Perkuat Mutu Pendidikan Profesi Guru, PPG FTIK UIN Saizu Jalani Asesmen Lapangan

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menjalani Asesmen Lapangan pada 9–11 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola program studi, mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan profesi guru, serta memastikan peningkatan mutu akademik berjalan secara berkelanjutan.
Asesmen lapangan tersebut menghadirkan tiga asesor, yakni Prof. Asep Kadarohman dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Maria Paristiowati dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Prof. Kastam Syamsi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan menegaskan bahwa asesmen lapangan tidak sekadar menjadi agenda administratif, tetapi juga momentum strategis untuk mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan melalui perspektif eksternal yang objektif.
Menurutnya, transformasi UIN Saizu menjadi universitas pada 2021 dan pencapaian akreditasi perguruan tinggi Unggul pada 2023 perlu diiringi dengan peningkatan kualitas seluruh program studi. Karena itu, evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pendidikan tinggi.
“Forum akreditasi ini menjadi forum yang sangat strategis bagaimana kita melakukan refleksi. Catatan-catatan refleksi, khususnya dari para asesor, memberikan potret tentang kondisi kita dari perspektif pihak luar,” ungkap Prof. Ridwan.
Dia menekankan pentingnya prinsip continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan dalam pengembangan institusi. Melalui asesmen, program studi dapat mengidentifikasi keunggulan yang perlu dipertahankan, menemukan aspek yang masih perlu diperbaiki, serta menyusun langkah pengembangan yang lebih terarah.
Rektor juga mengajak seluruh jajaran universitas, fakultas, dan pengelola program studi untuk terbuka terhadap masukan asesor agar hasil evaluasi dapat ditindaklanjuti secara konkret.
Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Fauzi menegaskan bahwa kesiapan menghadapi asesmen lapangan tidak cukup hanya dengan memenuhi dokumen dan persyaratan administratif. Program studi juga harus memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran mampu mendukung pencapaian kompetensi lulusan sesuai standar yang ditetapkan.

Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan yang relatif singkat, yakni sekitar 49 hari. Durasi tersebut menuntut perencanaan pembelajaran yang efektif agar peserta dapat mengikuti seluruh tahapan pendidikan secara optimal tanpa mengabaikan standar kompetensi guru profesional.
Oleh karena itu, evaluasi terhadap perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, penilaian, dan pembinaan peserta menjadi aspek penting dalam memastikan kualitas penyelenggaraan PPG.
Tim asesor turut menekankan bahwa keberhasilan penjaminan mutu sangat bergantung pada komitmen pimpinan. Dukungan kepemimpinan, pembinaan dosen, dan tata kelola yang konsisten dinilai berperan penting dalam menjaga kualitas program studi.
“Kalau kita bicara tentang penjaminan mutu, itu adalah komitmen pimpinan. Kalau pimpinannya punya komitmen terhadap penjaminan mutu, insyaallah akreditasinya akan baik,” ungkap perwakilan tim asesor.
Selain komitmen pimpinan, tim asesor memberikan perhatian pada evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan kurikulum. Evaluasi tersebut perlu diikuti refleksi serta tindak lanjut yang terukur sehingga temuan selama proses penilaian dapat menjadi dasar perbaikan pembelajaran.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah ketersediaan fasilitas microteaching. Fasilitas ini mendukung pengembangan keterampilan mengajar dan kompetensi pedagogis peserta PPG melalui simulasi pembelajaran sebelum mereka terjun ke kelas sesungguhnya.
Tim asesor juga menyoroti penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), khususnya siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Siklus tersebut perlu diterapkan secara konsisten agar penjaminan mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen, tetapi benar-benar menjadi bagian dari praktik pengelolaan program studi.
Produktivitas dosen tetap program studi (DTPS) turut menjadi bagian dari evaluasi. Penilaian tidak hanya memperhatikan jumlah publikasi atau karya akademik, tetapi juga kesesuaian dengan kriteria yang berlaku serta kelengkapan bukti pendukung. Dengan demikian, data yang disampaikan harus akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui asesmen lapangan ini, FTIK UIN Saizu diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan dan penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru. Sinergi antara pimpinan universitas, fakultas, pengelola program studi, dan dosen menjadi kunci untuk menindaklanjuti rekomendasi asesor serta memastikan peningkatan mutu berlangsung secara terukur dan berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN Saizu dalam menyiapkan guru profesional yang memiliki kompetensi pedagogis, penguasaan keilmuan, serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!