Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Tim PPID dan PBJ UIN Saizu Benchmarking ke UIN SGD Bandung

BANDUNG, UINSAIZU.AC.ID- Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) bersama Tim Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melakukan kunjungan kerja dan benchmarking ke PPID UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Kamis (24/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Saizu memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik, khususnya dalam pemenuhan dokumen dan data untuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi (e-Monev) PPID. Rombongan UIN Saizu dipimpin Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Nugraha Stiawan.
Kehadiran tim disambut Koordinator PPID UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dian Nuraiman, beserta jajaran. Nugraha Stiawan menyampaikan apresiasi atas penerimaan jajaran PPID UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Menurutnya, pengalaman UIN Bandung dalam pengelolaan informasi publik menjadi referensi bagi UIN Saizu dalam memperkuat layanan PPID.
“PPID UIN Bandung telah merepresentasikan layanan informasi publik dengan sangat baik, terbukti dengan raihan kualifikasi sebagai lembaga Informatif. Pengelolaan situs web PPID serta kelengkapan dokumen dan datanya sangat bagus, sehingga kami bermaksud belajar langsung ke sini,” ujar Nugraha.
Dia juga menyoroti aspek Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian e-Monev PPID. “Terkhusus pada aspek Pengadaan Barang dan Jasa yang memiliki bobot penilaian hingga 30 persen dalam e-Monev PPID, UIN Bandung sudah menunjukkannya dengan sangat baik,” lanjutnya.
Menurut Nugraha, kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan masukan praktis bagi tim UIN Saizu dalam memastikan dokumen, data, dan informasi publik tersedia serta terdokumentasi sesuai ketentuan.
Koordinator PPID UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dian Nuraiman menyambut baik kunjungan Tim PPID dan PBJ UIN Saizu. Dian menyampaikan kesiapan PPID UIN Bandung untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan informasi publik, khususnya dalam pemenuhan dokumen dan data yang diperlukan dalam proses monitoring dan evaluasi.
“Sebagai lembaga yang telah meraih predikat Informatif, kami siap berbagi informasi, khususnya mengenai pemenuhan dokumen dan data yang dipersyaratkan dalam Monev PPID,” ungkap Dian.
Menurutnya, berbagi pengalaman tidak hanya dilakukan dalam forum kunjungan tersebut. PPID UIN Bandung juga membuka ruang komunikasi lanjutan apabila UIN Saizu membutuhkan informasi terkait pengelolaan PPID.

“Tidak terbatas pada pertemuan hari ini, kami juga siap mendampingi serta merespons berbagai kebutuhan informasi yang diperlukan oleh PPID UIN Saizu ke depannya,” tambahnya.
Sesi diskusi teknis menjadi bagian penting dalam kegiatan benchmarking. Tim PBJ UIN Saizu yang dipimpin Ketua Tim PBJ, Tri Wahyono, membahas secara langsung pemenuhan dokumen Pengadaan Barang dan Jasa yang berkaitan dengan kebutuhan e-Monev PPID.
Dalam forum tersebut, sebagian besar dokumen PBJ UIN Saizu yang telah disiapkan dan diunggah ke sistem e-Monev dipresentasikan untuk memperoleh masukan dan klarifikasi.
Turyatin bersama anggota Tim PBJ UIN Saizu turut memaparkan dokumen yang telah disiapkan. Pembahasan diarahkan pada pemenuhan kriteria, kelengkapan informasi, serta penguatan dokumentasi agar dapat mendukung proses evaluasi PPID.
Anggota Tim PPID UIN Saizu, Muhammad Fadlan dan Safrudin Aziz, juga aktif dalam diskusi untuk mendalami strategi pemenuhan kriteria e-Monev secara tepat. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap kesiapan dokumen dan informasi publik yang telah dimiliki UIN Saizu.
Usai kegiatan benchmarking, Tim PPID dan PBJ UIN Saizu berkomitmen menindaklanjuti hasil diskusi dengan melengkapi berbagai dokumen dan informasi yang masih diperlukan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Saizu memperkuat pengelolaan informasi publik agar semakin transparan, terdokumentasi, mudah diakses, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui penguatan koordinasi antara PPID dan Tim PBJ, UIN Saizu terus menyiapkan pemenuhan kebutuhan e-Monev PPID secara lebih terstruktur.
Pengalaman UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mengelola keterbukaan informasi publik menjadi salah satu referensi bagi UIN Saizu untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan informasi.
Kunjungan kerja tersebut sekaligus memperkuat jejaring antarsatuan kerja perguruan tinggi Islam negeri dalam berbagi praktik baik tata kelola informasi publik, pengadaan barang dan jasa, serta dokumentasi kelembagaan.
Dengan tindak lanjut hasil benchmarking tersebut, UIN Saizu terus mendorong penguatan tata kelola keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan dan akuntabilitas kelembagaan. (AR/SA)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!