Lantik 13 Dosen dalam Jabatan Fungsional, Kepala Biro AUPK UIN Saizu Tekankan Integritas dan Profesionalisme

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melantik dan mengambil sumpah 13 dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam pengangkatan pertama pada Jabatan Fungsional (JF) Dosen, di Aula Gedung Rektorat Lantai 5 UIN Saizu, Rabu (14/10/2026).
Pelantikan dilakukan oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Saizu, Nugraha Stiawan. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dekan dan wakil dekan, kepala bagian tata usaha, serta Tim Kerja Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH).
Pengangkatan ini menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia sekaligus penguatan profesionalisme dosen di lingkungan UIN Saizu. Melalui jabatan fungsional tersebut, para dosen diharapkan semakin optimal menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Nugraha Stiawan menegaskan bahwa dosen memiliki peran strategis dalam membangun peradaban melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, jabatan dosen bukan sekadar kedudukan profesional, tetapi juga amanah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bapak dan Ibu adalah penjaga peradaban. Di pundak Bapak dan Ibu, melekat amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi: mendidik, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar Nugraha.
Dia juga mengingatkan bahwa dosen UIN Saizu memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor dan teladan dalam penguatan moderasi beragama. Tanggung jawab tersebut dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran yang menanamkan sikap beragama secara santun, adil, seimbang, serta menghargai keberagaman.

Menurut Nugraha, dosen tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa melalui keteladanan, integritas, dan perilaku dalam kehidupan akademik.
Karena itu, ia menyampaikan empat pesan penting kepada para dosen yang baru dilantik, yaitu tertib administrasi, menjaga integritas, mengembangkan profesionalisme secara berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan.
Dalam aspek administrasi, Nugraha menekankan pentingnya kedisiplinan kerja, ketepatan pelaporan, dan transparansi dalam pertanggungjawaban. Para dosen juga diminta menjunjung tinggi budaya kerja Kementerian Agama, menjaga kejujuran akademik, serta memegang teguh etika profesi.
Pada aspek pengembangan kompetensi, ia mendorong para dosen untuk menjadikan jabatan fungsional sebagai motivasi dalam meningkatkan kualitas diri, memperkuat kegiatan penelitian, dan menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat.
Para dosen juga diharapkan mampu mengikuti perkembangan tata kelola perguruan tinggi dan digitalisasi layanan kampus. Sikap terbuka terhadap perubahan, disertai kontribusi aktif, menjadi modal penting untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.

“Jadilah dosen yang alim dalam ilmu, jujur dalam sikap, dan memberikan kemanfaatan luas bagi insan akademis serta masyarakat,” pesannya. Nugraha turut mengingatkan bahwa profesi dosen harus menjadi jalan untuk memberikan manfaat kepada sesama, sejalan dengan pesan Rasulullah SAW tentang keutamaan manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Sebanyak 13 dosen yang dilantik sebelumnya telah diangkat sebagai Dosen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2025. Setelah memenuhi persyaratan pengangkatan ke dalam jabatan fungsional, termasuk penyusunan karya ilmiah dan pelaksanaan ujian BQ PI, mereka resmi diangkat sesuai rumpun keilmuan dan fakultas masing-masing.
Adapun 13 dosen yang dilantik adalah, Akhmad Sulaiman, Adi Wahyu Candra Kusuma, Annisa Nur Fatwa, Atipa Muji, Aulia Firda Alfiana, Azhar Hasna Rany, Dikdik Garnika, Eko Ahmad Riyanto, Feny Cholisoh, Hammam Al Faruq, Kukuh Prasetyo Idzharul Haq, Priliadita Hidayanti, dan Rheza Ega Winastwan.
Pelantikan dan pengambilan sumpah ini menandai bertambahnya tanggung jawab profesional para dosen dalam menjalankan tugas akademik. Jabatan fungsional diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan karier dosen sekaligus peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui pengangkatan tersebut, UIN Saizu terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia yang berintegritas, kompeten, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Para dosen diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas, memperkuat budaya akademik, serta berkontribusi dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, progresif, dan integratif. (AL/AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!