Aktif Mengabdi dan Berprestasi, Anggota Racana UIN Saizu Raih Lencana Teladan

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Dedikasi, konsistensi, dan kiprah aktif dalam Gerakan Pramuka mengantarkan Septian Maulana Ramadhan, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, meraih Tanda Penghargaan Lencana Teladan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keteladanan, keaktifan, prestasi, serta kontribusi Septian dalam mendukung perkembangan Gerakan Pramuka. Penganugerahan Lencana Teladan berlangsung dalam Upacara Hari Pramuka ke-65 Kwartir Ranting (Kwarran) Purwokerto Utara di Halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Saizu, Jumat (14/8/2026).
Septian yang juga menjabat sebagai Bendahara Racana Sunan Kalijaga–Cut Nyak Dien UIN Saizu mengatakan, Pramuka telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan dirinya. Ia tidak menjadikan kegiatan kepramukaan sekadar aktivitas tambahan di luar perkuliahan.
“Saya mengikuti Pramuka karena di sini saya tidak hanya belajar tentang keterampilan kepramukaan, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Septian.
Menurut Septian, berbagai kegiatan kepramukaan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di ruang kelas. Latihan rutin, perkemahan, kegiatan pengabdian masyarakat, hingga aktivitas sosial menjadi ruang bagi dirinya untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter.
Dia menilai pengalaman tersebut turut membentuk mental, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta kepemimpinannya. “Banyak hal yang saya dapatkan dari kegiatan Pramuka, terutama bagaimana bekerja dalam tim, menghadapi berbagai situasi, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,” ujarnya.
Selama aktif dalam Gerakan Pramuka, Septian terlibat dalam berbagai kegiatan mulai dari tingkat gugus depan, Kwartir Ranting (Kwarran), Kwartir Cabang (Kwarcab), Kwartir Daerah (Kwarda), hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Kiprahnya tersebut turut menghasilkan sejumlah prestasi.
Di antaranya Juara II Eagle Scout Award Kwarcab Banyumas 2026, Juara III Eagle Scout Award Kwarcab Banyumas 2025, serta mengikuti Raimuna Daerah Jawa Tengah. Septian juga dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Racana Sunan Kalijaga–Cut Nyak Dien UIN Saizu pada 2025 dan 2026.
Bagi Septian, penghargaan Lencana Teladan tidak datang secara instan. Proses panjang yang dilaluinya mencakup latihan, pengabdian, keterlibatan organisasi, pencapaian prestasi, evaluasi, serta kemauan untuk terus belajar.
Penganugerahan tersebut juga melalui proses penilaian dan seleksi berdasarkan rekam jejak keaktifan, dedikasi, keteladanan, kontribusi, prestasi, dan pengabdian dalam Gerakan Pramuka.
Septian menyebut penghargaan tersebut bukan sebagai tanda bahwa dirinya telah menjadi yang terbaik, melainkan sebagai tanggung jawab baru untuk mempertahankan nilai-nilai keteladanan.
“Bagi saya, menjadi Pramuka Teladan bukan berarti merasa paling hebat. Justru penghargaan ini menjadi pengingat bahwa saya harus terus menjaga sikap, terus belajar, dan memberikan contoh yang baik kepada orang lain,” tuturnya.
Dia menyadari bahwa penghargaan yang diterima justru membawa tanggung jawab moral untuk terus memberikan kontribusi positif, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Septian menilai berbagai pencapaian yang diperolehnya merupakan hasil dari proses yang panjang. Ia tidak menjadikan penghargaan sebagai target utama dalam mengikuti kegiatan Pramuka. Menurutnya, pengalaman, relasi, pembelajaran, serta kesempatan untuk memberikan manfaat kepada orang lain jauh lebih berharga.
“Saya tidak pernah menjadikan penghargaan sebagai tujuan utama. Yang membuat saya terus giat adalah kesempatan untuk belajar, bertemu banyak orang, mendapatkan pengalaman, dan bisa memberikan manfaat. Kalau kita konsisten berproses dan memberikan yang terbaik, insyaallah penghargaan akan mengikuti,” katanya.
Prinsip tersebut menjadi salah satu alasan Septian tetap aktif dalam berbagai kegiatan meski harus membagi waktu antara aktivitas kepramukaan, organisasi, dan perkuliahan. Diaberupaya menjadikan setiap kegiatan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri.
Septian juga mengajak generasi muda untuk tidak takut memulai sesuatu dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Dia berharap anggota Pramuka tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi benar-benar menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai ruang pembentukan karakter.
“Jangan mengikuti Pramuka hanya karena ingin mendapatkan penghargaan. Ikutilah karena ingin belajar dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Teruslah berproses, karena setiap latihan, setiap kegiatan, dan setiap pengabdian akan menjadi pengalaman yang suatu saat sangat berarti,” pesannya.
Menurutnya, nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, gotong royong, kepedulian, dan pengabdian yang diperoleh dalam Pramuka dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penganugerahan Lencana Teladan kepada anggota Racana UIN Saizu tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengembangkan diri melalui organisasi dan kegiatan kemasyarakatan.
Prestasi Septian sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas kemahasiswaan dapat menjadi ruang strategis untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Bagi Racana Sunan Kalijaga–Cut Nyak Dien UIN Saizu, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus melahirkan kader Pramuka yang aktif, berprestasi, berkarakter, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UIN Saizu dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #GerakanPramuka #RacanaUINSaizu #HariPramuka #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!