UIN Saizu Rumuskan Kebijakan Kampus Berkelanjutan, Perkuat Capaian UI GreenMetric

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto merumuskan kebijakan dan program pengembangan kampus berkelanjutan (sustainable campus) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Tim GreenMetric UIN Saizu ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kebijakan lingkungan sekaligus meningkatkan capaian universitas dalam pemeringkatan UI GreenMetric.
FGD berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 4 UIN Saizu dengan menghadirkan Nasrul Hakim, Ketua Tim GreenMetric UIN Jurai Siwo Lampung, sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, para dekan, ketua lembaga, kepala tim kerja, serta Tim Green Kampus.
Ketua panitia FGD GreenMetric, Dr. Warto, menjelaskan bahwa keikutsertaan UIN Saizu dalam UI GreenMetric berawal dari penelitian kebijakan yang dilakukan tim peneliti, khususnya dari Program Studi Ilmu Lingkungan. Penelitian tersebut bertujuan memetakan kondisi kampus dan menjadi dasar perumusan kebijakan pengembangan lingkungan yang berkelanjutan.
“Ini merupakan program dari UIN Saizu Purwokerto, salah satu program unggulan Pak Rektor untuk kemudian kita mampu bersaing di level global, utamanya terkait dengan bagaimana kampus kita akan menyandang label ‘Kampus Hijau’,” ujar Dr. Warto.
Dia menyampaikan, meskipun baru pertama kali berpartisipasi dalam pemeringkatan UI GreenMetric, UIN Saizu telah memperoleh hasil awal yang menjadi modal untuk pengembangan berikutnya. Berdasarkan hasil pemeringkatan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, UIN Saizu menempati peringkat ke-9 di antara perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).
“Untuk GreenMetric-nya sendiri juga sudah submit. Sudah keluar hasilnya dengan peringkat ke-9 PTKIN. Saya kira ini merupakan capaian yang luar biasa,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan capaian tersebut, Tim GreenMetric UIN Saizu menghadirkan Nasrul Hakim dari UIN Jurai Siwo Lampung. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari pengalaman perguruan tinggi yang telah lebih dahulu mengembangkan program kampus berkelanjutan, termasuk strategi pemenuhan indikator penilaian UI GreenMetric.
“Kami juga mendatangkan narasumber dari UIN Jurai Siwo Lampung yang saat ini berada di peringkat ke-5. Kami akan berdiskusi, ‘Ngangsu kawruh’, untuk mempelajari tips dan trik meningkatkan nilai GreenMetric ini,” jelas Dr. Warto.
Sementara itu, Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan menegaskan bahwa pengembangan kampus berkelanjutan memiliki keterkaitan dengan kebijakan Kementerian Agama, khususnya implementasi ekoteologi di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, konsep tersebut perlu diwujudkan melalui arah kebijakan dan program yang mendukung kelestarian lingkungan.
“Ekoteologi pada tataran implementasi dalam konteks perguruan tinggi adalah bagaimana kampus PTKIN harus memiliki program dan arah pengembangan sebagai kampus yang berkelanjutan. Saya kira ini selaras dengan salah satu Asta Protas Menteri Agama. Selain itu, juga selaras dengan pilihan program distingsi kampus yang sering kita gaungkan sebagai UIN Saizu, yaitu Kampus Desa Mendunia,” tutur Prof. Ridwan.
Dia juga menyoroti potensi lingkungan yang dimiliki UIN Saizu untuk mendukung pengembangan kampus hijau. Potensi tersebut meliputi keberadaan Kampus 2 Purbalingga serta kawasan ruang terbuka hijau (RTH) yang luas, termasuk lahan yang masih berupa kebun.
“Kita juga punya ruang terbuka hijau yang sangat luas. Kita punya lahan terbuka hijau yang memang betul-betul hijau karena masih berbentuk kebun. Saya kira ini menjadi potensi yang bisa dikembangkan dan kemudian bisa menaikkan peringkat untuk tahun yang akan datang,” ungkapnya.

Selain potensi lingkungan, Prof. Ridwan mengapresiasi capaian UIN Saizu dalam keikutsertaan perdananya pada UI GreenMetric. Berdasarkan hasil pemeringkatan yang disampaikan dalam FGD, UIN Saizu berada di peringkat ke-657 dunia, ke-389 Asia, ke-74 Indonesia, dan ke-9 PTKIN.
“Kita ini newcomer, jadi pendatang baru. Pendatang baru, tetapi sudah masuk 10 besar. Lompatan yang luar biasa. Dalam rilis kemarin, peringkat kita di tingkat dunia adalah 657, di tingkat Asia 389, di Indonesia 74, dan di PTKIN peringkat ke-9,” kata Prof. Ridwan.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu bukti terukur atas upaya UIN Saizu memperkuat reputasi di tingkat global. Ia menekankan bahwa identitas kampus yang berorientasi internasional perlu didukung oleh hasil dan pencapaian yang dapat ditunjukkan secara nyata.
“Klaim bahwa UIN Saizu ‘Kampus Desa Mendunia’ itu harus berbasis evidence. Buktinya adalah bahwa kampus ini juga memiliki peringkat di tingkat pemeringkatan global,” tegasnya.
Setelah penyampaian sambutan, Nasrul Hakim memandu jalannya FGD dengan berbagi wawasan mengenai UI GreenMetric serta pengalaman pengembangan program kampus berkelanjutan di UIN Jurai Siwo Lampung. Para peserta kemudian berdiskusi untuk mengidentifikasi peluang pengembangan, merumuskan kebijakan, dan menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan UIN Saizu.
Melalui FGD ini, UIN Saizu berupaya memperkuat sinergi antarunit dalam penerapan kebijakan berwawasan lingkungan. Keterlibatan pimpinan, pengelola unit, dan Tim Green Kampus diharapkan dapat meningkatkan partisipasi sivitas akademika dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing universitas dalam pemeringkatan tingkat nasional dan internasional. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UIGreenMetric #SustainableCampus #KampusHijau #Kampusdesamendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!