Keutamaan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan Momentum Puncak Ibadah untuk Menggapai Rahmat

Oleh Dr. Muhammad Ash-Shiddiqy, M.E
Dosen FEBI UIN Saizu Purwokerto
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah. Namun, ada satu fase khusus dalam bulan suci ini yang memiliki keistimewaan luar biasa, yaitu 10 hari terakhir Ramadhan.
Fase ini dianggap sebagai puncak dari seluruh ibadah Ramadhan karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Pada malam ini, segala amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan dosa-dosa diampuni bagi mereka yang menghidupkannya dengan iman dan pengharapan.
Berikut adalah beberapa amalan utama yang dianjurkan selama 10 hari terakhir Ramadhan:
1. I’tikaf di Masjid
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Amalan ini sangat dianjurkan, terutama pada 10 hari terakhir Ramadhan. Nabi Muhammad ﷺ rutin melakukan i’tikaf di masjid selama sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga wafatnya. Bahkan, istri-istri beliau juga melanjutkan tradisi ini setelah beliau wafat.
Dalil:
Dari Siti Aisyah radhiyallahu ‘anha:
أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ber-i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri beliau ber-i’tikaf setelah itu.” (HR. Al-Bukhari: 2026 dan Muslim: 1172)
I’tikaf bukan sekadar berdiam diri di masjid, tetapi juga mengisi waktu dengan ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Dengan memisahkan diri dari kesibukan dunia, seseorang bisa lebih fokus untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merenungkan makna hidup.
2. Qiyamul Lail (Shalat Malam)
Qiyamul Lail adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari, seperti shalat Tarawih dan Tahajud. Pada 10 hari terakhir Ramadhan, shalat malam sangat dianjurkan karena kemungkinan besar bertemu dengan Lailatul Qadar. Nabi Muhammad ﷺ bersabda bahwa barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan shalat karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berdiri (untuk mengerjakan shalat) pada lailatul qadr karena keimanan dan hal mengharap pahala, maka akan diampuni untuknya segala dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari: 1901)
Shalat malam juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam kesunyian malam, hati lebih tenang dan khusyuk, sehingga doa-doa yang dipanjatkan lebih mudah terkabul.
3. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an adalah amalan utama di bulan Ramadhan, terutama pada 10 hari terakhir. Nabi Muhammad ﷺ biasa memperbanyak membaca Al-Qur’an pada fase ini. Bahkan, beliau menyetorkan bacaan Al-Qur’an kepada Malaikat Jibril setiap tahun di bulan Ramadhan. Di tahun wafatnya, Jibril menyetorkan bacaan Al-Qur’an kepada Nabi sebanyak dua kali.
Dalil:
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ النَّاسِ بِالْخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُوْنُ فِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ، إِنَّ جِبْرِيْلَ َعَلْيْهِ السَّلَام ُكَانَ يَلْقَاهُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ فِيْ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخُ فَيعْرضُ عَلَيْهِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيْهِ جِبْرِيْلُ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيْحِ الْمُرْسَلَةِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan manusia paling dermawan dengan kebaikan dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan. Sesungguhnya Jibril menemui beliau setiap tahun di bulan Ramadhan hingga berlalulah bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetorkan bacaan Alquran kepada Jibril. Apabila beliau berjumpa dengan Jibril, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dengan kebajikan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Al-Bukhari: 3220)
Membaca Al-Qur’an tidak hanya sekadar melafalkan ayat-ayatnya, tetapi juga merenungkan maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita bisa meraih keberkahan dan petunjuk dari Allah.
4. Memperbanyak Doa, Terutama Doa Lailatul Qadar
Doa adalah senjata utama seorang Muslim, terutama pada 10 hari terakhir Ramadhan. Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan doa khusus untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar, yaitu:
اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Dalil:
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
“Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
(HR. Tirmidzi: 3513 dan Ibnu Majah: 3850)
Doa ini mencerminkan kerendahan hati dan pengakuan akan kekurangan diri sebagai hamba. Meskipun kita telah berusaha maksimal dalam beribadah, kita tetap memohon ampunan karena merasa belum cukup dalam beramal. Ini adalah sikap orang-orang yang arif (bijak) dalam beribadah.
5. Memperbanyak Amal Shalih Lainnya
Selain amalan khusus di atas, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh lainnya seperti sedekah, membantu orang lain, berbuat baik, dan menjaga hubungan sosial. Nabi Muhammad ﷺ dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat di bulan Ramadhan.
Amal shaleh tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga membawa keberkahan dalam hidup. Dengan berbuat baik kepada sesama, kita bisa meraih cinta Allah dan manusia.
Keutamaan Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah, di mana segala amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3)
Malam ini adalah kesempatan emas untuk meraih pengampunan dosa dan rahmat Allah. Meskipun tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya, kita dianjurkan untuk menghidupkan seluruh malam pada 10 hari terakhir Ramadhan dengan ibadah.
Penutup
10 hari terakhir Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk meraih pahala besar dan pengampunan dosa. Dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, dan berbuat baik, kita bisa meraih keberkahan dan rahmat Allah. Semoga kita semua bisa memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya dan meraih Lailatul Qadar. Aamiin.



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!