Details

Meraih Ketaqwaan Paripurna melalui Planning, Organizing dan Controlling

Oleh : Safrudin Aziz

Titik akhir semua aktivitas dalam kehidupan manusia adalah kescuksesan. Tak terkecuali, ibadah ramadhan 1447 H yang akan kita laksanakan sekitar dua pulahan hari lagi pastinya kesuksesan lahir dan batin yang didambakan.

Dalam kontek manajemen, sukses tidaknya serangkaian ibadah yang akan kita lakukan selama bulan Ramadhan sangat ditentukan oleh tiga hal:

Pertama, planning (merencanakan). Puasa dan ibadah apapun selama bulan Ramadhan akan bernilai unggul atau excelent jika direncanakan dengan baik dan serius.

Terlebih ibadah sifatnya ruhiyah, aktivitas lahiriyah seperti menikah, bisnis, bikin rumah dan sejenisnya pun harus direncanakan dengan baik. Tanpa perencanaan yang baik dan serius, mustahil akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Contoh perencanaan yang sangat sederhana, bisa kita rumuskan sedini mungkin:

1) Dalam sebulan kita mau khatam Al-Qur'an berapa kali? Ini harus kita rencanakan. Sehingga strategi apa yang tepat untuk mensukseskan aspek ini, dapat di lakukan. Model one day one juz misalnya, yang didukung dengan manajemen waktu yang tepat akan mengantarkan kita khatam sekali dalam sebulan.

2) Shalat sunnah apa saja yang akan kita tegakan selama bulan Ramadhan. Ini juga harus kita rencanakan, meskipun nilainya sunnah.

3) Dalam sebulan kita mau mengikuti kajian ilmu (ta'lim) berapa kali. Rencana ini menjadi bagian sangat penting karena dengan puasa harapannya kamu menjadi orang yang berilmu (QS. Al-Baqarah: 184).

4) Ramadhan tahun ini kita akan i'tikaf mulai kapan dan tentukan masjid mana yang akan kita pilih.

Perencanaan ibadah yang baik, manajemen waktu yang tepat, serta komitmen hati menjadi kunci sukses menggapai taqwa yang sesungguhnya. Sebaliknya tanpa perencanaan yang matang, puasa dan ibadah akan terlaksana seadanya, tanpa target dan sulit meraih kepuasan batiniah.

Kedua, organizing yakni meraih kesuksesan dalam beribadah selama bulan Ramadhan turut ditentukan oleh pengorganisasian yang baik. Bagi tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam keluarga.

Contoh: sedekah koordinator pelaksananya ibu. Tilawah Al-Qur'an koordinatornya ayah. Shalat tarawih anak pertama. I'tikaf koordinator pelaksananya anak kedua, dan seterusnya.  

Sehingga setiap Amaliah Ramadhan dalam keluarga ada yang mengkoordinir dan pastinya ibadah yang dilakukan dengan pelibatan semua pihak akan kompak, rapi, harmonis, dan fokus terhadap satu tujuan, mencari Ridha ilahi.

Ketiga, controlling-muhasabah. Kita hitung dan koreksi apa saja cacat puasa tahun lalu?. Apakah puasa kita sudah bisa melahirkan jiwa sabar?. Apakah puasa kita sudah melahirkan hati yang dermawan, syukur dan qona'ah? dan sebagainya.

Fungsi controlling ini bertujuan untuk mengukur apakah ibadah puasa kita sudah terjadi kenaikan secara signifikan pada pembentukan akhlak dan tauhid yang kokoh kepada Allah. Jika belum, saatnya kita aktualisasikan ibadah puasa tahun ini akan lebih berdampak pada matiinul khuluq dan salimul 'aqidah.

Tiga fungsi planning, organizing dan controlling akan mengantarkan ibadah ramadhan kita di tahun ini lebih semangat, lebih rapi, meningkat nilai kualitas maupun kuantitasnya.

Sebaliknya tanpa aktualisasi dari ketiga fungsi manajemen tersebut, ibadah akan terasa berat, menjemukan, mboseni, dan hilang gairah untuk menggapai ketaqwaan yang sesungguhnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *