Dosen FEBI UIN Saizu Presentasikan Riset Peringkat Sukuk di Forum Internasional AICIF 2026

TANGERANG, UINSAIZU.AC.ID- Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Hastin Tri Utami mempresentasikan hasil penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi peringkat sukuk di Indonesia dalam forum internasional The 14th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2026.
Konferensi tersebut berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Serpong, Tangerang, Banten. Penelitian berjudul “The Effect of Profitability, Liquidity, Solvency, and Company Size on Sharia Bond Ratings: Evidence from Indonesia, Period 2021–2024” ini mengkaji pengaruh profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap peringkat sukuk yang diterbitkan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam penelitian tersebut, Hastin berkolaborasi dengan Mariska Putri, Fathul Aminudin Aziz, Ubaidillah, dan Sarpini. Kajian ini menyoroti pentingnya indikator keuangan dalam menilai risiko investasi sukuk sekaligus memberikan perspektif akademik bagi pengembangan pasar modal syariah di Indonesia.
Peringkat sukuk menjadi salah satu informasi yang dapat digunakan investor untuk mengevaluasi risiko instrumen investasi dan kemampuan penerbit memenuhi kewajiban keuangannya. Karena itu, penelitian mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan pemeringkatan sukuk memiliki relevansi bagi perusahaan, investor, dan pemangku kepentingan industri keuangan syariah.
Tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan dan laporan pemeringkatan dari PEFINDO selama periode 2021–2024.
Dari populasi 30 perusahaan penerbit sukuk, penelitian ini mengambil enam perusahaan melalui teknik purposive sampling, yakni BSDE, ELSA, INKP, ISAT, MEDC, dan MFIN. Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik biner untuk menguji hubungan antara indikator keuangan dan peringkat sukuk.
Hasil analisis menunjukkan bahwa solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat sukuk dalam model penelitian, dengan nilai signifikansi 0,010, lebih kecil daripada batas signifikansi 0,05.
Sementara itu, profitabilitas yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA), likuiditas melalui Current Ratio (CR), serta ukuran perusahaan berdasarkan logaritma natural total aset tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam model tersebut.
Temuan ini menempatkan solvabilitas sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam kajian pemeringkatan sukuk. Pengelolaan struktur pendanaan dan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang menjadi aspek penting dalam memahami kondisi keuangan penerbit sukuk.
Meski demikian, hasil penelitian perlu ditafsirkan sesuai dengan karakteristik sampel, periode pengamatan, dan metode analisis yang digunakan. Temuan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa variabel yang tidak signifikan dalam model penelitian tidak relevan dalam seluruh kondisi pemeringkatan sukuk.
Secara teoretis, penelitian ini menggunakan Signaling Theory atau teori sinyal. Teori tersebut menjelaskan bagaimana informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan dapat menjadi sinyal bagi investor dan lembaga pemeringkat dalam mengevaluasi risiko. Ketersediaan informasi keuangan yang memadai juga dapat membantu mengurangi kesenjangan informasi antara perusahaan dan pihak eksternal.

Presentasi Hastin berlangsung dalam forum AICIF 2026 yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai institusi nasional maupun internasional. Dalam sesi tersebut, Prof. Muhamad Nadratuzzaman dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bertindak sebagai discussant.
Diskusi turut melibatkan peserta dari sejumlah institusi, antara lain Universitas Sultan Agung Semarang, Mindanao State University Filipina, Sultan Sharif Ali Islamic University (UNISSA) Brunei Darussalam, Institute of Islamic Banking and Finance (IIIBF), UIN Raden Intan Lampung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor).
Pertemuan tersebut membuka ruang pertukaran perspektif mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan Islam, termasuk penggunaan indikator keuangan dalam menilai risiko instrumen investasi syariah.
Bagi para akademisi, forum internasional seperti AICIF tidak hanya menjadi sarana untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga memberikan kesempatan memperoleh masukan, memperluas jejaring ilmiah, dan mengembangkan agenda riset bersama.
Melalui diskusi lintas institusi, hasil penelitian mengenai peringkat sukuk diharapkan dapat memperkaya kajian akademik tentang pasar modal syariah serta mendorong pengembangan pendekatan analisis yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Berdasarkan hasil kajian, tim peneliti merekomendasikan agar perusahaan penerbit sukuk memperhatikan kesehatan struktur modal dan menjaga solvabilitas sebagai bagian dari pengelolaan keuangan yang prudent. Pengelolaan kewajiban secara hati-hati dapat menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam menjaga profil risiko perusahaan.
Tim peneliti juga menyarankan penelitian lanjutan dengan periode observasi yang lebih panjang, cakupan sektor usaha yang lebih spesifik, serta penambahan variabel nonkeuangan, seperti tata kelola perusahaan dan kepatuhan syariah. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan peringkat sukuk.
Keikutsertaan Hastin Tri Utami dalam AICIF 2026 menjadi bagian dari kontribusi dosen FEBI UIN Saizu Purwokerto dalam mendiseminasikan hasil penelitian di tingkat internasional. Partisipasi ini sekaligus membuka peluang penguatan kolaborasi akademik dan pengembangan riset yang relevan dengan dinamika industri keuangan syariah.
Melalui pengembangan penelitian dan keterlibatan dalam forum ilmiah internasional, FEBI UIN Saizu terus mengambil bagian dalam memperkaya kajian ekonomi dan keuangan Islam. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menyediakan perspektif akademik bagi praktisi, investor, dan pemangku kepentingan pasar modal syariah. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!