Details

“Njuguran Sinarengan”: Terobosan Prodi MD UIN Saizu Bangun Nalar Kritis Mahasiswa

UINSAIZU.AC.ID-  Program Studi Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Saintek, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menghadirkan inovasi untuk memperkuat atmosfer akademik yang progresif dan partisipatif.

Koordinator Program Studi MD Fakultas Dakwah dan Saintek, Ulul Aedi mengaku, pihaknya menginisiasi forum diskusi santai bertajuk “Njuguran Sinarengan.” Kegiatan resmi digelar pada Rabu, 10 Desember 2025, bersama mahasiswa angkatan 2024 dan 2025 yang berdomisili di Purbalingga.

Mengusung tema kearifan lokal, kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi diarahkan menjadi ruang dialog terbuka untuk melatih nalar kritis, sensitivitas sosial, dan keberanian berpendapat. Dalam pemantik diskusinya, Ulul Aedi menyoroti fenomena melemahnya daya kritis mahasiswa di tengah pesatnya arus informasi.

Ia menilai, mahasiswa perlu kembali membiasakan diri berpikir reflektif serta peka terhadap realitas sosial yang terjadi di sekitar mereka. “Mahasiswa sudah sepatutnya berpikir kritis dengan melihat kondisi sekarang ini. Melalui forum ini, saya ingin berusaha membangun kembali jiwa-jiwa kritis dari masing-masing individu,” ujarnya.

Menurut Ulul, karakter intelektual harus menjadi identitas mahasiswa. Karena itu, keberanian menyampaikan pendapat dan kemampuan membaca realitas menjadi aspek yang perlu terus diasah. “Njuguran Sinarengan” juga memiliki misi strategis sebagai jembatan komunikasi antara mahasiswa, HMPS, dan para dosen Prodi MD.

Forum ini diharapkan menyatukan persepsi sekaligus memperkuat relasi akademik yang inklusif dan adaptif. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembinaan akademik yang fleksibel dan dekat dengan kultur mahasiswa.

Rencananya, forum ini akan dikembangkan untuk berbagai agenda akademik, seperti bedah isu kampus dan fakultas, diskusi buku, mimbar bebas dan forum ekspresi gagasan serta pelatihan keberanian berbicara di ruang publik. Ulul juga menegaskan pentingnya budaya membaca bagi mahasiswa.

“Definisi mahasiswa itu sederhana; waktu kosongnya diisi dengan membaca. Dan jika terjadi kebingungan dari apa yang dibaca, maka dilanjutkan dengan diskusi,” tambahnya.

Forum ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya, Guntur, mahasiswa angkatan 2024, menilai kegiatan semi non-formal seperti ini mampu membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan dosen. “Adanya kegiatan ini membuat kedekatan emosional antara mahasiswa dengan dosen semakin terasa. Kami jadi merasa dipantau dan diperhatikan,” ungkapnya.

Selain mempererat hubungan, Guntur menyebut forum ini memberi ruang aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan kendala perkuliahan secara terbuka.

Melalui “Njuguran Sinarengan”, Prodi Manajemen Dakwah menegaskan komitmennya dalam membangun kultur akademik yang kritis, komunikatif, dan kolaboratif. Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi identitas baru Prodi MD sebagai rumah intelektual yang terbuka bagi seluruh mahasiswa.

Dengan semangat membangun nalar kritis dan memperkuat budaya dialog, Prodi MD optimistis dapat melahirkan generasi mahasiswa yang siap menghadapi tantangan dakwah dan dinamika sosial-keagamaan di masa depan. (AR/TA)

Kampus Desa Mendunia !

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *