Perangkat Inovasi Teknologi Pembelajaran Bagi PTP Milenial

Oleh: Safrudin Aziz, PTP Ahli Muda UIN Saizu Purwokerto
Pendahuluan
Pasca diikutinya kegiatan PTP Connect 2025 tepatnya pada tanggal 17-19 Desember 2025 di Fairmount Hotel Jakarta sebagaimana diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), setidaknya memberikan penyadaran bagi setiap JF-PTP bahwa jabatan fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran ini bukan sembarang pejabat fungsional biasa.
Namun JF PTP merupakan pejabat fungsional yang tusi-nya merencanakan, mendesain hingga menciptakan produk pembelajaran bagi setiap institusi. Produk pembelajaran yang dikenal sebagai media pembelajaran tentunya di rancang dan diciptakan untuk mempermudah transfer of knowledge kepada siapapun. Artinya siapapun yang melihat media pembelajaran tersebut dengan sendirinya atau minimal dengan sedikit membaca petunjuk teknis bisa memahami bahkan menguasai materi yang akan disampaikan.
Dalam even eksibisi PTP Connect 2025, ratusan tenaga fungsional PTP dari berbagai instansi melihat langsung 47 karya inovasi teknologi pembelajaran dari 17 kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (K/L/Pemda) sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas instansi dalam mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Hal ini selain menjadi pembuka cakrawala pengetahuan, tentunya juga menjadi tamparan keras bagi PTP yang belum pernah menciptakan produk atau karya inovasi teknologi pembelajaran. Bahkan lebih miris lagi PTP sebagai pejabat fungsional yang idealnya menciptakan karya inovasi pembelajaran masih di tempatkan dalam posisi sebagai tenaga administrasi biasa di berbagai institusi pemerintah. Untuk itu tulisan ini akan memberikan refleksi tentang perangkat teknologi apa saja yang dapat dipakai untuk merencanakan dan menciptakan inovasi karya teknologi pembelajaran bagi seorang PTP.
Aplikasi Berbasis AI bagi PTP dalam Menciptakan inovasi
Karya Teknologi Pembelajaran
Yudhistira selaku Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdtin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam sambutan PTP Connect 2025 menyebutkan bahwa PTP saat ini memiliki peran penting dalam mendorong pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya aparatur sipil negara (ASN).
PTP dalam konteks memiliki peran mendorong peningkatan kualitas SDM ASN melalui teknologi pembelajaran dimaksudkan bahwa setiap PTP mampu menciptakan tempat kerja sebagai tempat belajar. Hal ini lebih dikarenakan bahwa PTP setiap waktu harus berpikir inovatif, progresif, dan setiap aksi perencanaannya berdampak pada produk inovasi karya teknologi pembelajaran mutakhir dan bermanfaat dalam menciptakan proses pembelajaran di segala bidang.
Sebagai bekal dalam menciptakan produk karya teknologi pembelajaran, PTP Milenial harus melek dalam menguasai kecerdasan buatan, Artificial Intelligence (AI). Disadari kini AI sangat berperan aktif lebih cepat membantu menyelesaikan setiap pekerjaan manusia. Sebut saja ChatGPT yang memiliki jumlah penggunaan sangat tinggi bagi mayoritas manusia modern, sehingga banyak pekerjaan manusia tergantikan oleh mesin atau robot yang dikendalikan dari jarak jauh.
Konsep AI yang awalnya diperkenalkan oleh seorang ilmuwan computer, Profesor John McCarthy merupakan kombinasi dari sistem algoritma dengan berbagai tekni seperti deep learning, machine learning dan natural language processing. AI merupakan simulasi kecerdasan manusia yang dibantu dengan menggunakan teknologi.
Dalam kontek PTP sebagai pencipta karya inovasi teknologi pembelajaran modern, ada beberapa aplikasi AI yang dapat dipergunakan diantaranya: pertama, Notion AI. Aplikasi ini dapat membantu seorang PTP Milenial untuk membantu menulis, merangkum dokumen, mengatur jadwal, dan bahkan menghasilkan ide-ide kreatif. Notion AI juga terintegrasi dengan berbagai tools lain dan menjadikannya sangat fleksibel untuk kebutuhan tim maupun individu. Fitur dalam Notion AI ini secara praktis mampu membuat catatan dan dokumen otomatis, integrasi dengan kalender dan manajer tugas serta menyusun rangkuman teks panjang dengan cepat.
Kedua Canca Magic Studio. Aplikasi ini memungkinkan seorang PTP mampu membuat desain profesional hanya dengan perintak teks, mulai dari logo, poster, hingga presentasi. Bahkan Canva Magic Studio ini terbilang sangat memudahkan proses desain khususnya bagi PTP pemula.
Ketiga, ChatGPT-5. Aplikasi ini menawarkan kemampuan yang lebih canggih dalam memahami konteks dan menghasilkan respos yang lebih alami. Aplikasi ini dapat dipergunakan dalam menulis konten, pemrograman, hingga asisten virtual sehari-hari. Keempat, Otter.ai. Aplikasi ini merupakan transkripsi berbasis AI terbilang memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Aplikasi ini sangat ideal untuk merekam dan mencatat rapat, kuliah atau wawancara. Artinya melalui fitur analisisnya, aplikasi ini dapat menyoroti poin-poin penting dari percakapan. Adapun fitur pokok dalam aplikasi ini diantaranya transkripsi real-time, pencarian kata kunci dalam rekaman, serta integrasi dengan zoom dan google meet.
Kelima, MidJourney V5 adalah alat generasi gambar AI yang terbilang sangat canggih, memukai dan menarik. Artinya dengan cara memasukan deskripsi teks, aplikasi ini dapat menghasilkan gambar seni digital yang unik dan detail. Untuk itu aplikasi ini juga cocok juga dipergunakan untuk seniman, desainer, termasuk PTP yang ingin mengeksplorasi kreativitas visual.
Keenam, GrammarlyGO merupakan aplikasi versi terbaru dari aplikasi Grammarly yang sudah dilengkapi AI. Aplikasi ini tidak sekedar memperbaiki tata Bahasa, namun juga mampu menulis e-mail, laporan atau esai dengan gaya yang sesuai kebutuhan. Ketujuh, ReplikaPro. Aplikasi ini sebagai teman virtual berbasis AI yang di rancang untuk mendukung kesehatan mental. Aplikasi ini dapat berbicara, mendengarkan dan memberikan saran berdasarkan kebutuhan emosional PTP.
Ketujuh, Runway ML. Aplikasi ini merupakan platform AI untuk creator conten video dan audio. Aplikasi ini dapat menghapus objek dari video, menambahkan efek khusus, bahkan menghasilkan musik latar secara otomatis. Kedelapan, Socratic by Google. Aplikasi ini dapat membantu PTP untuk memahami sebuah materi yang hendak di kaji untuk membuat media pembelajaran. Secara teknis, dengan mengambil foto atau mengetik pertanyaan, aplikasi ini akan memberikan penjelasan langkah demi langkah.
Beberapa aplikasi ini setidaknya menjadi perangkat dasar yang sangat penting bagi seorang PTP dalam merencanakan hingga menciptakan karya inovasi teknologi pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan maupun institusi yang bertugas menyampaikan materi pembelajaran dan informasi secara cepat, tepat, dan efektif.
Adapun secara sederhana beberapa langkah yang dapat ditempuh oleh seorang PTP dalam menciptakan media pembelajaran dengan menggunakan pendekatan artificial intellegence diantaranya: pertama, rumuskan topik dan tujuan pembelajaran yang akan di capai. Kedua, gunakan Open AI untuk teks pembelajaran. Seorang PTP dapat memasukan prompt sederhana me ChatGPT.
Adapun hasil yang didapatkan adalah teks terstruktur, lengkap dengan penjelasan terkait topik yang akan diciptakan. Ketiga, membuat gambar pendukung dengan AI Generator. PTP juga dapat menggunakan aplikasi DALLĀ·E untuk menghasilkan gambar yang diinginkan. Keempat, merancang slide atau materi visual. PTP dalam kontek ini dapat menggabungkan teks dengan gambar hasil OpenAI ke dalam aplikasi seperti Canva, lalu elemen interaktif seperti kuis dapat ditambahkan secara lebih menarik guna meningkatkan keterlibatan peserta didik. ***



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!