Details

Substansi Memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijriyah

Hijrah secara bahasa berarti "memutuskan" atau "meninggalkan". Dikalangan umat Islam tidak asing lagi tentang peristiwa hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Hijrah dilakukan Nabi Muhammad SAW dari tanah kelahirannya di Makkah Al Mukaromah menuju Madinah AL Munawarah.

Penyebab Nabi Muhammad SAW berhijrah salah satunya karena tekanan dan ancaman kaum Quraisy terus meningkat dan mendapat penolakan, serangan, hingga ancaman pembunuhan terhadap  Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya, yang  semakin hari semakin dibenci, diintimidasi dan diboikot dalam perniagaan dan perdagangan.

Selain kejamnya serangan orang kafir quraisy sebagai salah satu penyebab hijrahnya Nabi Muhammad SAW yang paling utama, kehijrahan Nabi Muhammad SAW juga disebabkan kesedihan yang amat mendalam atas meninggalnya istri tercinta Siti Khadijah dan pamannya yaitu Abu Thalib.

Atas kondisi yang semakin tidak memungkinkan Nabi Muhammad SAW berserta kaumnya untuk berdakwah, maka atas perintah Allah SAW Nabi Muhammad SAW memasrahkan nasib dan keberlangsungan hidup kepada Allah SWT, sehingga pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari tanah kelahirannya menuju Kota Madinah atas dasar perintah Allah SWT.

Rencana hijrah Nabi Muhammad SAW untuk berhijrah pada akhirnya sampai ke telinga orang kafir Quraisy, dan orang kafir Quraisy pun marah yang pada akhirnya merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW. 

Kemarahan ini disebabkan karena orang kafir Quraisy khawatir bahwa Islam akan berkembang di Yatsrib atau kota Madinah. Mereka menyuruh  para pemuda untuk mengepung rumah Nabi Muhammad SAW. karena khawatir akan lari.

Dibalik hijrahnya Nabi Muhammad SAW, paling tidak ada beberapa substansi nilai-nilai kejuangan yang patut untuk dipahami dan diambil sebagai pelajaran.

Pertama, hijrah dilakukan bukan takut kepada kematian. Kematian adalah sesuatu yang sudah diyakini akan terjadi kapan dan dalam situasi yang bagaimanapun. Atas dasar hal ini hijrah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW semata-mata agar misi dakwah Nabi Muhammad SAW bisa dilaksanakan dan disebarkan ke seluruh wilayah Arab dan sekitarnya (QS. An-Nisa: 100 )

Kedua, hijrah dilakukan Nabi Muhammad SAW atas dasar perintah Yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Nabi Muhammad SAW sangat yakin bahwa perintah berhijrah bukan tanpa ada nilai strategis dan substansial.

Keyakinan atas perintah berhijrah dalam rangka misi dakwa ini ternyata membuahkan hasil yang manis beberapa tahun kemudian baik di Madinah atau Makkah (QS. An-Nisâ :100) yaitu berkembangnya Islam secara masif baik di Madinah ataupun Makkah sebagai awal mula  Nabi Muhammad SAW lahir dan berdakwah.

Ketiga, hijrah dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan memakai perencanaan yang matang. Mengingat ketatnya usaha Kafir dan Quraisy untuk bukan saja untuk menghalangi semakin meluasnya dakwah dan banyaknya  pengikut, melainkan adanya keinginan orang kafir Quraisy untuk membunuhnya dengan imbalan 100 ekor unta.

Maka malam hari sebelum Nabi Muhammad SAW berhijrah, beliau meminta sepupunya yiatu Ali bin Abi Thalib RA supaya menggantikan tidur di ranjangnya dan memakai selimutnya. Setelah aman dan yakin Rasulullah SAW keluar dari kamarnya dan atas izin Allah Swt, Nabi Muhammad SAW berhasil keluar dari rumahnya dengan selamat meski sudah dikepung.

Taktik dan startegi ini mengajarkan kepada kita, bahwa suatu cita-cita yang baik mesti dan seharusnya direncanakan dengan penuh ketelitian dan keseriusan, dengan harapan bisa membuahkan hasil yang baik (QS. Al- Anfal:  90).

Ketiga, berhijrah perlu mengajak sahabat yang jujur dan mau diajak berjuang.
Di saat genting dakwah yang terus mengalami  hambatan dan rintangan, rasanya mengikut sertakan orang yang dicintai dan setia atas kenabian Rasullulah SAW yaitu Abu Bakar Ash-Shidiq menjadi sangat penting.

Hal ini bukan saja menjadikan sahabatnya semakin setia tetapi juga agar perjalanan darat sepanjang sekitar 451 km dan di musim panas tahun 622 Masehi bisa berjalan dengan mulus. Jarak yang cukup jauh  dengan perjalanan darat tentu amat melelahkan, lalu Rasulullah SAW beserta Abu Bakar Ash Shidiq menginap dahulu di Gua Tsur dan jalan ke Gua Tsur adalah jalan yang tidak lazim dilewati orang pada umumnya (Al-Baqarah : 195).

Ke empat, hijrah Rasulullah SAW dilakukan dari yang  baik menuju yang baik atau lebih baik. Kehijrahan Rasulullah SAW bermodalkan berdakwah demi tegaknya syiar Islam yang diamanatkan oleh Allah SWT.

Di awal Rasulullah SAW berdakwah di kota Makkah, sudah cukup banyak penduduknya yang masuk Islam misalnya Abu Bakar Al-Shiddiq, Bilal bin Rabah, Ummu Aiman dan sudah barang tentu Khadijah binti Khuwailid. 

Ternyata seiring semakin banyaknya penduduk Makkah yang masuk Islam, juga semakin banyak tantangan dan rintangan, maka agar dakwah Rasulullah SAW tetap terus berlangsung Rasulullah SAW memutuskan ke arah selatan yaitu Madinah. Hal ini dipilih karena orang Madinah (kaum Anshor) sangat terbuka dan siap membantu Rasulullah SAW dalam berdakwah.

 

Penulis: Muh. Hizbul Muflihin

Dosen UIN Saizu Purwokerto
 

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *