Details

Akademisi UIN Saizu Lakukan Kolaborasi dalam Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Banyumas

UINSAIZU.AC.ID- Akademisi UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berkolaborasi dalam Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Banyumas. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Sudagaran, Banyumas, Selasa (11/6/2024).

Kolaborasi program tersebut dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Banyumas, Lembaga Jasa Keuangan (LJK), Dinporapar, Dinakerkop UKM, DPMPTSP Banyumas, Dinperindag, Dinas Lingkungan Hidup dan Pemda Banyumas.

Perwakilan Akademisi, Apik Anitasari Intan Saputri menyampaikan, untuk program kerja ini dalam rangka pembentukan Desa Ekosistem Keuangan Inklusi (EKI) dengan tujuan meningkatkan ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya bagi masyarakat.

Selain itu mendorong optimalisasi potensi sumber daya di daerah dalam rangka memperluas penyediaan pendanaan produktif. Desa EKI diusung untuk mempercepat pencapaian tujuan dalam pembangunan desa sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa

Sinergi antar stakeholders antara Pemerintah/Regulator, Lembaga Jasa Keuangan antara lain dihadiri Bank mandiri, Rumah BUMN, Pegadaian, BPJS, BRI Insurance, Akademisi UIN Saizu, Masyarakat Ekonomi Syariah Pengurus Daerah Banyumas, Komunitas dan Media dengan sasaran masyarakat desa dan Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif.

Menurut Apik, kegiatan ini sangat relate dengan kegiatan penelitian dan pengembangan, sekaligus memberikan dukungan pelatihan dan pendampingan, sebagai bentuk Implementasi Pengabdian Sosial Kemasyarakatan.

Selain menetapkan arah kebijakan dan strategi pengembangan, sekaligus melaksanakan rencana aksi pemberdayaan masyarakat desa. Juga memberikan akses terhadap produk dan layanan keuangan yang dibutuhkan masyarakat dalam rangka implementasi program keuangan inklusif di desa.

Perwakilan OJK Purwokerto, Juliando Simarmata menyampaikan, dengan adanya TPAKD memberikan gambaran informasi umum terkait target kondisi masyarakat saat ini. Selain itu juga pemetaan kebutuhan dan dukungan yang diperlukan serta menjadi salah satu motor penggerak pemberdayaan masyarakat dalam rangka pengembangan desa inklusif.

Hal ini juga membangun perspektif positif masyarakat atas program pemberdayaan masyarakat desa yang sedang diimplementasikan sekaligus mengajak seluruh pihak untuk dapat terlibat secara aktif. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu prainkubasi, inkubasi dan pascainikubasi.

Tahapan pemetaan desa dan kebutuhan pengembangan, edukasi tematik, Pendampingan dalam bentuk konsultasi baik keuangan dan non keuangan.
Pembentukan rantai nilai/value chain produk lokal desa berupa: penyediaan akses pasar dan publikasi.

Penguatan infrastruktur dalam rangka mendukung digitalisasi transaksi keuangan, informasi/layanan jasa. Program pemberdayaan wanita diharapkan dapat digiatkan sebagai upaya penguatan peran wanita di desa dan khususnya dalam hal optimalisasi penggunaan produk/layanan keuangan. (AR/SN)

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul !!!

#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju #uinsaizuunggul #kampushijau #purwokerto

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *