Anggota Badanpun Berpuasa

Oleh : Safrudin Aziz
Koordinator Tim Humas UIN Saizu Purwokerto
Imam al-Ghazali menegaskan bahwa berpuasa tidak sekedar menahan diri untuk tidak makan, minum dan berhubungan seks di siang hari. Namun semua anggota tubuh juga menjadi prioritas untuk ikut berpuasa.
Secara medis, tidak makan dan minum selama kurang lebih 12 jam berfungsi sebagai autofagi (mekanisme alami dari tubuh untuk membersihkan sampah dan racun yang ada dalam tubuh dengan mendaur ulang komponen sel yang rusak/tua, atau tidak berfungsi).
Sehingga puasa dalam arti tidak makan dan minum berdampak pada peningkatan kesehatan fisik seseorang menjadi semakin lebih prima. Selain itu, dilevel yang kedua, Al-Ghazali juga menegaskan pentingnya puasa anggota badan. Sebab puasa anggota badan berdampak pada kesehatan tubuh maupun spiritual.
Puasa bicara untuk tidak berkata kotor, berkata sia-sia seperti ghibah, namimah, sumpah palsu, membicarakan kekurangan orang lain, serta perkataan menyinggung atau membuat orang lain tidak nyaman mendengarnya secara medis semakin menyehatkan mulut.
Syaraf mulut yang sehat tidak mudah terjadi kerusakan pada sel syaraf mulut. Hal ini turut di tentukan oleh puasa bicara yakni tidak bicara terkecuali hanya mengeluarkan perkataan yang baik, perkataan mulia, perkataan yang membuat orang lain senang mendengarnya.
Saking pentingnya menjaga lisan, sehingga setiap perkataan yang keluar dari mulut kita menjadi amanah yang harus dijaga dengan baik. Puasa otak bermakna mengendalikan pikiran yang negatif.
Mengajak otak untuk berpuasa pikiran berarti menahan, mengendalikan dan mengarahkan otak kita untuk selalu berfikir positif terhadap apapun yang kita lihat dan kita alami.
Selain itu, produktivitas otak ditingkatkan untuk menghasilkan produk-produk bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Penggunaan otak atau pikiran untuk kerja produktif dan bermanfaat tentu akan mengalihkan seseorang dari su’udzhan menjadi husnudzhan.
Sebab pikiran nganggur dan tidak produktif rentan melahirkan pikiran negatif. Puasanya otak melahirkan otak semakin sehat. Otak yang sehat lepas dari sumbatan pembuluh darah. Sehingga puasa otak melahirkan pikiran yang bersih, lurus, tenang, damai, tidak mudah stress serta terhindar dari penyakit struk.
Puasa mata berhubungan dengan fokus menahan pandangan yang syahwati dan sia-sia. Mata ini stimulus lahirnya pikiran, gerakan dan keputusan. Untuk itu dari sisi spiritual, menahan pandangan turut menentukan sucinya pikiran, perbuatan dan keputusan yang diambil oleh seseorang.
Mata yang berpuasa akan semakin sehat dan dijaga oleh Allah dari berbagai penyakit mata. Puasa telinga berhubungan dengan sikap tidak mendengarkan perkataan negatif, kata-kata kotor, jorok, porno dan sejenisnya. Telinga berfungsi sebagai pusat keseimbangan.
Bagian dalam telinga (labirin) mendeteksi pergerakan kepala dan mengirimkan informasi ke otak dan membuat diri kita bisa berdiri tegak dan tidak terjatuh. Puasa telinga berfungsi semakin menyehatkan syaraf telinga sehingga telinga berfungsi normal dan tidak budeg.
Puasa tangan, berhubungan dengan tindakan, kekuatan, kreativitas, pekerjaan atau aktivitas yang kita kerjakan. Puasa tangan mengantarkan kita untuk melakukan tindakan dengan baik. Puasa tangan menentukan kita selalu melahirkan kreativitas dalam bekerja.
Puasa tangan menjadikan kita memiliki tangan terbuka, dermawan, senang berbagi, dan selalu menebarkan kasih sayang terhadap orang lain. Puasa tangan menjadikan kita menggunakan kekuatan dan kekuasaan secara adil sesuai dengan petunjuk Tuhan.
Sehingga melalui puasa tangan melahirkan kebijakan, keputusan, hasil kerja yang bermanfaat dan diridhoi Allah Swt. Dari sisi kesehatan, tangan yang berpuasa selalu sehat dan terhindar dari tangan yang drop hand, keple, lumpuh karena saraf radialis yang bermasalah.
Puasa kaki, secara spiritual melahirkan arah perjalanan dan langkah hidup menuju Allah. Sebab kita ini pada hakikatnya seorang pejalan (salik) yang sedang menuju sang khalik. Puasa kaki menentukan arah hidup dan masa depan kita gemilang. Puasa kaki juga menentukan kaki kita selalu sehat, semakin kuat, tidak lumpuh, tidak pincang.
Dalam kontek inilah, puasa anggota tubuh adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Perkataan yang baik, jujur dan menenangkan orang lain dicapai melalui puasa bicara. Pikiran yang positif diperoleh melalui puasa otak. Mendengar informasi yang baik ditentukan melalui puasa pendengaran.
Berkarya, bekerja secara kreatif, inovatif dan bermanfaat ditentukan melalui puasa tangan. Begitu pula langkah perjalanan kita menuju masa depan yang lebih baik ditentukan oleh seberapa baik mata dan kaki kita berpuasa.



Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!