Details

Wagub Jateng Taj Yasin Ingin Mahasiswa KKN UIN Saizu Jadi Penggerak Desa, Dorong Wisata Halal hingga Sertifikasi UMKM Gratis

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen berharap kepada ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-58 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Tidak hanya menjalankan program pengabdian, mahasiswa diminta mampu menguatkan kehidupan keagamaan, mengembangkan ekonomi desa, hingga mendorong lahirnya destinasi wisata ramah muslim di Jawa Tengah.

Pesan tersebut disampaikan Taj Yasin saat memberikan pembekalan kepada 2.336 mahasiswa KKN UIN Saizu yang akan diterjunkan ke Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, dan Pangandaran. Momentum pelepasan mahasiswa KKN itu berlangsung di Halaman Rektorat UIN Saizu, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, tema KKN UIN Saizu tahun ini, "Saizu Memberdaya: Menguatkan Umat, Menghijaukan Desa, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat", sangat selaras dengan arah pembangunan masyarakat yang sedang didorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Taj Yasin menegaskan KKN tidak boleh berhenti sebagai kegiatan akademik semata. Kehadiran mahasiswa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa. "Ini adalah kampus berbasis agama Islam yang mengambil tema menguatkan umat, menghijaukan desa, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Kami berharap masyarakat benar-benar merasakan dampak kehadiran mahasiswa KKN," katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, makna menguatkan umat memiliki cakupan yang sangat luas. Mahasiswa tidak hanya diminta membantu menyelesaikan persoalan sosial masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan, membangun solidaritas sosial, sekaligus menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

"Kehadiran mahasiswa harus memberikan manfaat yang nyata. Masyarakat harus merasakan bahwa ada perubahan setelah mahasiswa datang," ujarnya. Dalam arahannya, Gus Yasin menafsirkan tema menghijaukan desa sebagai upaya memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.

Karena itu, ia meminta seluruh mahasiswa menjadi teladan sekaligus pendakwah yang mampu menghadirkan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan menyejukkan. "Kalau saya memaknai menghijaukan desa itu adalah religiusitasnya. Artinya adik-adik semua juga dituntut menjadi dai-dai di Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen maupun daerah penempatan lainnya," katanya.

Menurutnya, mahasiswa UIN Saizu dan peserta KKN kolaborasi memiliki bekal keilmuan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan keagamaan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti pengajian, pembinaan TPA, pendampingan remaja masjid, hingga edukasi nilai-nilai toleransi dan kerukunan.

Selain memperkuat kehidupan keagamaan, mahasiswa juga diminta mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Gus Yasin berharap peserta KKN mampu mengidentifikasi berbagai potensi unggulan desa yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal.

Menurutnya, potensi tersebut dapat berupa hasil pertanian, perkebunan, peternakan, kerajinan, kuliner, maupun kekayaan budaya lokal yang memiliki nilai ekonomi. "Carilah sesuatu yang dimiliki daerah tersebut yang bisa diangkat menjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bisa hasil alamnya, budayanya, atau potensi lain yang dapat menjadi daya tarik desa," ujarnya.

Dia menilai mahasiswa memiliki kemampuan akademik dan kreativitas yang dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi tersebut menjadi produk unggulan maupun destinasi wisata berbasis masyarakat. Salah satu sektor yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah pengembangan wisata ramah muslim.

Gus Yasin mengatakan, mulai tahun 2027, Jawa Tengah akan semakin mendorong pengembangan destinasi wisata yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim. Karena itu, mahasiswa KKN diminta ikut membantu pemerintah daerah apabila menemukan desa wisata di lokasi penempatan mereka.

"Kalau nanti di desa ada objek wisata, kami berharap adik-adik ikut membantu mengembangkan wisata ramah muslim," katanya. Menurutnya, wisata ramah muslim bukan berarti wisata khusus umat Islam, melainkan destinasi yang menyediakan fasilitas yang membuat wisatawan muslim merasa nyaman.

Beberapa indikatornya antara lain tersedianya tempat ibadah yang layak, toilet yang bersih, fasilitas umum yang memadai, serta kemudahan memperoleh makanan dan minuman yang telah terjamin kehalalannya. "Tempat ibadahnya baik, toiletnya bersih, makanan di sekitarnya halal. Itu yang kami maksud dengan wisata ramah muslim," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga meminta mahasiswa KKN memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama terkait legalitas usaha dan sertifikasi halal. Ia mengatakan Pemprov Jateng bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) masih menyediakan fasilitas sertifikasi halal gratis bagi banyak pelaku UMKM.

Karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. "Kalau menemukan UMKM yang produknya bagus, dorong agar memiliki sertifikasi halal. Kami siap memfasilitasi karena masih banyak program sertifikasi halal gratis di Jawa Tengah," ujarnya.

Selain sertifikasi halal, mahasiswa juga diharapkan membantu masyarakat dalam pengurusan berbagai perizinan usaha, termasuk Nomor PIRT, sehingga produk lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Menurutnya, pemerintah kabupaten dan organisasi perangkat daerah (OPD) siap memberikan dukungan apabila mahasiswa memerlukan pendampingan maupun koordinasi selama menjalankan program pemberdayaan ekonomi. Tidak hanya bidang ekonomi, mahasiswa juga didorong aktif mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan dan penguatan kerukunan sosial.

Gus Yasin berharap mahasiswa mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat sekaligus menjaga keharmonisan antarwarga. "Mahasiswa juga perlu mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan dan terus menjaga kerukunan," katanya.

Menurutnya, sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi keagamaan Islam, peserta KKN membawa tanggung jawab moral untuk menghadirkan nilai-nilai keislaman yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Di akhir arahannya, Gus Yasin mengajak seluruh mahasiswa menjadikan KKN sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pihaknya optimistis kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah akan mempercepat pembangunan desa di Jawa Tengah. "Kita berkolaborasi membangun Jawa Tengah. Saya berharap KKN ini benar-benar membawa dampak yang baik, baik bagi masyarakat maupun bagi mahasiswa sendiri," katanya.

Dia juga menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terbuka terhadap berbagai aspirasi maupun kebutuhan mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Dalam sesi dialog, seorang mahasiswa menanyakan kemungkinan mengajukan proposal pengembangan desa secara langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Gus Yasin mempersilakan mahasiswa menyusun proposal sesuai kebutuhan desa. "Bikin saja proposal dari desanya, nanti diajukan kepada kami," jawabnya. Ketika mahasiswa kembali bertanya apakah proposal atau komunikasi dapat dilakukan melalui pesan langsung (direct message/DM) di media sosial pribadinya, Gus Yasin menjawab singkat. "Bisa," ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Dia menegaskan dirinya bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap membantu apabila mahasiswa mengalami kendala selama menjalankan program KKN. "Kalau ada apa-apa selama di lapangan, jangan sungkan menghubungi kami. Insyaallah kami akan merespons dan membantu sesuai kebutuhan," pungkasnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi berbagai perguruan tinggi, KKN Angkatan ke-58 UIN Saizu diharapkan tidak hanya menjadi program akademik tahunan, tetapi juga melahirkan inovasi pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata bagi pembangunan desa, penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas kehidupan beragama, dan terwujudnya Jawa Tengah yang semakin maju dan inklusif. (AR/AL)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

  •  

Post Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *