Details

BKI UIN Saizu Gandeng ABKIN Jateng dan Dua Kampus Perkuat Mutu Bimbingan Konseling

 

UINSAIZU.AC.ID - Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sukses menyelenggarakan penandatanganan perjanjian kerja sama yang dirangkaikan dengan Simposium Bimbingan dan Konseling pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Kegiatan yang bertempat di Hall Perpustakaan ini mengangkat tema relevan mengenai masa depan profesi konselor dalam ekosistem deep learning dan kecerdasan artifisial. Dalam momentum tersebut, Prodi BKI UIN Saizu menjalin kesepakatan formal dengan tiga mitra sekaligus, yakni Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Jawa Tengah, Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus (UMK), serta Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah Dr. Muskinul Fuad, Wakil Dekan 2 Dr. Alief Budiyono, Ketua Program Studi Nur Azizah beserta jajaran dosen BKI UIN Saizu.
Kerja sama ini menjadi langkah krusial bagi UIN Saizu untuk merespons kemajuan teknologi yang mulai menyentuh ranah pelayanan kemanusiaan.

Dekan Fakultas Dakwah, Dr. Muskinul Fuad, memberikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi ini sebagai upaya memperkuat kurikulum yang adaptif terhadap teknologi digital. Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi BKI UIN Saizu, Nur Azizah menyatakan bahwa tantangan profesi konselor di era kecerdasan artifisial menuntut kesiapan akademik dan penguatan jejaring profesional.

Dia menegaskan bahwa sinergi ini dirancang untuk memastikan mahasiswa dan lulusan memiliki daya saing tinggi. "Kami ingin memastikan bahwa kehadiran teknologi seperti kecerdasan artifisial tidak menggantikan peran konselor, melainkan menjadi alat pendukung yang memperkuat efikasi layanan bimbingan di masa depan," ujar Nur Azizah saat memberikan keterangan setelah acara simposium tersebut.

Wakil Ketua I PD ABKIN Jawa Tengah, Prof. Ali Murtadho yang turut hadir menandatangani naskah kerja sama, menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai kemanusiaan dan teknologi.

Menurutnya, organisasi profesi memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal kualitas praktik konselor agar tetap profesional meski berada dalam ekosistem digital yang kompleks. Prof. Ali Murtadho menambahkan bahwa melalui kerja sama ini, ABKIN akan terus bersinergi dengan perguruan tinggi untuk merumuskan standar layanan yang paling efektif.

"Sinergi dengan UIN Saizu, UMK, dan UPGRIS merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan tenaga profesional yang mampu beradaptasi dengan sistem deep learning tanpa meninggalkan prinsip etika konseling yang mendasar," jelas Prof. Ali Murtadho.

Selain mempererat hubungan dengan organisasi profesi, penandatanganan ini juga mempertemukan pimpinan prodi dari institusi mitra, yakni Dr. Edris Zamroni dari Universitas Muria Kudus dan Dr. Suhendri dari Universitas PGRI Semarang.

 

 

Kolaborasi antarperguruan tinggi ini diproyeksikan mencakup berbagai program strategis seperti riset bersama, pertukaran mahasiswa untuk pengalaman praktik, hingga pengembangan publikasi ilmiah kolektif.Kehadiran dua mitra kampus ini diharapkan mampu menciptakan kolaborasi dalam pengembangan ilmu bimbingan dan konseling di wilayah Jawa Tengah.

Melalui kemitraan yang komprehensif ini, seluruh pihak optimistis bahwa standar mutu pendidikan konselor akan meningkat secara signifikan. Prodi BKI UIN Saizu Purwokerto berharap kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dapat segera dirasakan melalui layanan konseling yang lebih berkualitas dan profesional bagi masyarakat luas. (AL/AR)

 

Kampus Desa Mendunia !

 

#UINSaizu #BKI #BKI #Konselor #Deeplearning #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *