Kompetisi SFNMCC VII 2026 di UIN Saizu Perebutkan Piala Bergilir Mahkamah Agung RI

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Kompetisi 7th Sharia Faculty National Moot Court Competition (SFNMCC) Tahun 2026 yang diselenggarakan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan mahasiswa dalam simulasi persidangan.
Kompetisi peradilan semu tingkat nasional ini juga menjadi arena perebutan Piala Bergilir Mahkamah Agung Republik Indonesia. SFNMCC VII Tahun 2026 mempertemukan mahasiswa Fakultas Syariah dan Fakultas Syariah dan Hukum dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Dekan Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto, Prof. Supani menyebutkan, UIN Saizu Purwokerto dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi yang dirancang untuk mengintegrasikan kemampuan akademik mahasiswa dengan praktik persidangan.
Dia mengatakan kompetisi peradilan semu memiliki peran strategis dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa Fakultas Syariah PTKIN. Menurut Prof. Supani, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori dan norma hukum. Mereka juga perlu memiliki kemampuan menerapkan pengetahuan tersebut dalam praktik persidangan secara profesional, objektif, dan berkeadilan.
“Melalui kompetisi peradilan semu, para peserta tidak hanya dituntut untuk memahami teori dan norma hukum, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik persidangan secara profesional, objektif, dan berkeadilan,” ujarnya.
Dijelaskan, Piala Bergilir Mahkamah Agung RI menjadi salah satu daya tarik utama SFNMCC VII Tahun 2026. Berdasarkan proposal kegiatan yang disusun, kompetisi ini secara resmi memperebutkan Piala Bergilir Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2026.
Selain piala bergilir, panitia menyiapkan sertifikat dan uang pembinaan bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh Piala Bergilir Mahkamah Agung, sertifikat, serta uang pembinaan sebesar Rp5 juta. Juara kedua mendapatkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan Rp3,5 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh piala, sertifikat, dan uang pembinaan Rp2 juta.
Panitia juga menyediakan penghargaan bagi juara harapan serta sejumlah kategori nominasi individu. Kategori tersebut meliputi Hakim Terbaik, Panitera Terbaik, Jaksa Terbaik, Terdakwa Terbaik, Advokat Terbaik, Saksi Terbaik, Ahli Terbaik, dan Berkas Terbaik.
Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil akhir tim, tetapi juga memberikan ruang apresiasi terhadap kemampuan individu dalam menjalankan setiap peran di dalam simulasi persidangan.
SFNMCC VII Tahun 2026 dirancang sebagai media bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan hukum yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik peradilan yang mendekati kondisi nyata.
Mahasiswa ditantang menguasai hukum acara dan hukum materiil, menganalisis perkara, menyusun dokumen hukum, membangun argumentasi, serta menyampaikan pendapat hukum secara sistematis.
Kompetisi juga mengembangkan kemampuan legal research, legal drafting, public speaking, dan keterampilan beracara. Melalui proses tersebut, mahasiswa didorong untuk berpikir kritis, sistematis, dan solutif ketika menghadapi persoalan hukum.
Dalam babak final, setiap delegasi akan menampilkan simulasi persidangan berdasarkan kasus yang telah ditentukan. Penampilan peserta dinilai tidak hanya dari substansi perkara, tetapi juga performa setiap peran yang dimainkan dalam persidangan.

Dewan juri terdiri atas unsur hakim, jaksa, dan advokat. Komposisi tersebut menjadi bagian dari mekanisme penilaian kompetisi untuk melihat kemampuan peserta dari perspektif praktik profesi hukum. Untuk menentukan peserta final, panitia terlebih dahulu melakukan seleksi terhadap berkas yang dikirimkan oleh delegasi PTKIN.
Wakil Dekan Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto, Dr. Muhammad Iqbal Juliansyahzen menyampaikan terdapat 17 berkas yang masuk dalam tahapan seleksi. Setelah melalui seleksi administrasi dan penilaian, enam delegasi akan dipilih untuk tampil pada babak final di UIN Saizu Purwokerto.
Mekanisme tersebut sesuai dengan rancangan SFNMCC VII Tahun 2026. Babak final diikuti oleh enam delegasi yang memperoleh nilai tertinggi pada babak penyisihan. Kompetisi peradilan semu nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan dimulai pada 27 Oktober melalui opening ceremony, seminar hukum nasional, technical meeting, forum pimpinan, dan forum mahasiswa. SFNMCC VII Tahun 2026 mengangkat tema “Mengawal Paradigma Baru Hukum Pidana: Peran Yuris Muda dalam Reaktualisasi Keadilan Restoratif untuk Mewujudkan Indonesia Emas.”
Tema tersebut menjadi pijakan dalam pelaksanaan kompetisi yang menggunakan perkara pidana sebagai kasus yang disimulasikan dalam persidangan. Bagi Fakultas Syariah UIN Saizu, kompetisi ini sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter calon praktisi dan akademisi hukum.
Mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga menjunjung integritas, etika profesi, sportivitas, dan nilai-nilai keadilan. Prof. Supani menekankan bahwa SFNMCC diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi untuk meraih prestasi.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran, silaturahmi, kolaborasi, serta pertukaran gagasan antarmahasiswa Fakultas Syariah PTKIN se-Indonesia. “Kompetisi ini menjadi sarana yang sangat penting dalam mencetak calon-calon penegak hukum, hakim, advokat, akademisi, maupun praktisi hukum yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan,” jelasnya.
SFNMCC VII Tahun 2026 juga diarahkan untuk memperkuat jejaring akademik antarmahasiswa dan perguruan tinggi. Kehadiran delegasi dari berbagai PTKIN menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, gagasan, dan praktik dalam bidang hukum serta peradilan.
Melalui kompetisi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman menghadapi proses persidangan sekaligus memperluas jejaring akademik. Fakultas Syariah UIN Saizu menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum dan peradilan.
Dengan memperebutkan Piala Bergilir Mahkamah Agung, SFNMCC VII Tahun 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa Fakultas Syariah dan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam simulasi persidangan.
Lebih dari sekadar memperebutkan gelar juara, kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan analisis hukum, argumentasi, legal drafting, keterampilan litigasi, dan etika profesi dalam suasana kompetisi akademik tingkat nasional.
Fakultas Syariah UIN Saizu berharap penyelenggaraan SFNMCC VII Tahun 2026 dapat berlangsung tertib, sportif, dan memberikan pengalaman akademik yang bermakna bagi seluruh peserta sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan calon yuris muda yang kompeten dan berintegritas. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!