Guru Besar UIN Saizu Purwokerto Masuk Daftar World’s Top 2% Scientists Network 2026

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Guru Besar Hukum Pemerintahan Daerah dan Hukum Tata Negara UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Hariyanto masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists Network 2026, berdasarkan kategori dampak sitasi tahunan (single-year impact).
Capaian tersebut menambah rekam jejak akademik UIN Saizu di tingkat internasional, sekaligus menunjukkan kontribusi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam pengembangan ilmu hukum melalui penelitian dan publikasi ilmiah.
Berdasarkan data TOPSCINET yang dirilis pada 8 Oktober 2026, Prof. Hariyanto tercatat dalam bidang ilmu hukum (Law) pada kategori dampak sitasi tahunan. Pengakuan ini berkaitan dengan pengaruh karya ilmiah yang diukur melalui indikator sitasi dalam periode penilaian, bukan semata-mata jumlah publikasi yang dihasilkan.
Prof. Hariyanto merupakan Guru Besar pada Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah UIN Saizu. Bidang keahliannya mencakup penyelenggaraan pemerintahan daerah, otonomi daerah, desentralisasi, serta hubungan kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam kerangka konstitusi.
Melalui berbagai kajian tersebut, ia menghubungkan persoalan hukum ketatanegaraan dengan praktik tata kelola pemerintahan daerah dan kebutuhan pelayanan publik. Penelitiannya juga berkontribusi pada pengembangan diskursus mengenai pembagian kewenangan, penguatan negara hukum, dan demokrasi lokal.
Di lingkungan Fakultas Syariah UIN Saizu, keahlian Prof. Hariyanto berperan dalam pengembangan kajian Hukum Tata Negara atau Siyasah. Kajian ini memiliki relevansi dengan dinamika penyelenggaraan negara, relasi kewenangan antarlembaga pemerintahan, serta upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang sesuai dengan prinsip konstitusional.
Selain menjalankan tugas sebagai guru besar, Prof. Hariyanto mengemban amanah sebagai Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Saizu. Dia juga berkontribusi dalam pengembangan publikasi ilmiah melalui perannya sebagai editor dan reviewer di sejumlah jurnal internasional bereputasi.
Keterlibatannya dalam pengelolaan jurnal ilmiah menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas publikasi dan memperkuat budaya akademik berbasis penelitian. Peran tersebut sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kajian hukum yang lebih luas melalui pertukaran gagasan dan penelaahan ilmiah.

Pada tingkat internasional, Prof. Hariyanto aktif menjalin kolaborasi riset dengan peneliti dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Australia, dan Taiwan. Kerja sama tersebut memperluas perspektif kajian hukum pemerintahan daerah dan ketatanegaraan melalui perbandingan pengalaman serta praktik pemerintahan di berbagai negara.
Jejaring penelitian lintas negara juga memberikan peluang bagi pengembangan riset kolaboratif yang dapat memperkaya literatur hukum dan memperluas jangkauan publikasi akademik UIN Saizu.
Dalam daftar yang sama, sejumlah akademisi dari perguruan tinggi Islam di Indonesia juga tercatat, antara lain dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Islam Internasional Indonesia, dan Universitas Islam Indonesia.
Berdasarkan data TOPSCINET yang menjadi rujukan dalam informasi capaian tersebut, jumlah ilmuwan berafiliasi dengan Indonesia dalam daftar tahunan meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat 92 ilmuwan pada 2023, 150 ilmuwan pada 2024, 209 ilmuwan pada 2025, dan 272 ilmuwan pada 2026.
Daftar World’s Top 2% Scientists disusun berdasarkan basis data indikator sitasi yang dikembangkan oleh John P. A. Ioannidis dari Stanford University bersama para kolaborator dan dipublikasikan melalui repositori data Elsevier. Pemeringkatan ini menggunakan sejumlah indikator untuk menggambarkan dampak karya ilmiah seorang peneliti.
Pada kategori tahunan, penilaian didasarkan pada dampak sitasi dalam periode tertentu. Indikator yang digunakan antara lain jumlah sitasi, h-index, hm-index, serta sitasi terhadap karya yang ditulis sebagai penulis tunggal, penulis pertama, dan penulis terakhir.
Dengan demikian, capaian pada kategori tahunan perlu dibedakan dari kategori karier (career-long impact) yang mengukur pengaruh publikasi peneliti dalam rentang karier akademiknya.
Masuknya Prof. Hariyanto dalam daftar tersebut menjadi kebanggaan bagi UIN Saizu, khususnya Fakultas Syariah. Pencapaian ini juga menjadi dorongan bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan mutu penelitian, memperluas kolaborasi, dan menghasilkan publikasi ilmiah yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Melalui pengembangan riset hukum pemerintahan daerah dan ketatanegaraan, UIN Saizu terus mengambil bagian dalam upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam terhadap pengembangan ilmu hukum, baik untuk menjawab kebutuhan masyarakat maupun memperkaya diskursus akademik di tingkat internasional. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!