Details

42 Dosen UIN Saizu Dapat Suntikan Semangat Kepenulisan, Praktisi: Menulis Buku Itu Mudah

UINSAIZU.AC.ID- Sebanyak 42 Dosen UIN Profesor KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mendapat suntikan semangat penulisan buku referensi atau ajar. Para praktisi profesional menegaskan menulis buku ajar itu mudah, karena sudah dilakukan sehari-hari.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Saizu Purwokerto, Profesor Suwito berpesan agar semua karya buku yang dihasilkan dosen harus ditulis secara integratif. Yakni mengaitkan wacana pemikiran keilmuan dengan nilai-nilai Al Quran dan Hadist.

“Sebab ini merupakan ciri khas karya tulis produk UIN Saizu Purwokerto. Seluruh dosen harus mampu mengkontektualisasi antara konsep keilmuan, pemikiran dengan sumber nilai-nilai Al Quran dan Hadits, sehingga melahirkan teori baru," ungkapnya saat Workshop Penulisan Buku Monograf.

Narasumber yang menyampaikan materi dari praktisi profesional yakni Lalita Melasarianti (Editor buku Unsoed Tersertifikasi) dan Dr Hayat (Direktur Unisma Press). Sesi pertama, Lalita Melasarianti mengawali materinya penyajian dan tata bahasa dalam buku monograf dengan cara menggugah pikiran dan motivasi dosen yang hadir.

Dalam paparannya, Lalita benar-benar menginspirasi para dosen tentang pentingnya menulis buku sebagai transfer of knowledge, share of information kepada pembaca, terutama para mahasiswa yang haus pengetahuan.

“Menulis buku itu tidak sekadar bersifat profit oriented, tapi lebih kepada kepuasan diri, bersedekah kepada orang lain dengan cara berbagi ilmu," ungkapnya.

Lebih lanjut, Lalita menyampaikan secara runtut, sistematis, taktis mengenai cara jitu menentukan topik dan kerangka buku referensi atau buku ajar, pemetaan dan penelusuran bahan, cara efektif sitasi dan parafrase dalam penyusunan buku referensi/ajar.

Sementara paparan materi kedua, Dr Hayat mengulas posisi perbedaan mengenai buku monograf (spesifik keilmuan/ hasil riset tertentu, buku referensi bersifat lebih umum cakupannya. Sehingga hal ini dapat dijadikan acuan secara luas.

Sementara buku ajar bersifat khusus yang terkait dengan tujuan pembelajaran dalam perkuliahan. Menulis buku ajar itu mudah, karena ilmunya sudah diajarkan melalui perkuliahan bertahun-tahun.

“Menulis buku ajar itu mudah, sebab bapak/ibu sudah menguasai materinya, jadi tidak ada ceritanya menulis itu sulit," ungkap Dr Hayat.

Kegiatan ini akan di follow up segera dan para dosen yang sudah mengikuti acara ini muncul komitmen untuk menulis buku sesuai dengan bidang rumpun ilmu masing-masing, baik secara individual maupun kelompok.

Semoga Tahun 2024 ini, Kampus UIN Saizu Purwokerto akan panen buku-buku berkualitas dan bermanfaat bagi pembaca. Baik untuk mahasiswa dan Sivitas Akademika UIN Saizu Purwokerto maupun masyarakat umum. (AR/EZ)

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul !!!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *