P2B UIN Saizu Perkuat Jejaring Bisnis Kampus di Forum BPU PTN dan PTKIAN Se-Indonesia

SAMARINDA, UINSAIZU.AC.ID- Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperkuat jejaring dan kolaborasi pengelolaan bisnis perguruan tinggi melalui partisipasi dalam kegiatan bertaraf nasional.
Kegiatan tersebut yakni Forum Badan Pengelola Usaha (BPU) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIAN) se-Indonesia. Forum tersebut berlangsung di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur, pada 14–17 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi pengelola badan usaha perguruan tinggi untuk memperkuat rekonsiliasi, berbagi pengalaman, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam mengembangkan unit bisnis kampus. Melalui forum tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu membangun tata kelola usaha yang profesional sekaligus meningkatkan kontribusi bisnis terhadap kemandirian institusi.
Delegasi P2B UIN Saizu dipimpin Kepala Pusat Pengembangan Bisnis, Dr. Rahmini Hadi bersama Sekretaris P2B, Asep Amaludin dan tim. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya UIN Saizu memperluas kemitraan kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan unit usaha perguruan tinggi.
Universitas Mulawarman menjadi tuan rumah forum yang mempertemukan pengelola badan usaha dari PTN dan PTKIAN di berbagai wilayah Indonesia. Ketua Forum BPU, Mahendra Wardhana turut berperan dalam mendorong penguatan komunikasi dan sinergi antarpengelola badan usaha perguruan tinggi.
Salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah pembahasan materi Beyond Campus Business: Rekonstruksi Tata Kelola Usaha Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Dr. Andi Harun.

Materi tersebut menyoroti pentingnya transformasi tata kelola usaha perguruan tinggi agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan bisnis kampus tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan aset, tetapi juga perlu memperhatikan keberlanjutan usaha, penciptaan nilai ekonomi, serta kontribusinya terhadap pengembangan institusi.
Pembahasan ini relevan bagi perguruan tinggi yang terus mengembangkan sumber pendapatan melalui optimalisasi aset dan pengelolaan unit usaha. Tata kelola yang baik diharapkan mampu meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat akuntabilitas, serta membuka peluang inovasi bisnis yang berkelanjutan.
Kepala P2B UIN Saizu Purwokerto, Dr. Rahmini Hadi menyebut, bagi P2B UIN Saizu, forum tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik baik dari perguruan tinggi lain, bertukar gagasan, dan mengidentifikasi model pengelolaan bisnis yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi kampus.
Selain memperluas wawasan, pertemuan ini juga membuka ruang penjajakan kerja sama strategis antarpengelola BPU PTN dan PTKIAN. Kolaborasi tersebut berpotensi mendorong pengembangan produk dan layanan, optimalisasi aset, serta peningkatan kapasitas pengelola unit usaha perguruan tinggi.
"Keikutsertaan P2B UIN Saizu diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat sistem tata kelola bisnis kampus, meningkatkan profesionalisme pengelolaan unit usaha, dan membangun kemitraan yang produktif," ujarnya.
Melalui langkah tersebut, P2B UIN Saizu berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi bisnis perguruan tinggi melalui sinergi, inovasi, dan kolaborasi lintas institusi. Upaya ini diharapkan dapat mendukung penguatan kemandirian UIN Saizu sekaligus meningkatkan kontribusi unit usaha terhadap kemajuan universitas.
Rekonsiliasi memperkuat sinergi, kolaborasi membuka peluang, dan inovasi mendorong kemandirian perguruan tinggi. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!