LSP P1 UIN Saizu Bekali 100 Mahasiswa dengan Kompetensi Profesional dan Sertifikasi BNSP

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto membekali ratusan mahasiswa dengan kompetensi profesional melalui Workshop Kompetensi dan Uji Kompetensi, di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Saizu Purwokerto, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan dihadiri Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, Direktur LSP P1 UIN Saizu Purwokerto, Miftaakhul Amri, Kepala Manajer Administrasi dan Keuangan LSP UIN Saizu, Dr. Rahmini Hadi, Manajer Sertifikasi dan TUK LSP UIN Saizu Purwokerto, Nur Azizah serta Manajer Kerjasama dan Kelembagaan LSP UIN Saizu Purwokerto, Asep Amaludin.
Direktur LSP P1 UIN Saizu Purwokerto, Miftaakhul Amri mengatakan, kegiatan tahap pertama ini diikuti 100 mahasiswa dari lima fakultas dan Pascasarjana UIN Saizu. Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya memberikan bekal kompetensi tambahan bagi mahasiswa, khususnya mereka yang telah mendekati masa kelulusan.
“Workshop kompetensi ini diikuti oleh 100 mahasiswa dan mahasiswi dari lima fakultas dan satu Pascasarjana,” ujar Miftaakhul Amri dalam laporannya pada pembukaan kegiatan. Dari 100 peserta tersebut, sebanyak 92 mahasiswa berasal dari program sarjana (S1), sedangkan delapan mahasiswa merupakan mahasiswa Pascasarjana. Para peserta mengikuti 12 skema kompetensi yang telah ditentukan.

Sementara itu, mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) belum dapat mengikuti workshop tahap pertama. Menurut Miftaakhul, skema kompetensi untuk mahasiswa Saintek pada tahap ini belum dapat diakses melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Miftaakhul Amri menjelaskan, seluruh peserta workshop telah melalui proses pendaftaran serta verifikasi dan validasi. Dengan demikian, 100 mahasiswa yang mengikuti kegiatan merupakan peserta yang telah memenuhi tahapan administrasi yang ditetapkan.
Dia menyebut tingginya animo mahasiswa terlihat sejak pendaftaran dibuka. Bahkan, sejumlah mahasiswa tidak dapat mengikuti kegiatan karena kuota peserta telah terpenuhi. “Semoga bisa diikuti dengan baik karena kalian termasuk pilihan 100 dari sekian banyak mahasiswa yang ingin mengikuti kegiatan workshop yang tidak membayar,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki minat yang cukup tinggi untuk memperoleh tambahan kompetensi melalui jalur sertifikasi. Miftaakhul Amri berharap peserta tidak berhenti pada keikutsertaan dalam workshop, tetapi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tahap uji kompetensi.

“Harapannya para peserta bisa mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari workshop sampai dengan nanti uji kompetensi,” katanya. Dia menilai program tersebut sangat relevan bagi mahasiswa yang mulai mendekati akhir masa studi. Peserta dari program S1 umumnya telah memasuki semester tujuh, sedangkan mahasiswa S2 yang mengikuti kegiatan berada pada semester tiga.
Menurut Miftaakhul Amri, sertifikat kompetensi yang diperoleh setelah peserta dinyatakan kompeten dapat menjadi salah satu nilai tambah ketika mahasiswa memasuki dunia kerja. “Harapannya sertifikat yang diperoleh apabila dinyatakan kompeten bisa menambah bobot, menambah portofolio teman-teman semuanya pada saat nanti melamar pekerjaan di perusahaan ataupun instansi yang dituju,” jelasnya.
Dia menegaskan, sertifikasi kompetensi memberikan bukti bahwa seseorang memiliki kompetensi sesuai skema yang diujikan. Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat daya saing setelah menyelesaikan pendidikan di UIN Saizu.
“Karena sertifikat BNSP ini sudah diakui secara nasional dan sebagai bentuk bahwa mahasiswa ini memiliki kompetensi, maka bisa dibuktikan dengan sertifikat tersebut,” ujarnya. Menurut dia, penguatan kompetensi mahasiswa melalui LSP merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan lulusan agar tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memiliki bukti kompetensi yang relevan.
.jpeg)
Miftaakhul Amri juga menyampaikan terimakasih kepada Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan yang telah memberikan dukungan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Pihaknya berharap program serupa dapat dikembangkan pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan mengikuti uji kompetensi.
“Semoga untuk tahun ke depan bisa lebih banyak lagi mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti uji kompetensi, baik untuk yang free, lebih-lebih untuk yang reguler,” harapnya.
Meski demikian, Miftaakhul Amri mengakui peningkatan minat mahasiswa terhadap skema reguler masih menjadi pekerjaan rumah bagi LSP P1 UIN Saizu. Menurutnya, animo mahasiswa jauh lebih tinggi ketika program sertifikasi diberikan secara gratis. “Untuk yang reguler masih belum banyak yang berminat, tetapi kalau yang free kemarin ketika dibuka cukup banyak yang berminat,” tuturnya.
Ke depan, LSP P1 UIN Saizu diharapkan terus memperluas akses sertifikasi sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya kompetensi profesional. Dengan demikian, lulusan UIN Saizu memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja dan bersaing secara profesional. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!