Berita

Perkuat Kajian Living Qur’an di Kancah Global, Dosen Pascasarjana UIN Saizu Mengajar di Universitas Turki

Perkuat Kajian Living Qur’an di Kancah Global, Dosen Pascasarjana UIN Saizu Mengajar di Universitas Turki

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Farah Nuril Izza memperluas kontribusi akademik Indonesia dalam kajian Al-Qur’an melalui program International Teaching Program (ITT) 2026.

Dalam sesi outbound yang berlangsung secara daring pada Jumat (2/10/2026), Dr. Farah hadir sebagai dosen tamu di Karabük University, Turki, untuk membahas perkembangan kajian Living Qur’an di Indonesia. Perkuliahan berlangsung pukul 09.00–11.00 waktu Turki atau 13.00–15.00 WIB.

Di kesempatan itu, Dr. Farah berkolaborasi dengan dosen tuan rumah, Prof. Şükrü Maden, untuk menyampaikan materi bertajuk “From Textual Exegesis to Lived Practice: Mapping Qur'anic Studies in Indonesia and the Emergence of Living Qur'an as a New Paradigm”.

Materi tersebut mengangkat perkembangan studi Al-Qur’an di Indonesia, khususnya pergeseran pendekatan kajian dari penafsiran tekstual menuju pemahaman tentang bagaimana Al-Qur’an dihayati, dipraktikkan, dan dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi Pascasarjana UIN Saizu sekaligus memperkenalkan kekhasan studi Islam Nusantara kepada komunitas akademik internasional.

Dalam pemaparannya, Dr. Farah menjelaskan bahwa kajian Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada analisis teks dan penafsiran ayat, tetapi juga dapat dikembangkan melalui penelitian terhadap hubungan dinamis antara Al-Qur’an dan kehidupan sosial masyarakat.

Pendekatan Living Qur’an memberikan ruang bagi peneliti untuk memahami bagaimana masyarakat menerima, memaknai, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam berbagai konteks kehidupan. Fenomena tersebut dapat terlihat melalui resepsi estetis, fungsional, maupun performatif terhadap Al-Qur’an.

"Melalui pendekatan ini, tradisi keagamaan masyarakat tidak sekadar dipandang sebagai praktik ritual, tetapi juga sebagai fenomena sosial dan budaya yang dapat dikaji secara akademis dengan beragam perspektif teoretis," ujarnya.

Dr. Farah memetakan perkembangan kajian Al-Qur’an di Indonesia sekaligus menunjukkan bagaimana pengalaman keislaman masyarakat Nusantara berkontribusi terhadap kemunculan perspektif baru dalam studi Al-Qur’an. Pendekatan ini memperkaya khazanah keilmuan Islam dengan menghubungkan kajian teks, konteks sosial, dan praktik keberagamaan.

Pemaparan tersebut juga membuka ruang dialog mengenai perbedaan dan persinggungan metodologi studi Al-Qur’an antara tradisi keilmuan Timur Tengah dan Nusantara. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan mahasiswa magister dan doktor Karabük University yang mengikuti perkuliahan.

Materi yang disampaikan Dr. Farah memperoleh respons positif dari para peserta. Sejumlah mahasiswa menyampaikan apresiasi atas kejelasan pemaparan, keluasan materi, dan relevansi pendekatan yang digunakan untuk memahami hubungan antara agama dan kehidupan sosial.

Salah seorang mahasiswa menyampaikan apresiasinya dalam bahasa Turki, “Sayın hocam dersinizi dinlemek benim için büyük bir onur oldu. Değerli bilgileriniz için teşekkür eder saygılarımı sunarım.” Pernyataan tersebut berarti bahwa mengikuti perkuliahan Dr. Farah merupakan suatu kehormatan, disertai ucapan terima kasih atas ilmu berharga yang telah dibagikan.

Peserta lainnya juga memberikan tanggapan positif, “Sunum çok güzel açıklayıcı geniş konu bilgilerle dolu aydınlatıcı çok teşekkur ederim,” yang secara umum menyampaikan bahwa presentasi tersebut sangat baik, jelas, kaya informasi, dan mencerahkan.

Apresiasi juga datang dari mahasiswa yang menilai perkuliahan tersebut membantu mereka memahami cara menganalisis praktik keagamaan dan sosial melalui teori-teori sosial. Pengaitan berbagai contoh penelitian dengan pendekatan teoretis dinilai memberikan pemahaman mengenai penerapan teori dalam penelitian lapangan.

Respons positif tersebut menunjukkan bahwa kajian Living Qur’an memiliki relevansi dalam dialog akademik lintas negara, terutama dalam mempertemukan studi keislaman dengan pendekatan ilmu sosial.

Kepala Pusat Kajian dan Hubungan Internasional (PKHI) UIN Saizu, Dr. Mohamad Sobirin menegaskan bahwa partisipasi dosen dalam program ITT 2026 merupakan bagian penting dari strategi internasionalisasi perguruan tinggi.

Menurutnya, keterlibatan dosen UIN Saizu dalam perkuliahan internasional memperlihatkan bahwa perguruan tinggi Indonesia memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

“Program ITT 2026 membuktikan bahwa sivitas akademika UIN Saizu tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi aktif berkontribusi dalam diskursus akademik global," ujarnya.

Kehadiran dosen UIN Saizu di Pascasarjana Karabük University Turki dengan membawa kekhasan studi Islam Nusantara adalah bentuk diplomasi akademik yang nyata untuk memperkuat reputasi UIN Saizu di tingkat internasional.

Dia menilai, pertukaran pengetahuan melalui perkuliahan internasional dapat memperluas perspektif akademik sekaligus membuka peluang pengembangan kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan mitra luar negeri.

Keikutsertaan Dr. Farah dalam program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama lanjutan antara UIN Saizu dan Karabük University. Kolaborasi itu dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta berbagai program akademik lintas negara.

Melalui program International Teaching Program 2026, Pascasarjana UIN Saizu terus mendorong kontribusi dosen dalam forum akademik global. Kehadiran kajian Living Qur’an di Karabük University sekaligus memperkuat upaya memperkenalkan kekayaan studi Islam Nusantara sebagai bagian dari perkembangan keilmuan Al-Qur’an di tingkat internasional. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *