Berita

Family Law Project 2026 Bahas Persiapan Karier Mahasiswa Hukum, Networking dan Integritas Jadi Kunci

Family Law Project 2026 Bahas Persiapan Karier Mahasiswa Hukum, Networking dan Integritas Jadi Kunci

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (HMPS HK), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Family Law Project (FLP) 2026 di Hall Perpustakaan, pada Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mempersiapkan jenjang karier sejak bangku kuliah. Kegiatan berfokus pada pengenalan prospek kerja, pengembangan kompetensi, serta penguatan integritas mahasiswa hukum dalam menghadapi dunia profesional.

Family Law Project kembali diselenggarakan untuk kedua kalinya setelah dirintis pada 2025. Pada pelaksanaan tahun ini, FLP diarahkan menjadi jembatan awal bagi mahasiswa untuk mengenali dinamika dunia kerja, memahami kebutuhan profesi hukum, dan menyusun perencanaan karier secara lebih terarah.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman mengenai berbagai peluang karier di bidang hukum, membangun semangat untuk terus berkembang, serta memperluas networking atau jejaring profesional yang dapat mendukung pencapaian tujuan pada masa depan.

Pemateri pertama, Firman, menekankan pentingnya membangun jejaring profesional sebagai bagian dari persiapan karier mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu mulai memperluas relasi sejak masa perkuliahan agar memiliki koneksi dan wawasan yang mendukung perjalanan profesional setelah lulus. “Mahasiswa tetap harus memiliki networking (jaringan) untuk menggapai masa depan,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa karier yang baik tidak terbentuk secara instan setelah seseorang menyelesaikan pendidikan. Persiapan perlu dilakukan sejak di bangku kuliah melalui pengembangan kompetensi, pembentukan integritas, dan pembangunan jejaring yang relevan.

Pemetaan karier sejak dini juga menjadi langkah penting agar mahasiswa dapat mengenali bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Dengan begitu, mahasiswa dapat mempersiapkan kebutuhan kompetensi serta pengalaman yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja.

Family Law Project 2026 Bahas Persiapan Karier Mahasiswa Hukum, Networking dan Integritas Jadi Kunci

Sementara itu, pemateri kedua, Hakim Eko, mengulas prospek sekaligus tantangan dunia kerja yang dihadapi lulusan hukum saat ini. Ia menyoroti sejumlah tantangan yang kerap muncul, antara lain minimnya pengalaman kerja, kemampuan adaptasi yang belum optimal, serta kurangnya penguasaan pada bidang keahlian tertentu.

Dalam pemaparannya, Eko juga menjelaskan tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Mahkamah Agung pada 2024. Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), tes berbasis Computer Assisted Test (CAT), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Pembahasan ini memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai proses seleksi dan persiapan yang diperlukan untuk meniti karier di lingkungan peradilan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami peluang yang tersedia, tetapi juga mulai meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri sesuai kebutuhan profesi yang dituju.

Selain kompetensi teknis, Eko menegaskan pentingnya personal branding bagi mahasiswa di tengah persaingan dunia kerja. Menurutnya, citra profesional tidak cukup dibangun melalui kemampuan akademik dan pengalaman organisasi, tetapi juga harus ditopang oleh akhlak serta integritas pribadi. “Personal branding yang paling harga mati ya akhlak kita,” tegasnya.

Pesan tersebut menekankan bahwa karakter dan perilaku menjadi bagian mendasar dalam membangun kepercayaan di lingkungan profesional, terlebih bagi mahasiswa hukum yang kelak akan berhadapan dengan persoalan keadilan, tanggung jawab, dan penegakan aturan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua HMPS HK, Mukhammad Ibnu Muzaqi turut menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjadikan nilai hukum dan keadilan sebagai landasan dalam membangun karier. “Jadikanlah karier sebagai badan, jadikanlah hukum sebagai ruhnya, dan juga jadikanlah keadilan sebagai sukmanya,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan karier mahasiswa hukum tidak semata-mata diukur dari jabatan, penghasilan, atau kemapanan pekerjaan. Lebih dari itu, profesi hukum menuntut tanggung jawab moral, integritas, serta komitmen untuk menjunjung tinggi keadilan.

Melalui Family Law Project 2026, HMPS HK mendorong mahasiswa agar lebih proaktif dalam merencanakan masa depan profesionalnya. Persiapan sejak dini, penguasaan kompetensi, perluasan jejaring, dan pembentukan karakter diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus menjalankan profesi hukum secara bertanggung jawab. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *