Details

Wakil Rektor III UIN Saizu Ingatkan KKN Harus Meninggalkan Jejak, Bermanfaat dan Melahirkan Dampak

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Wakil Rektor III UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sunhaji menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik ataupun mata kuliah yang harus diselesaikan mahasiswa. Menurutnya, paradigma KKN harus berubah dari sekadar menjalankan program menjadi menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

"KKN bukan sekadar mahasiswa datang ke desa, tinggal beberapa minggu, membuat program, memasang spanduk, kemudian pulang. KKN harus meninggalkan jejak, menghadirkan manfaat, dan melahirkan dampak," ujarnya saat Pelepasan Mahasiswa KKN Berdampak Angkatan ke-58 Tahun 2026, di Halaman Rektorat UIN Saizu, Rabu (15/7/2026). Pelepasan mahasiswa KKN dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Dia mengatakan tema 'Saizu Memberdaya: Menguatkan Umat, Menghijaukan Desa, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat' bukan sekadar slogan, melainkan arah gerakan pengabdian yang harus diwujudkan dalam setiap program kerja mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa harus hadir untuk mendengar kebutuhan masyarakat, belajar dari kehidupan desa, dan membantu mengembangkan potensi yang sudah dimiliki masyarakat. Prof. Sunhaji juga mengingatkan mahasiswa agar tidak membawa sikap merasa paling pintar ketika berada di lokasi KKN.

Dia meminta seluruh peserta membangun komunikasi dengan masyarakat sebelum menyusun program kerja. "Jangan datang sebagai orang yang paling tahu. Jangan membawa daftar program yang dibuat dari kampus tanpa memahami kondisi masyarakat. Datanglah dengan kerendahan hati," pesannya.

Pihaknya mengajak mahasiswa untuk menemui kepala desa, tokoh agama, tokoh perempuan, kelompok pemuda, pelaku UMKM, petani, pedagang, hingga berbagai unsur masyarakat lainnya. Menurutnya, masyarakat bukan objek pengabdian. "Masyarakat adalah mitra kita. Masyarakat adalah guru kita. Masyarakat adalah sumber pengetahuan yang sangat luas."

Karena itu, mahasiswa harus mampu mempertemukan teori yang diperoleh selama kuliah dengan pengalaman hidup masyarakat sehingga menghasilkan solusi yang benar-benar dibutuhkan desa. Prof. Sunhaji menilai kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi memperlihatkan bahwa persoalan masyarakat tidak mungkin diselesaikan oleh satu institusi saja.

Melalui KKN Kolaborasi, mahasiswa belajar bekerja lintas budaya, lintas daerah, dan lintas disiplin ilmu. "Perbedaan kampus dan daerah bukan menjadi sekat, tetapi menjadi kekuatan untuk saling belajar dan bergerak bersama membangun masyarakat," katanya.

Dia berharap semangat kolaborasi tersebut terus berkembang menjadi budaya akademik yang mampu memperluas dampak pengabdian perguruan tinggi. Dalam arahannya, Prof. Sunhaji juga memberikan perhatian khusus terhadap perilaku mahasiswa di era digital.

Dia meminta seluruh peserta menjaga nama baik universitas, menghormati adat istiadat masyarakat, serta bijaksana dalam menggunakan media sosial. Mahasiswa diminta tidak membuat konten yang mempermalukan masyarakat ataupun menggambarkan desa secara negatif demi mengejar popularitas. "Jangan mencari popularitas dengan mengorbankan martabat masyarakat. Kalian datang untuk mengabdi, bukan untuk menghakimi," tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya konten viral, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. "Kami ingin masyarakat mengenang mahasiswa KKN UIN Saizu bukan karena ramai di media sosial, tetapi karena akhlak, karya, dan manfaat yang mereka tinggalkan."

Pada kesempatan tersebut, Prof. Sunhaji juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen pembimbing lapangan yang akan mendampingi mahasiswa selama menjalankan program KKN. Dia berharap para dosen terus memberikan arahan, evaluasi, dan motivasi agar seluruh program pengabdian berjalan sesuai tujuan serta mampu menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pelaksanaan KKN Berdampak Angkatan 58 menjadi bagian dari komitmen UIN Saizu dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyarakat yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan riil di desa. KKN ini melibatkan ribuan mahasiswa, puluhan dosen pembimbing, serta mitra dari berbagai perguruan tinggi.

Pihak UIN Saizu berharap KKN tahun ini mampu memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor pemberdayaan masyarakat sekaligus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kepemimpinan, dan kemampuan berkolaborasi untuk membangun Indonesia dari desa. (AR/AL)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

  •  

Post Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *