Details

Beri Motivasi Seribu Siswa SMAN 1 Purbalingga, Kaprodi PIAUD UIN Saizu Tekankan Generasi Adaptif Berlandaskan Nilai Qur’ani

UINSAIZU.AC.ID- Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Asef Umar Fakhruddin menekankan pentingnya membangun generasi muda yang adaptif sekaligus berpegang teguh pada nilai-nilai Qur’ani di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pesantren Kilat Ramadan yang diikuti sekitar seribu siswa kelas X, XI, dan XII di SMAN 1 Purbalingga pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “PesanTrend: Membangun Generasi Adaptif dan Berprinsip dengan Nilai-nilai Qur’ani.”

Menurut Dr. Asef, generasi muda saat ini hidup dalam era perubahan yang sangat cepat. Kemajuan teknologi, derasnya arus informasi digital, serta dinamika sosial yang terus berkembang menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi yang kuat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kemampuan adaptasi tersebut harus tetap berlandaskan prinsip moral dan spiritual yang kokoh. “Generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai Qur’ani agar tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Kaprodi PIAUD FTIK UIN Saizu tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kitab suci yang dibaca dalam ibadah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Ia menilai banyak ayat dalam Al-Qur’an yang mendorong manusia untuk mengamati fenomena alam sebagai bagian dari tanda-tanda kebesaran Tuhan.

Menurutnya, ajakan untuk memperhatikan langit, bumi, peredaran siang dan malam, serta proses penciptaan manusia menunjukkan bahwa Islam sejak awal telah mendorong lahirnya tradisi berpikir ilmiah. “Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk membaca alam semesta. Dari sanalah lahir refleksi, penelitian, dan perkembangan sains yang bermanfaat bagi kehidupan manusia,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa sains dalam perspektif Al-Qur’an tidak hanya bertujuan menghasilkan kemajuan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran manusia tentang keteraturan dan keseimbangan alam ciptaan Tuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Asef juga mengajak para siswa untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum pembelajaran kehidupan. Menurutnya, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang mengajarkan pengendalian diri, empati sosial, serta perbaikan hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.

“Ramadan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya kita belajar mengendalikan diri, memperkuat empati, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia,” katanya.

Dia juga mendorong para siswa untuk memiliki mimpi besar serta semangat belajar yang tinggi. Menurutnya, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa jika dibekali dengan karakter kuat dan semangat belajar yang konsisten.

Kegiatan pesantren kilat Ramadan di SMAN 1 Purbalingga ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun karakter siswa melalui penguatan nilai-nilai spiritual, intelektual, dan sosial.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memahami ajaran agama secara normatif, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani dengan semangat belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang adaptif terhadap perubahan zaman, memiliki prinsip yang kuat, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (AR/SA)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *