Semarak Pekan Penguatan Literasi Pemustaka 2026, Mahasiswa UIN Saizu Adu Kreativitas hingga Keberanian

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Semarak Pekan Penguatan Literasi Pemustaka 2026 di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menghadirkan beragam kompetisi yang mendorong mahasiswa untuk berani tampil, mengolah gagasan, menghasilkan karya, dan mengembangkan kemampuan komunikasi.
Kegiatan digelar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto, di Hall Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto, pada Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan empat kategori lomba, yakni Resensi Buku, Video Kreatif, Bibliobattle, dan Duta Perpustakaan.
Setiap kategori memiliki mekanisme kompetisi yang berbeda, mulai dari tahap seleksi hingga babak final. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat budaya literasi melalui aktivitas yang kreatif dan kompetitif.
Sebelum memasuki babak final, peserta mengikuti pemaparan literasi yang disampaikan Dr. Labibah Zain, MLIS. Dia mengingatkan bahwa membaca bukan sekadar aktivitas untuk memperoleh informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran sepanjang hayat.
Menurutnya, aktivitas membaca dapat membantu seseorang menemukan solusi atas persoalan sekaligus menjadi sarana untuk terus memperbaiki diri. Rangkaian kemudian berlanjut dengan pengumuman finalis Bibliobattle. Enam peserta yang telah melewati tahap seleksi berhak tampil di babak final.

Kepala UPT Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto, Indah Wijaya Antasari menyebutkan, panitia menentukan urutan tampil melalui pengundian secara bertahap. Setelah satu peserta menyelesaikan penampilannya, panitia kembali melakukan undian untuk menentukan peserta berikutnya.
Mekanisme tersebut membuat setiap finalis harus selalu siap karena mereka tidak mengetahui secara pasti kapan akan mendapatkan giliran tampil. Masing-masing finalis mendapat waktu sekitar lima menit untuk tampil di hadapan peserta dan dewan juri.
Setelah seluruh finalis tampil, proses penilaian dilanjutkan melalui polling yang melibatkan peserta menggunakan QR code atau tautan yang disediakan panitia. Hasilnya, Iftitaha Ziana Zayadah meraih Juara 1 Bibliobattle 2026, disusul Tubagus Naufal Ramadhan sebagai Juara 2 dan Shafiqh Talitha sebagai Juara 3.
Setelah final Bibliobattle, panitia menghadirkan kuis interaktif. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah secara langsung sehingga suasana kegiatan tetap semarak sebelum memasuki kompetisi berikutnya. Rangkaian kemudian berlanjut ke final Duta Perpustakaan.
Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, panitia menetapkan empat finalis untuk tampil pada babak akhir. Para finalis kembali menjalani mekanisme pengundian untuk menentukan urutan tampil. Mereka juga menghadapi sesi tanya jawab secara langsung bersama dewan juri, yakni Kepala Perpustakaan UIN Saizu Indah Wijaya Antasari dan Dr. Labibah Zain, MLIS.

Setiap finalis memperoleh waktu lima menit untuk menyampaikan visi, misi, atau program kerja yang akan mereka jalankan. Hasil akhir menetapkan Rafi Nurfirmansyah, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Program Studi PGMI, dan Maha Guntur dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, sebagai Duta Perpustakaan UIN Saizu 2026.
Dalam kesempatan itu, Rafi berharap amanah tersebut menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan mahasiswa dengan buku dan aktivitas membaca. “Saya akan merealisasikan apa yang ingin saya capai untuk menemani anak muda UIN Saizu untuk lebih dekat dengan buku,” ujar Rafi.
Sementara itu, Maha Guntur mengajak mahasiswa untuk tidak cepat puas atas pencapaian yang telah diraih. “Jangan cepat puas atau berhenti sampai di sini. Jalani amanah dan bersinarlah. Usaha yang keras takkan mengkhianati hasil. Sukses untuk kita semuanya,” pesannya.
Selain Bibliobattle dan Duta Perpustakaan, Pekan Penguatan Literasi Pemustaka 2026 juga menghadirkan Lomba Video Kreatif dan Resensi Buku. Pada tahap penyisihan, penilaian kedua kategori tersebut melibatkan Aris Nurohman dan Endah Kusumaningrum sebagai dewan juri.
Untuk kategori Video Kreatif, karya peserta ditampilkan melalui sesi showcase. Berdasarkan hasil penilaian, Baha Udin Al Barsyah meraih Juara 1, Golden Squad Juara 2, dan Eka Ayu Rizqiyani Juara 3. Sementara itu, kategori Resensi Buku menetapkan Wahda Atiyya Fauzi sebagai Juara 1, Finda Ardhani sebagai Juara 2, dan Muhammad Ilman Nafi sebagai Juara 3.

UPT Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto juga memberikan penghargaan khusus kepada Pemustaka Teraktif 2026. Apresiasi tersebut diberikan kepada Andhini Putri Romadhoni dan Milah Rahmawati atas keaktifan mereka dalam memanfaatkan layanan perpustakaan.
Setelah seluruh rangkaian kompetisi dan penilaian selesai, panitia mengumumkan para pemenang. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan dan sesi foto bersama.
Pekan Penguatan Literasi Pemustaka 2026 menunjukkan bahwa budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan kreatif. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk membaca, tetapi juga mengolah gagasan, menghasilkan karya, berkomunikasi, berkompetisi, dan membangun keberanian untuk tampil.
Melalui empat kategori lomba tersebut, UPT Perpustakaan UIN Saizu berupaya menghadirkan ruang literasi yang lebih aktif dan partisipatif bagi mahasiswa sekaligus memperkuat perpustakaan sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran di kampus. (AR/MI)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!