5 Pesan Kunci Dr. Maulana Mualim, Dosen TBI UIN Saizu yang Baru Raih Gelar Doktor Summa Cum Laude

UINSAIZU.AC.ID- Inspirasi akademik kembali datang dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Sosok Dr. Maulana Mualim, Dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), baru saja meraih gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan predikat Summa Cum Laude dan IPK 3,9.
Namun, yang paling menarik bukan hanya prestasi akademiknya, melainkan pesan moral dan ajakan kuatnya kepada para dosen UIN Saizu agar tidak takut menempuh studi doktoral. Dalam pernyataannya, Dr. Maulana menegaskan bahwa pendidikan adalah proses tanpa akhir.
“Sebagai dosen, kita punya tanggung jawab untuk terus belajar. Studi doktoral bukan sekadar gelar, melainkan cara kita memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan bahasa Inggris,” ujarnya.
Dr. Maulana juga mengingatkan bahwa perjalanan doktoral memang penuh tantangan, baik dari segi waktu, tenaga, maupun mental. Namun menurutnya, setiap tantangan justru melatih ketekunan dan memperkuat karakter akademik seorang pendidik.
“Jangan ragu untuk memulai. Dengan niat yang kuat dan tekad yang konsisten, setiap dosen bisa mencapai tahap itu,” tambahnya dengan senyum penuh keyakinan.
Pesan ini menjadi seruan moral bagi seluruh dosen UIN Saizu Purwokerto, terutama bagi mereka yang masih menimbang untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral.
Bagi Dr. Maulana, peningkatan kualitas dosen melalui pendidikan lanjut bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga terhadap mutu program studi dan universitas secara keseluruhan.
“Ketika dosen berkembang, mahasiswa juga ikut berkembang. Kualitas pengajaran meningkat, riset bertambah, dan kampus semakin berdaya saing,” jelasnya.
5 Pesan Kunci Dr. Maulana untuk Calon Doktor
Sebagai bentuk motivasi, Dr. Maulana membagikan lima prinsip utama bagi para dosen yang berencana melanjutkan studi doktor:
1. Tentukan tujuan yang jelas- pahami mengapa Anda ingin menempuh doktoral dan apa kontribusinya bagi dunia pendidikan.
2. Pilih topik yang sesuai passion- riset yang lahir dari ketertarikan pribadi akan lebih bermakna dan berkelanjutan.
3. Manfaatkan waktu dengan efektif- prioritaskan membaca, menulis, dan berdiskusi untuk mengasah pemikiran kritis.
4. Bangun jejaring akademik- kolaborasi dengan sesama peneliti memperluas perspektif dan memperkuat karya ilmiah.
5. Jaga keseimbangan hidup- keberhasilan akademik harus berjalan seiring dengan kesehatan fisik dan mental.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Desi Wijayanti Ma’rufah, menyambut baik ajakan inspiratif tersebut. Pesan Dr. Maulana sangat relevan dengan semangat kami untuk mendorong dosen-dosen TBI agar terus berkembang.
"Kami ingin membangun budaya akademik yang progresif, di mana setiap dosen termotivasi untuk menjadi peneliti dan inovator,” ujarnya. Keberhasilan Dr. Maulana menjadi bukti nyata bahwa studi doktoral dapat dicapai dengan dedikasi dan manajemen waktu yang baik, tanpa harus meninggalkan tanggung jawab profesional sebagai dosen.
Ajakan Dr. Maulana Mualim kini menjadi energi baru bagi civitas akademika UIN Saizu Purwokerto. Gelar doktor yang diraihnya tidak hanya simbol prestasi pribadi, tetapi juga cerminan semangat untuk memajukan pendidikan Islam modern yang adaptif dan berbasis riset.
“Saya percaya setiap dosen di UIN Saizu memiliki potensi besar. Jangan biarkan keraguan menghalangi langkah kita untuk terus belajar dan berkarya,” tutupnya penuh optimisme. (AR)
Kampus Desa Mendunia
#UINSaizu #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!