2.211 Mahasiswa KKN 58 UIN Saizu Siap Terjun ke Desa, Fokus Perkuat Umat dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

UINSAIZU.AC.ID- Sebanyak 2.211 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-58 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengikuti Workshop Pemberdayaan Masyarakat Tahap II Gelombang 1 sebagai bekal sebelum diterjunkan ke berbagai wilayah pengabdian.
Kegiatan yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu ini mengusung tema "Saizu Memberdaya: Menguatkan Umat, Menghijaukan Desa, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat". Workshop berlangsung di Auditorium Utama UIN Saizu mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2026.
Pembekalan tersebut menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa melaksanakan KKN yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli–24 Agustus 2026. Materi workshop diberikan secara bertahap berdasarkan lokasi penempatan mahasiswa.
Hari pertama diperuntukkan bagi peserta yang akan ditempatkan di Kabupaten Banyumas. Selanjutnya pembekalan dilaksanakan untuk mahasiswa yang bertugas di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen beserta jalur KKN lainnya, hingga ditutup untuk wilayah Pangandaran.
Melalui pembagian tersebut, mahasiswa memperoleh materi yang lebih relevan dengan karakteristik wilayah pengabdian masing-masing. Ketua LPPM UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ansori, mengungkapkan bahwa KKN Berdampak Angkatan ke-58 diikuti oleh 2.211 mahasiswa.
Sebanyak 2.101 mahasiswa mengikuti skema KKN reguler yang tersebar di lima kabupaten. Sementara peserta lainnya mengikuti berbagai program khusus, mulai dari KKN Responsif, KKN Nusantara, KKN Terpadu Internasional, KKN Tematik, KKN Kolaborasi PTKIN, hingga KKN Kampung Zakat.
Selain melibatkan mahasiswa internal, program KKN tahun ini juga menghadirkan 128 mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang akan bergabung dengan kelompok KKN UIN Saizu di Kabupaten Kebumen.

Mereka berasal dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, serta Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Madura.
Prof. Ansori menegaskan bahwa mahasiswa KKN bukan hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membawa nama baik institusi selama berada di tengah masyarakat.
"KKN merupakan salah satu bentuk kehadiran perguruan tinggi di masyarakat. Karena itu, upayakan semaksimal mungkin agar kehadiran UIN Saizu benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Dia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga etika, menjunjung tinggi sopan santun, serta memanfaatkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagai mitra konsultasi selama menjalankan pengabdian.
Workshop secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Saizu, Prof. Sulkhan Chakim, yang mewakili Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan.
Dalam sambutannya, Prof. Sulkhan menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat sejak awal kedatangan mahasiswa di lokasi KKN.
"Mahasiswa hadir itu harus bisa membangun trust. Pandangan pertama harus bisa memberikan kesan yang baik kepada masyarakat, baik dari penampilan, cara berbicara, maupun cara berkomunikasi," katanya.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengenali tokoh-tokoh masyarakat, menjalin komunikasi melalui masjid maupun musala sebagai pusat aktivitas warga, serta menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
"Pemberdayaan dimulai dari menemukan satu persoalan, kemudian mencari solusi bersama masyarakat dan menggerakkannya secara berkelanjutan hingga menjadi perubahan yang berdampak," jelasnya.

Selain itu, Prof. Sulkhan menitipkan dua pesan penting kepada seluruh peserta. Pertama, menjaga perilaku karena setiap tindakan mahasiswa akan menjadi cerminan UIN Saizu di mata masyarakat. Kedua, memperkenalkan berbagai program studi UIN Saizu kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi.
Usai pembukaan, peserta mengikuti berbagai materi yang mendukung pelaksanaan KKN Berdampak. Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Mawi Khusni Albar, memaparkan konsep KKN Berdampak UIN Saizu. Selanjutnya, Ade Gunawan, dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, menyampaikan materi metodologi KKN.
Workshop juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas, Camat Tambak, Camat Sumpiuh, serta tim dari Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) dan Tim Moderasi Beragama UIN Saizu yang membahas isu gender dan moderasi beragama dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat.
Melalui pembekalan intensif selama lima hari, UIN Saizu menargetkan seluruh peserta KKN Angkatan ke-58 memiliki kesiapan akademik, sosial, dan spiritual sebelum diterjunkan ke masyarakat.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata, memperkuat kehidupan umat, mendorong pembangunan desa, serta menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #KKN58 #KKNBerdampak #LPPMUINSaizu #Kampusdesamendunia



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!