Berita

Lomba Pemustaka Perpustakaan UIN Saizu Jadi Ruang Ekspresi dan Penguatan Literasi Mahasiswa

Lomba Pemustaka Perpustakaan UIN Saizu Jadi Ruang Ekspresi dan Penguatan Literasi Mahasiswa

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perpustakaan Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar acara puncak Lomba Penguatan Literasi Pemustaka Perpustakaan 2026 di Hall Perpustakaan UIN Saizu, Rabu (30/9/2026).

Mengusung tema “Maju Bersama Perpustakaan UIN Saizu”, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan kampus.
Rangkaian lomba digelar dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan.

Kegiatan diawali dengan pendaftaran dan pengumpulan karya pada 2–25 September 2026, dilanjutkan penilaian pada 26–29 September, kemudian ditutup dengan acara puncak dan pengumuman pemenang pada 30 September 2026.

Lomba yang diselenggarakan meliputi Resensi Buku, Video Kreatif Literasi, Duta Perpustakaan, Bibliobattle, dan Pemustaka Teraktif. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah peserta pada setiap kategori, yakni 58 peserta Resensi Buku, 23 tim Video Kreatif, 12 peserta Duta Perpustakaan, dan 17 peserta Bibliobattle.

Ketua panitia, Isnaeni Putranti, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya baca dan kreativitas civitas akademika.

“Melalui rangkaian lomba ini, kami berharap dapat menumbuhkan budaya baca, mengasah daya kritis, serta meningkatkan kreativitas seluruh civitas akademika,” ujar Isnaeni.

Lomba Pemustaka Perpustakaan UIN Saizu Jadi Ruang Ekspresi dan Penguatan Literasi Mahasiswa

Sementara itu, Ketua UPT Perpustakaan UIN Saizu, Indah Wijaya Antasari, menyampaikan bahwa tema “Maju Bersama Perpustakaan UIN Saizu” dipilih untuk memberikan ruang ekspresi sekaligus menjaring mahasiswa yang dapat menjadi penggerak budaya literasi.

“Bagi kami, perlombaan ini bukan sekadar tentang siapa yang meraih Juara 1, 2, atau 3. Lebih dari itu, setiap buku yang dibaca, karya yang dibuat, dan ide yang disampaikan merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya literasi di kampus kita,” ungkap Indah.

Acara puncak juga menghadirkan Dr. Labibah Zain, dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang aktif dalam berbagai organisasi internasional, termasuk sebagai anggota terpilih IFLA Asia–Oceania dan President of the SLA Asia Community.

Dalam paparannya, Dr. Labibah menegaskan bahwa literasi memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis.
“Literasi jauh melampaui sekadar kemampuan dasar membaca dan menulis.

Seorang individu yang literat bukan hanya mampu membaca, tetapi juga mampu menyerap nilai-nilai bacaan serta menerapkannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup dan meningkatkan kualitas dirinya,” jelas Dr. Labibah.

Dia menjelaskan, literasi mencakup berbagai aspek, mulai dari literasi digital, media, teknologi, agama, hingga budaya. Karena itu, kemampuan literasi menjadi penting agar masyarakat mampu memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Lomba Pemustaka Perpustakaan UIN Saizu Jadi Ruang Ekspresi dan Penguatan Literasi Mahasiswa

Dr. Labibah juga mengajak civitas akademika untuk membangun budaya membaca yang inklusif. Menurutnya, berbagai jenis bacaan memiliki nilai dan manfaat masing-masing, termasuk karya fiksi yang dapat berkontribusi dalam membangun empati serta memunculkan ide-ide baru. “Semua bahan bacaan, termasuk fiksi, memiliki peran penting dalam membangun empati dan ide-ide baru,” tuturnya.

Di tengah perkembangan teknologi, Dr. Labibah juga mendorong perpustakaan agar terus beradaptasi dengan keberagaman media. Koleksi perpustakaan tidak hanya berupa buku cetak, tetapi juga dapat dikembangkan melalui e-reader dan audiobook untuk menyesuaikan kebutuhan serta gaya belajar pemustaka.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan penguatan literasi dapat dilihat dari dampak yang dirasakan pemustaka. Perpustakaan diharapkan mampu membimbing pemustaka secara bertahap, mulai dari mengenal dan mengakses fasilitas, menyadari manfaatnya, menjadikannya kebutuhan, hingga merasakan dampaknya dalam mendukung aktivitas akademik.

Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan Bibliobattle, kuis interaktif, final presentasi Duta Perpustakaan 2026, serta pemutaran video kreatif peserta. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang, pemberian hadiah, dan foto bersama.

Pada kesempatan tersebut, Rafi Nurfirmansyah dari Program Studi PGMI dan Maha Guntur dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah terpilih sebagai Duta Perpustakaan UIN Saizu 2026.

Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan UIN Saizu berharap budaya literasi terus berkembang dan perpustakaan semakin menjadi ruang belajar, berkarya, berdiskusi, serta mengembangkan gagasan bagi seluruh civitas akademika. (AL/MI/AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #PerpustakaanUINSaizu #DutaPerpustakaan #BudayaLiterasi #Kampusdesamendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *