UIN Saizu dan BDK Semarang Perkuat Moderasi Beragama serta Ekoteologi bagi PPPK

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Sebanyak 40 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengikuti kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Selasa–Rabu (20–21/10/2026).
Kegiatan luring yang berlangsung di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu ini bertujuan memperkuat pemahaman moderasi beragama sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Program Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi bagi PPPK Periode I, II, dan III Tahun Anggaran 2026 tersebut berlangsung secara hybrid pada 19–29 Oktober 2026.
Pelaksanaannya menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk membentuk aparatur sipil negara (ASN) yang moderat, berintegritas, peduli lingkungan, serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Kegiatan ini dihadiri Kepala BDK Semarang Suyatno, tim widyaiswara, dan panitia BDK Semarang.
Dari UIN Saizu, hadir Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Nugraha Stiawan serta Ketua Tim Kerja Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) Astuti Istikaroh beserta tim kerja.
Dalam sambutannya, Nugraha Stiawan menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama dan ekoteologi merupakan agenda strategis Kementerian Agama untuk memelihara kerukunan umat beragama sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan.
Dia mengimbau seluruh peserta mengikuti kegiatan selama dua hari dengan serius, tetapi tetap santai, serta menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di lingkungan kampus maupun kehidupan bermasyarakat.

Nugraha juga menyoroti pentingnya pemahaman ekoteologi bagi ASN Kementerian Agama. Menurutnya, materi tersebut relevan dengan upaya UIN Saizu mengembangkan konsep green campus atau kampus hijau.
“Pemahaman ekoteologi menjadi hal krusial yang wajib dihayati oleh seluruh ASN Kementerian Agama. Materi ini sangat relevan dan sejalan dengan komitmen UIN Saizu sebagai kampus hijau (green campus), yang berhasil menembus jajaran 10 besar PTKIN pada pemeringkatan UI GreenMetric,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BDK Semarang, Suyatno, menjelaskan bahwa kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi merupakan kelanjutan dari orientasi melalui Massive Open Online Course (MOOC) Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Kementerian Agama.
Pelatihan ini secara khusus berfokus pada penguatan pemahaman moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan. “Sebagai ASN Kementerian Agama, peserta dituntut menjadi teladan dan pelayan masyarakat yang mampu memahami serta mengimplementasikan moderasi beragama dan kepedulian lingkungan secara nyata,” ujar Suyatno.

Dia menjelaskan, pelatihan berlangsung intensif selama dua hari dengan beban 12 jam pelajaran (JP). Pembelajaran mengombinasikan materi teoretis dan aktivitas psikomotorik untuk membangun kesadaran diri, kesadaran terhadap lingkungan sekitar, serta kesadaran spiritual peserta.
Menurut Suyatno, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari pemahaman peserta selama mengikuti pembelajaran, tetapi juga dari penerapan nilai-nilai yang diperoleh setelah kegiatan berakhir.
“Program ini tidak berhenti pada akhir sesi kelas. Kami akan melanjutkannya dengan pendampingan dan pemantauan (monitoring) pascapelatihan untuk memastikan peserta mampu mewujudkan aksi nyata di unit kerja masing-masing,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka di UIN Saizu dan daring melalui Learning Management System (LMS) BDK Semarang di blc.bdksemarang.net. Widyaiswara BDK Semarang, Dr. Ratna Prilianti, memandu jalannya kegiatan melalui kedua moda pembelajaran tersebut.
Melalui program ini, UIN Saizu berharap para PPPK dapat mengintegrasikan nilai moderasi beragama dan kepedulian ekologis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Penguatan kedua aspek tersebut diharapkan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis, pelayanan publik yang berkualitas, serta budaya kampus yang semakin peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #ModerasiBeragama #Ekoteologi #ASNBerintegritas #Kampusdesamendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!