Berita

Rektor UIN Saizu Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi, Asah Leadership dan Kepekaan Sosial

Rektor UIN Saizu Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi, Asah Leadership dan Kepekaan Sosial

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan mendorong mahasiswa aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, sebagai ruang untuk mengasah kepemimpinan, membangun pengalaman, dan melatih kepekaan terhadap persoalan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Ridwan saat memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa dan Diklat Politik yang diselenggarakan Kementerian Politik dan Hukum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Saizu Purwokerto, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Lead to Change, Act for Nation: Membentuk Pemimpin Mahasiswa Berintegritas dan Sadar Politik di Era Transformasi Demokrasi dan Digitalisasi” tersebut berlangsung di Gedung L.6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Saizu.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ridwan berbagi pengalaman ketika aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Dia menekankan bahwa pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam membangun kapasitas kepemimpinan.

Menurutnya, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah tidak hanya untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan kepemimpinan melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan. Prof. Ridwan mengingatkan mahasiswa agar aktif dalam organisasi dengan tetap menjaga keseimbangan antara kegiatan kemahasiswaan dan kewajiban akademik.

Menurutnya, organisasi memberikan banyak pengalaman yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Melalui organisasi, mahasiswa belajar berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap amanah.

Namun, aktivitas organisasi tidak boleh membuat mahasiswa mengabaikan perkuliahan. Pesan tersebut menjadi penting agar pengalaman organisasi justru menjadi pendukung keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi sekaligus membangun kompetensi yang akan dibutuhkan setelah lulus.

“Mahasiswa perlu aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan, tetapi tetap memprioritaskan kuliah,” demikian arahan Prof. Ridwan. Baginya, perpaduan antara kemampuan akademik dan pengalaman organisasi dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja, masyarakat, maupun ruang kepemimpinan publik.

Prof. Ridwan juga mengajak mahasiswa memahami kepemimpinan bukan sekadar posisi atau jabatan. Seorang pemimpin harus mampu menghadirkan perubahan. Dia mengajak mahasiswa mengajukan pertanyaan mendasar ketika mendapatkan amanah kepemimpinan: perubahan apa yang ingin diwujudkan dan apa yang terjadi setelah kepemimpinan dijalankan?

Dengan demikian, kepemimpinan tidak berhenti pada kemampuan mengatur orang lain. Kepemimpinan harus menghasilkan sesuatu yang memiliki manfaat dan dampak. “Pemimpin itu untuk merubah. Misi kepemimpinan adalah memimpin untuk berubah,” tegas Prof. Ridwan.

Karena itu, setiap pemimpin idealnya meninggalkan legacy atau warisan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang. Legacy tersebut tidak harus selalu berupa sesuatu yang besar, tetapi harus memiliki nilai dan memberikan dampak bagi lingkungan yang dipimpin.

Menurutnya, legacy lahir dari spirit dan etos kepemimpinan yang kuat. Seorang pemimpin perlu memiliki nilai, konsistensi, dan keberanian untuk melakukan perubahan. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital, Prof. Ridwan menilai pemimpin mahasiswa juga harus mampu membaca realitas.

Kemampuan membaca perubahan menjadi penting agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengikut perkembangan zaman, tetapi mampu mengambil posisi dan memberikan respons yang tepat terhadap persoalan yang muncul.

Rektor UIN Saizu Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi, Asah Leadership dan Kepekaan Sosial

Pemimpin yang baik, menurutnya, harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan di sekitarnya. Ia perlu memahami kebutuhan organisasi, kampus, masyarakat, serta perkembangan yang terjadi secara lebih luas.

Konteks tersebut semakin relevan dengan tema Diklat Politik yang menekankan pentingnya membentuk pemimpin mahasiswa yang berintegritas dan sadar politik di tengah transformasi demokrasi dan digitalisasi.

Selain kepemimpinan dan organisasi, Prof. Ridwan juga mendorong mahasiswa UIN Saizu untuk terus mengejar prestasi. Dia menyampaikan berbagai perkembangan dan capaian yang telah diraih UIN Saizu sebagai bagian dari upaya membangun rasa percaya diri dan kebanggaan mahasiswa terhadap almamater.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam memperkuat reputasi kampus. Prestasi mahasiswa di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik, menjadi bagian dari kontribusi nyata bagi UIN Saizu.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi juga berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan potensi masing-masing. Mahasiswa UIN Saizu harus bangga terhadap kampusnya dan menunjukkan kebanggaan tersebut melalui prestasi serta kontribusi nyata.

Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa dan Diklat Politik menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar kepemimpinan secara lebih kontekstual. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual mengenai kepemimpinan dan politik, tetapi juga diajak melihat bagaimana seorang pemimpin mengambil keputusan, membaca realitas, membangun integritas, dan meninggalkan legacy.

Pengalaman Prof. Ridwan sebagai aktivis mahasiswa menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut. Ia menunjukkan bahwa pengalaman berorganisasi dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang seseorang dalam membangun kapasitas kepemimpinan.

Pada akhirnya, mahasiswa tidak perlu menunggu menjadi pejabat atau menduduki jabatan tertentu untuk mulai belajar menjadi pemimpin. Kepemimpinan dapat dilatih sejak berada di bangku kuliah melalui organisasi, kegiatan kemahasiswaan, prestasi, dan kontribusi terhadap lingkungan.

Melalui Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa dan Diklat Politik, DEMA UIN Saizu berharap lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan membaca perubahan, keberanian melakukan inovasi, serta komitmen meninggalkan legacy yang berdampak bagi bangsa. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *