Berikan Pembinaan Keagamaan saat Halal Bihalal, Rektor UIN Saizu Ajak Civitas Akademika Perkuat Kebersamaan

UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar kegiatan pembinaan keagamaan yang dirangkaikan dengan halal bihalal bersama ratusan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini berlangsung sederhana sebagai bentuk penyesuaian kebijakan dari Kementerian Agama. Kegiatan dihadiri Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan bersama para Wakil Rektor, kepala dan ketua lembaga serta dekan dan wakil dekan fakultas serta Direktur Pascasarjana dan jajarannya. Turut hadir pula tamu spesial, sejumlah pensiunan UIN Saizu Purwokerto.
Prof. Ridwan menjelaskan bahwa perubahan format kegiatan dilakukan sebagai respons atas imbauan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama yang meminta seluruh satuan kerja di bawah naungannya untuk tidak menyelenggarakan kegiatan halal bihalal secara seremonial dan berlebihan.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak mengurangi esensi utama dari kegiatan yang digelar, yakni mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan kampus.
“Kita menyesuaikan format kegiatan menjadi lebih sederhana, tetapi tidak menghilangkan makna substansialnya. Halal bihalal tetap menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarpegawai,” ujar Rektor.
Dalam suasana Idulfitri, Rektor bersama jajaran pimpinan kampus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika. Ia mengakui bahwa dalam menjalankan roda organisasi, terdapat berbagai kebijakan yang mungkin belum sepenuhnya memenuhi harapan semua pihak.

“Atas nama pimpinan, kami dengan penuh ketulusan memohon maaf kepada Bapak dan Ibu sekalian. Dalam perjalanan menjalankan amanah, tentu ada kebijakan yang mungkin bersinggungan dan kurang berkenan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi ruang untuk membersihkan hati, menghilangkan prasangka, serta memperkuat hubungan kerja yang harmonis.
Rektor menegaskan bahwa kemajuan sebuah institusi pendidikan tinggi sangat bergantung pada kontribusi seluruh elemen di dalamnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan.
“Di kampus ini tidak ada peran yang tidak penting. Semua memiliki kontribusi dalam menjaga dan mendorong kemajuan institusi,” tegasnya. Dia juga menyampaikan bahwa dengan kebersamaan, berbagai tantangan yang dihadapi kampus dapat diatasi dengan lebih efektif.
“Kebersamaan akan membuat sesuatu yang sulit menjadi lebih mudah, sesuatu yang berat menjadi ringan, dan sesuatu yang tampak tidak mungkin menjadi mungkin,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Rektor turut mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para pendiri dan tokoh yang telah berjasa dalam membangun kampus. Doa bersama dipanjatkan bagi mereka yang telah wafat agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, serta bagi yang masih hidup agar senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan.
Selain itu, doa juga ditujukan bagi seluruh civitas akademika yang saat ini mengemban amanah untuk terus mengembangkan kampus agar semakin maju dan berdaya saing.

Kegiatan pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan etos kerja di lingkungan UIN Saizu Purwokerto. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai spiritual diharapkan dapat terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aktivitas akademik maupun administratif.
Selain memperkuat aspek keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hubungan antarpegawai, sehingga tercipta lingkungan kerja yang kondusif dan produktif.
Melalui momentum halal bihalal dan pembinaan keagamaan ini, UIN Saizu Purwokerto optimistis dapat terus memperkuat sinergi internal dan meningkatkan kualitas kelembagaan.
Dengan mengedepankan nilai kebersamaan, integritas, serta profesionalisme, kampus berharap mampu mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penegas bahwa tradisi keagamaan di lingkungan kampus tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun budaya akademik yang sehat dan berkelanjutan. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!