Berita

Rektor UIN Saizu: Agama Harus Jadi Kekuatan Moral dan Inspirasi Transformasi Bangsa

Rektor UIN Saizu: Agama Harus Jadi Kekuatan Moral dan Inspirasi Transformasi Bangsa

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan mengapresiasi capaian kinerja Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dalam dua tahun pelaksanaan Asta Cita.

Menurutnya, pembangunan bidang agama dan pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter, integritas, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pandangan tersebut disampaikan Prof. Ridwan menanggapi Konferensi Pers bertajuk “Dua Tahun Asta Cita: Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat” yang digelar Kemenag RI secara hibrid pada Senin (19/10/2026) petang.

Konferensi pers tersebut menjadi momentum penyampaian capaian kinerja Kemenag dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan program prioritas Presiden Republik Indonesia. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, serta jajaran pimpinan Kemenag.

Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar Wakil Menteri Agama, Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi'i, dan Sekretaris Jenderal Kemenag Prof. Kamaruddin Amin memaparkan berbagai capaian, terutama dalam peningkatan pelayanan kehidupan beragama dan penyelenggaraan pendidikan keagamaan.

Bagi Prof. Ridwan, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan bidang agama tidak dapat dipisahkan dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.

“Capaian kinerja Kementerian Agama patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa pembangunan bidang agama dan pendidikan keagamaan memiliki kontribusi strategis dalam mendukung program prioritas Presiden. Kehadiran negara melalui pelayanan keagamaan dan pendidikan keagamaan telah benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh umat,” ungkap Prof. Ridwan.

Prof. Ridwan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak cukup diukur melalui pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun capaian administratif. Kualitas kehidupan beragama, karakter masyarakat, serta kekuatan moral bangsa juga menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan.

Menurutnya, agama tidak hanya berkaitan dengan keyakinan dan pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sumber nilai yang membimbing masyarakat dalam membangun kehidupan yang adil, harmonis, dan bermartabat.

“Agama harus hadir sebagai kekuatan moral dan sumber inspirasi bagi transformasi bangsa. Nilai-nilai agama harus mampu menggerakkan perubahan, memperkuat integritas, membangun solidaritas sosial, serta menjadi fondasi dalam mewujudkan kemajuan bangsa yang berkeadaban,” tegasnya.

Dia menilai, kontribusi Kemenag dalam mendukung Asta Cita perlu dilihat dari sejauh mana nilai-nilai keagamaan mampu diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya tercermin dalam laporan kinerja, tetapi juga dalam perubahan perilaku, penguatan toleransi, peningkatan kualitas pelayanan, dan tumbuhnya kepedulian sosial.

Pendekatan tersebut penting agar pembangunan bidang agama memberikan dampak yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran agama sebagai perekat persatuan bangsa.

Lebih lanjut, Prof. Ridwan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi keagamaan dalam menerjemahkan agenda pembangunan nasional melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang responsif terhadap perubahan zaman.

Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan Islam tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik dan profesional. Kampus juga memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang menjunjung tinggi integritas, memiliki kedalaman spiritual, serta peka terhadap persoalan kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat.

“Transformasi bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga memiliki integritas moral, kedalaman spiritual, dan tanggung jawab sosial. Di sinilah pendidikan keagamaan memiliki peran yang sangat strategis,” tambahnya.

Dalam konteks tersebut, UIN Saizu Purwokerto terus memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam yang memadukan keunggulan akademik dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan. Sinergi antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial menjadi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Prof. Ridwan juga berharap capaian kinerja Kemenag dapat terus ditingkatkan melalui inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Upaya tersebut diperlukan agar setiap program memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bidang agama adalah sejauh mana agama mampu menghadirkan kedamaian, memperkuat persaudaraan, meningkatkan kualitas kehidupan umat, dan menjadi energi positif bagi transformasi Indonesia menuju bangsa yang maju, mandiri dan bermartabat,” pungkasnya.

Melalui penguatan layanan keagamaan dan pendidikan, pembangunan bidang agama diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kehidupan umat, tetapi juga memperkokoh fondasi moral bangsa. Dengan demikian, agama dapat terus menjadi sumber inspirasi bagi terwujudnya Indonesia yang maju, berkeadaban, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *