Perkuat Kompetensi Lulusan, FST UIN Saizu Jalin Kerja Sama MBKM dan Magang Berdampak dengan PT Bijak Kencana Sejahtera

PURBALINGGA, UINSAIZU.AC.ID- Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperkuat jejaring kemitraan dengan dunia industri melalui kerja sama dengan PT Bijak Kencana Sejahtera.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi lulusan sekaligus mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan program Magang Berdampak. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FST UIN Saizu dan PT Bijak Kencana Sejahtera pada Rabu (7/10/2026) di Purbalingga.
Naskah PKS ditandatangani langsung oleh Dekan FST UIN Saizu, Prof. Kholid Mawardi dan Direktur PT Bijak Kencana Sejahtera, Bulan Kencana Shaskia. Penandatanganan tersebut menjadi payung hukum bagi pelaksanaan berbagai bentuk kolaborasi, khususnya program Magang Berdampak bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan FST UIN Saizu.
Dekan FST UIN Saizu Purwokerto, Prof. Kholid Mawardi mengatakan kerja sama dengan mitra industri menjadi bagian penting dalam memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
“Sinergi dengan PT Bijak Kencana Sejahtera sebagai perusahaan konsultan lingkungan diharapkan dapat memberikan wadah pembelajaran terstruktur dan profesional bagi mahasiswa kami, sehingga mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja yang sesungguhnya,” ujar Prof. Kholid.
Menurutnya, ruang lingkup kerja sama tidak hanya berfokus pada kegiatan magang. Kolaborasi juga mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pada bidang pendidikan melalui program praktisi mengajar, kuliah tamu, pembimbingan lapangan, Program Pengalaman Lapangan (PPL), hingga kegiatan magang mahasiswa.

Sebagai tindak lanjut kerja sama, Program Studi Ilmu Lingkungan FST UIN Saizu langsung menerjunkan mahasiswa semester 7 untuk mengikuti program Magang Berdampak di PT Bijak Kencana Sejahtera. Program tersebut berlangsung selama 7 Oktober hingga 31 Desember 2026 dengan durasi sekitar 85 hari atau 12 minggu.
Koordinator Program Studi Ilmu Lingkungan sekaligus Dosen Pembimbing Magang, Gangsar Edi Laksono menjelaskan bahwa program dirancang dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE). Skema tersebut diarahkan untuk memperkuat profil lulusan sebagai Konsultan Lingkungan serta Pengendali dan Pemantau Lingkungan.
“Selama durasi magang sekitar 85 hari atau 12 minggu, mahasiswa terlibat langsung sebagai tim pendukung tenaga ahli dalam penanganan proyek riil maupun studi kasus konsultansi,” jelas Gangsar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman pada sejumlah bidang pekerjaan konsultansi lingkungan. Ruang lingkup kegiatan meliputi: penyusunan dokumen lingkungan hidup, seperti AMDAL, UKL-UPL, DELH/DPLH,
penyusunan Persetujuan Teknis (Pertek) air limbah dan emisi udara, pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pelaporan Monitoring RKL-RPL, dan
kajian kelayakan operasional.
Keterlibatan mahasiswa dalam proyek dan studi kasus tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Selain pengalaman kerja lapangan dan pengolahan data teknis, program magang juga dirancang agar memiliki keterkaitan langsung dengan pembelajaran akademik.

Kegiatan magang dapat dikonversikan hingga 9 SKS ke dalam sejumlah mata kuliah ekuivalen. Mata kuliah tersebut antara lain Penyusunan Dokumen Lingkungan, Manajemen Proyek, serta Etika dan Komunikasi di Dunia Kerja.
Kolaborasi FST UIN Saizu dengan PT Bijak Kencana Sejahtera menjadi langkah strategis untuk memperkuat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan profesional di bidang lingkungan.
Melalui skema Magang Berdampak, mahasiswa tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks pekerjaan nyata. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan teknis, kemampuan bekerja dalam tim, komunikasi profesional, serta pemahaman terhadap tata kelola proyek konsultansi lingkungan.
Bagi Program Studi Ilmu Lingkungan, model pembelajaran berbasis pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan capaian pembelajaran lulusan tetap selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan bidang lingkungan.
Kerja sama ini sekaligus memperkuat peran FST UIN Saizu dalam membangun kemitraan strategis dengan dunia industri. Sinergi antara perguruan tinggi dan mitra profesional diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan kesiapan profesional.
Melalui kolaborasi tersebut, FST UIN Saizu menargetkan terwujudnya ekosistem pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan industri, sekaligus mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang adaptif, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!