Rektor UIN Saizu: Kompetensi Profesional Jadi Nilai Tambah Mahasiswa Menuju Kesuksesan

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Salah satu upaya diwujudkan UIN Saizu Purwokerto melalui Workshop Kompetensi bagi Mahasiswa Tahap I yang digelar Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) UIN Saizu Purwokerto, di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Saizu Purwokerto, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang diikuti 100 mahasiswa tersebut dibuka secara langsung Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan. Para peserta berasal dari lima fakultas, termasuk mahasiswa program sarjana dan Pascasarjana. Mereka mengikuti workshop sebagai bagian dari rangkaian menuju uji kompetensi.
Dalam sambutannya, Prof. Ridwan menegaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki dua jenis kompetensi yang saling melengkapi, yakni kompetensi akademik dan kompetensi profesional. “Mahasiswa itu harus punya dua kompetensi. Pertama kompetensi akademik yang diasah melalui proses perkuliahan. Tetapi apakah kompetensi akademik yang ditandai dengan ijazah itu sudah mencukupi? Belum,” ujar Prof. Ridwan.
Menurutnya, kompetensi profesional menjadi aspek penting yang dapat membedakan seorang lulusan dengan lulusan lainnya. Ijazah menunjukkan capaian akademik, sedangkan kompetensi profesional memberikan nilai tambah (added value) yang lebih spesifik bagi lulusan.
“Kompetensi profesional itulah yang membedakan. Sama-sama lulusan UIN Saizu, sama-sama ijazahnya sama, mungkin prodinya sama, tetapi yang satu memiliki kompetensi profesional dan yang satu tidak. Pasti nilainya berbeda,” jelasnya.

Prof. Ridwan mengapresiasi mahasiswa yang mengikuti workshop dan sertifikasi kompetensi tersebut. Dari sekitar 14 ribu mahasiswa, peserta kegiatan hanya 100 orang. Menurutnya, keterbatasan kuota justru menunjukkan bahwa mahasiswa yang terpilih merupakan bagian dari mereka yang memiliki kesadaran untuk mengembangkan diri.
Dia menilai keputusan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam mempersiapkan masa depan. “Jalan sukses itu banyak. Ini salah satu. Ini sudah entry point penting. Salah satu ikhtiarnya adalah penguatan kompetensi profesional,” katanya.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki keinginan untuk sukses, tetapi juga bersedia menjalani proses untuk mencapainya. Menurutnya, keberhasilan tidak dapat diperoleh secara instan tanpa kerja keras dan ketekunan. “Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Itulah kunci kesuksesan,” tegasnya.
Dia juga mengutip prinsip bahwa hasil yang diperoleh seseorang sejalan dengan tingkat perjuangan yang dilakukan. Karena itu, mahasiswa didorong untuk setia menjalani proses, termasuk melalui kegiatan pengembangan kompetensi dan sertifikasi. “Yakinlah akan proses, setialah dengan proses, karena hasil akhir itu adalah gambaran dari proses,” tutur Prof. Ridwan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti workshop kompetensi sebelum menjalani uji kompetensi. Sertifikasi yang diperoleh apabila peserta dinyatakan kompeten diharapkan dapat memperkuat portofolio ketika melamar pekerjaan di perusahaan maupun instansi.

Rektor juga berpesan agar mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijak. Menurutnya, perkembangan teknologi harus menjadi instrumen untuk memperluas pengetahuan, bukan menggantikan proses berpikir dan belajar mahasiswa. “AI itu instrumen. Yang terpenting adalah pahami dan verifikasi terlebih dahulu apakah informasi itu benar atau tidak,” pesannya.
Prof. Ridwan menekankan bahwa mahasiswa tetap harus memiliki kemampuan memahami, menganalisis, dan mempertanggungjawabkan pengetahuan yang diperoleh meskipun menggunakan teknologi digital. Dia berharap peserta workshop dan sertifikasi kompetensi mampu menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu langkah untuk membangun keunggulan diri.
“Gunakan momen sertifikasi kompetensi ini dengan baik dan tempatkanlah ini sebagai salah satu ikhtiar kecil untuk membedakan Anda dengan ribuan mahasiswa UIN Saizu yang lainnya,” pungkasnya.
Workshop Kompetensi Mahasiswa Tahap I menghadirkan Dr. Larisa Pradisti dan Dr. Weni Novandari sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta yang telah melalui proses pendaftaran serta verifikasi dan validasi.
Sementara itu, Workshop Kompetensi bagi Mahasiswa Tahap II dijadwalkan berlangsung Jumat, 9 Oktober 2026, di tempat yang sama. Kegiatan Tahap II akan dibuka oleh Wakil Rektor III UIN Saizu, Prof. Sunhaji dengan menghadirkan Dr. Lusi Suwandari dan Asmi Ayuning Hidayah sebagai narasumber serta diikuti 100 mahasiswa.
Rangkaian workshop dan uji kompetensi ini menjadi bagian dari komitmen UIN Saizu dalam memperkuat kompetensi profesional mahasiswa, sehingga lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan dan sertifikasi yang relevan sebagai bekal memasuki dunia kerja. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!