UIN Saizu Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Optimalisasi Layanan BLU

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperkuat tata kelola keuangan dan optimalisasi layanan Badan Layanan Umum (BLU) melalui Forum Group Discussion (FGD) bersama Dewan Pengawas BLU, Kamis (24/9/2026).
Berlangsung di Ruang Senat Lantai 4, Gedung Rektorat, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan keuangan, membahas optimalisasi sumber-sumber pendapatan BLU, sekaligus menyusun arah pengembangan kelembagaan dan infrastruktur UIN Saizu beberapa tahun ke depan.
Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pengawas BLU, Dr. Fesal Musaad yang merupakan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kementerian Agama. Hadir juga Kresnadi Prabowo Mukti (Anggota Dewan Pengawas BLU), selaku Kepala Subdirektorat Pelaksanaan Anggaran IV, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan dan Ulil Archam (Anggota Dewan Pengawas BLU) selaku Dewan Pengawas Perumda Owabong.
Kegiatan juga dihadiri Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, Kabiro AUPK Nugraha Stiawan, para Ketua/Kepala Lembaga/Satuan/Unit Kerja di lingkungan BLU UIN Saizu Purwokerto, serta Direktur Pascasarjana dan Dekan Fakultas di lingkungan UIN Saizu Purwokerto.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan dalam paparannya menyampaikan sejumlah capaian kelembagaan yang menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola universitas. Menurutnya, UIN Saizu saat ini memiliki enam fakultas, termasuk Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) yang lahir seiring dengan perluasan mandat kelembagaan setelah perubahan status menjadi universitas.
Fakultas Saintek menaungi empat program studi, yakni Informatika, Ilmu Lingkungan, Arsitektur, serta Perpustakaan dan Sains Informasi. “Secara kelembagaan untuk tata kelola lembaga kita sudah mendapat rekognisi dari BAN-PT. APT kita unggul, kemudian ada 18 program studi yang bernilai agregasi unggul,” ujar Prof. Ridwan.
Selain capaian akreditasi, UIN Saizu juga terus memperluas rekognisi internasional melalui sertifikasi dan pemeringkatan perguruan tinggi. Rektor menyebut UIN Saizu telah memperoleh dua sertifikat ISO serta mendapatkan peringkat tiga bintang dari lembaga pemeringkatan internasional.

Penguatan reputasi internasional tersebut juga ditunjukkan melalui meningkatnya jumlah mahasiswa asing. Saat ini, UIN Saizu memiliki 63 mahasiswa internasional dari 21 negara yang berasal dari tiga benua. “Ini tentu akan memperluas jangkauan fasilitasi pendidikan, tidak hanya untuk lokal Indonesia tetapi juga dunia,” katanya.
Dalam forum tersebut, Prof. Ridwan juga memaparkan rekam jejak tata kelola keuangan UIN Saizu selama tiga tahun terakhir. Dia menyampaikan bahwa universitas memperoleh sejumlah penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Purwokerto atas kinerja pengelolaan keuangan.
Pada 2024, UIN Saizu memperoleh sejumlah penghargaan, antara lain terkait Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), pengelolaan keuangan, serta kinerja Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Kinerja tersebut berlanjut pada 2025 dengan penghargaan terkait akurasi dokumen perencanaan anggaran, pengelolaan data kontrak, akurasi perencanaan kas, pertanggungjawaban BLU, transaksi digital, serta IKPA dengan predikat sangat baik.
Sementara pada semester I 2026, UIN Saizu kembali memperoleh penghargaan dari KPPN Purwokerto, antara lain untuk kategori akurasi perencanaan kas sebagai terbaik pertama dan IKPA dengan predikat sangat baik. “Ini menjadi indikator bahwa tata kelola kita terus diarahkan agar akuntabel dan transparan,” ujar Prof. Ridwan.
Selain membahas kinerja yang telah dicapai, FGD juga membahas rencana strategis pengembangan infrastruktur UIN Saizu yang berkaitan langsung dengan perencanaan dan penganggaran BLU.
Prof. Ridwan menjelaskan, pembangunan infrastruktur kampus dilakukan secara bertahap. Pengembangan tersebut mencakup pembangunan fasilitas pendidikan di Kampus II Purbalingga serta sejumlah fasilitas penunjang di Kampus I Purwokerto.
Untuk 2027, UIN Saizu merencanakan pembangunan auditorium berkapasitas sekitar 3.500 hingga 4.000 orang. Gedung tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan kegiatan akademik berskala besar, termasuk wisuda dan PBAK.
“Karena itu termasuk investasi, di samping memberikan fasilitasi kepada masyarakat dan stakeholder, juga menjadi investasi untuk penyewaan yang ujungnya menjadi pendapatan,” jelasnya.

Rencana pengembangan kemudian berlanjut pada 2028 dan 2029, antara lain pembangunan fasilitas parkir, pengadaan peralatan laboratorium dan mebeler, pembangunan gedung pendidikan, perpustakaan, serta masjid di Kampus II.
Prof. Ridwan menegaskan bahwa rencana tersebut merupakan proyeksi jangka menengah yang dapat menjadi acuan dalam penyusunan anggaran, dengan tetap membuka ruang penyesuaian berdasarkan kondisi dan kebijakan yang berkembang.
Sementara itu, Wakil Rektor II UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sulkhan Chakim menyampaikan mengenai upaya optimalisasi aset dan sumber pendapatan BLU. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan yang dimiliki UIN Saizu dengan melibatkan pihak ketiga melalui skema kerja sama dan bagi hasil.
Beberapa rencana yang sedang dipersiapkan antara lain pengembangan lahan untuk komoditas tertentu serta pengembangan stevia pada lahan sekitar lima hektare melalui kerja sama dengan pihak terkait.
Optimalisasi aset tersebut diarahkan agar aset yang dimiliki perguruan tinggi tidak hanya menjadi fasilitas pasif, tetapi dapat memberikan nilai tambah dan mendukung keberlanjutan pembiayaan layanan pendidikan.
Pada sesi tanggapan, Ketua Dewan Pengawas BLU, Dr. Fesal Musaad menekankan pentingnya memandang pengelolaan BLU tidak semata-mata dari sisi serapan anggaran. Dewan Pengawas menilai ukuran keberhasilan BLU perlu dilihat dari output, outcome, hingga dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.
Dengan demikian, penguatan tata kelola BLU diarahkan untuk memastikan anggaran yang dikelola dapat menghasilkan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus mendukung keberlanjutan keuangan institusi. FGD tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kolaborasi antara pimpinan UIN Saizu, pengelola BLU, Dewan Pengawas, serta unit-unit kerja terkait.
Melalui evaluasi kinerja dan penyusunan proyeksi secara berkala, UIN Saizu menargetkan tata kelola BLU yang semakin akuntabel, transparan, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa, masyarakat, serta para pemangku kepentingan. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!