Berita

Usung Pemikiran Imam Al-Ghazali, Warek I UIN Saizu Mengajar di Pascasarjana Karabük University Turki

Usung Pemikiran Imam Al-Ghazali, Warek I UIN Saizu Mengajar di Pascasarjana Karabük University Turki

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Wakil Rektor I sekaligus Guru Besar Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Suwito memberikan perkuliahan tamu internasional di Karabük University, Turki, melalui program Outbound International Teaching Team (ITT) 2026, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menjadi bagian dari upaya UIN Saizu Purwokerto, guna memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkenalkan khazanah pemikiran Islam kepada komunitas akademik global.

Dalam perkuliahan yang berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB tersebut, Prof. Suwito berkolaborasi dengan dosen tuan rumah Karabük University, Prof. Abdulcebbar Kavak. Kegiatan ini diikuti mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Saizu serta akademisi Karabük University.

Prof. Suwito mengangkat tema “Al-Ghazali’s Education Media about The Concept of Qalb in Sufism”. Materi tersebut membahas pemikiran Imam Al-Ghazali mengenai konsep qalb atau hati dalam tradisi tasawuf serta perannya dalam proses pendidikan spiritual.

Dalam pemaparannya, Prof. Suwito yang merupakan Pakar Pengkajian Islam atau Pemikiran Islam (Tasawuf), menjelaskan konsep qalb tidak hanya berkaitan dengan dimensi batin manusia, tetapi juga memiliki peran penting dalam pembentukan kesadaran, pengembangan intuisi, dan penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs.

Pemikiran Al-Ghazali tersebut menjadi landasan untuk memahami pendidikan sebagai proses pembentukan manusia secara utuh. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan karakter, kesadaran moral, dan kedalaman spiritual.

Relevansi pemikiran tersebut semakin penting di tengah perkembangan zaman yang menghadirkan berbagai tantangan moral dan perubahan sosial. Melalui pendekatan sufistik, pendidikan dapat diarahkan untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kematangan spiritual dan tanggung jawab etis.

Diskusi ini sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengkaji pemikiran klasik Islam melalui perspektif akademik yang relevan dengan persoalan kontemporer.

Perkuliahan internasional tersebut berlangsung interaktif dengan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Peserta terlibat dalam pembahasan mengenai metodologi pendidikan Al-Ghazali, integrasi konsep qalb dalam epistemologi keilmuan Islam, serta penerapan nilai-nilai tasawuf dalam pendidikan modern.

Usung Pemikiran Imam Al-Ghazali, Warek I UIN Saizu Mengajar di Pascasarjana Karabük University Turki

Pertemuan lintas negara ini mempertemukan perspektif akademik dari Indonesia dan Turki dalam mengkaji warisan intelektual Islam. Selain memperkaya wawasan keilmuan, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dalam lingkungan akademik internasional.

Keterlibatan mahasiswa doktoral UIN Saizu dan akademisi Karabük University juga memperkuat dimensi pertukaran pengetahuan dalam program ITT 2026. Melalui kegiatan semacam ini, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas masing-masing institusi, tetapi juga berkembang melalui dialog akademik lintas negara.

Sementara itu, Kepala Pusat Kajian dan Hubungan Internasional (PKHI) UIN Saizu, Dr. Mohamad Sobirin menyampaikan bahwa pelaksanaan Outbound International Teaching Team 2026 menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan akademik dosen UIN Saizu di tingkat internasional.

Menurutnya, keterlibatan dosen UIN Saizu dalam perkuliahan di perguruan tinggi mitra luar negeri membuka peluang untuk memperkuat hubungan kelembagaan, mengembangkan kolaborasi penelitian, dan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah bersama.

“Program ITT 2026 terus membuktikan efektivitasnya dalam memperluas jejaring akademis global UIN Saizu. Kehadiran Prof. Suwito dalam mengajar mahasiswa Pascasarjana Karabük University Turki tidak hanya memperkokoh posisi UIN Saizu di kancah internasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi internasional bereputasi antarkedua institusi,” ungkap Dr. Mohamad Sobirin.

Pihaknya berharap program tersebut dapat terus dikembangkan agar memberikan dampak berkelanjutan bagi penguatan kapasitas akademik dosen, mahasiswa, dan institusi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menindaklanjuti peluang kerja sama antara UIN Saizu dan Karabük University melalui kolaborasi riset, penulisan artikel ilmiah, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.

Melalui program ITT 2026, UIN Saizu terus mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi dengan memperluas pertukaran keilmuan dan membangun kemitraan akademik lintas negara. Upaya ini sekaligus membuka ruang bagi pemikiran Islam klasik, termasuk gagasan Imam Al-Ghazali tentang pendidikan spiritual, untuk terus dikaji dan dikembangkan dalam konteks pendidikan kontemporer. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *