan.

Dalam proses penulisan, para penulis mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menjaga etika penelitian, empati, dan objektivitas ilmiah saat berhadapan langsung dengan realitas kehidupan di dalam rumah tahanan. Setelah melalui proses penyuntingan dan peninjauan, naskah akhirnya disetujui dan diterbitkan oleh Arus Pedia Creative pada April 2026.

Selain menjadi karya akademik, buku tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian psikologi sosial dan nilai-nilai kemanusiaan di Indonesia. Kehadiran buku ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghasilkan luaran riset yang relevan dengan persoalan sosial di tengah masyarakat.

Melalui buku tersebut, Kelompok 26 ingin menyampaikan pesan bahwa memanusiakan manusia tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Menurut mereka, memahami dan mendengarkan cerita orang lain tanpa menghakimi merupakan bentuk sederhana namun bermakna dalam membangun empati sosial.

“Kadang, memanusiakan manusia dimulai dari berani mendengarkan ceritanya,” tulis Kelompok 26 dalam buku tersebut. Pesan itu menjadi inti dari buku yang tidak hanya memotret kehidupan warga binaan, tetapi juga mengajak masyarakat melihat sisi kemanusiaan dari orang-orang yang tengah menjalani masa pembinaan. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *