UIN Saizu Gelar Bimtek Menulis Cerita Anak, Siapkan Antologi Tiga Bahasa Karya Mahasiswa
.jpg)
UINSAIZU.AC.ID – UPT Bahasa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Menulis Cerita Anak Berbahasa Indonesia bagi mahasiswa pada Rabu (8/7/2026) di Hall Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto. Kegiatan yang diikuti 100 mahasiswa ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan antologi cerita anak tiga bahasa sebagai luaran program penguatan literasi dan internasionalisasi karya mahasiswa.
Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya sastra anak yang edukatif, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik pembaca usia dini. Selain memperoleh materi dari para narasumber, peserta juga akan menyusun naskah cerita anak yang selanjutnya diseleksi untuk diterbitkan dalam bentuk antologi.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang literasi anak, yakni Nofiya Dwi Pangesti, penulis, editor, kurator naskah, Duta Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Purwokerto, sekaligus pegiat literasi anak, serta Nur 'Aini Rahmawati, penulis, tim penilai Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), penelaah naskah di Kelas Menulis Forum Sastra Anak, sekaligus penulis berbagai buku bacaan anak.
Pada sesi pertama, Nofiya Dwi Pangesti menekankan bahwa menulis cerita anak harus diawali dengan memahami dunia anak secara utuh. Menurutnya, seorang penulis perlu mengenali cara anak berpikir, bermain, berimajinasi, meniru, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar agar cerita yang dihasilkan terasa dekat dengan pengalaman pembacanya.
"Cerita anak yang baik lahir dari penulis yang mampu memahami dunia anak, bukan sekadar menyampaikan pesan kepada anak," ujar Nofiya.
Ia juga memaparkan tahapan penyusunan cerita anak, mulai dari menentukan tema, menemukan ide, membangun tokoh dan karakter, menyusun sinopsis, mengembangkan cerita secara utuh, hingga melakukan proses swasunting sebelum naskah dipublikasikan. Menurutnya, proses penyuntingan menjadi bagian penting untuk memastikan cerita memiliki alur yang runtut, bahasa yang mudah dipahami, serta pesan yang tersampaikan secara alami.
Sementara itu, pada sesi berikutnya, Nur 'Aini Rahmawati membahas teknik penulisan kreatif cerita anak yang sesuai dengan jenjang usia pembaca. Ia menjelaskan bahwa tokoh utama dalam cerita anak perlu diberi ruang untuk menghadapi persoalan, belajar mengambil keputusan, melakukan kesalahan, kemudian menemukan penyelesaian secara alami.
.jpg)
"Anak-anak berhak menemukan solusi melalui pengalaman tokohnya. Di situlah cerita menjadi lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan mereka," kata Nur 'Aini.
Ia menambahkan bahwa pesan moral dalam cerita anak sebaiknya hadir melalui alur cerita, konflik, dan tindakan tokoh, bukan melalui nasihat yang terkesan menggurui. Selain itu, pemilihan diksi, penggunaan dialog, tanda baca, serta unsur onomatope menjadi bagian penting agar cerita terasa hidup, menarik, dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, seluruh peserta akan menyusun naskah cerita anak berdasarkan materi yang telah diperoleh selama bimtek. Selanjutnya, naskah tersebut akan melalui proses kurasi untuk memilih 30 karya terbaik yang akan diterbitkan dalam bentuk antologi cerita anak berbahasa Indonesia.
Program tersebut tidak berhenti pada proses penerbitan antologi. UPT Bahasa UIN Saizu juga telah menyiapkan tahapan lanjutan berupa pelatihan penerjemahan karya ke dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab. Dengan demikian, antologi yang dihasilkan akan berkembang menjadi antologi cerita anak tiga bahasa, sehingga mampu menjangkau pembaca yang lebih luas sekaligus memperkenalkan karya mahasiswa UIN Saizu di tingkat internasional.
Melalui penyelenggaraan Bimtek Menulis Cerita Anak Berbahasa Indonesia ini, UIN Saizu terus memperkuat budaya literasi di kalangan mahasiswa. Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan penulis-penulis muda yang memiliki kepedulian terhadap dunia anak, mampu menyampaikan nilai-nilai edukatif secara kreatif, serta menghasilkan karya berkualitas yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literasi anak di Indonesia. Kehadiran antologi tiga bahasa juga menjadi langkah strategis UIN Saizu dalam mendorong karya mahasiswa agar memiliki daya jangkau yang lebih luas dan mampu menjadi media pengenalan budaya Indonesia kepada pembaca internasional. (AL)
Kampus Desa Mendunia !
#UINSaizu #UPTBahasaUINSaizu #LiterasiMahasiswa #CeritaAnak #KampusDesaMendunia