Details

UIN Saizu Bekali Mahasiswa Pendidikan Antikorupsi, Cegah Perilaku Koruptif dari Kampus


PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID — Satuan Pengawasan Internal (SPI) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Webinar Pendidikan Antikorupsi bagi mahasiswa, Selasa (8/9/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti lebih dari 50 mahasiswa dari berbagai program studi.

Webinar menghadirkan Prof. Dr. Sumaryati, M.Hum., dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta sekaligus Penyuluh Antikorupsi Pratama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai narasumber. Kegiatan turut dihadiri Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan, Ketua SPI Prof. Rohmad beserta jajaran tim.

Ketua SPI UIN Saizu Prof. Rohmad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kali kedua SPI menggelar pendidikan antikorupsi. Sebelumnya, kegiatan serupa menyasar dosen dan tenaga kependidikan.

Ia menjelaskan, kegiatan pertama ditindaklanjuti melalui survei pemahaman peserta yang kemudian dikembangkan menjadi artikel ilmiah dan telah dipublikasikan di jurnal internasional. Hal serupa diharapkan dapat dilakukan pada kegiatan kali ini dengan melibatkan mahasiswa.

“Di akhir acara nanti, teman-teman mahasiswa diharapkan dapat mengisi survei yang akan menggambarkan realitas pemahaman terkait materi ini,” ujar Prof. Rohmad.

Menurutnya, pendidikan antikorupsi penting diberikan di perguruan tinggi karena mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan. PAK tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran dan karakter antikorupsi serta mendorong penerapan nilai-nilai integritas dalam kehidupan akademik dan sehari-hari.

Sementara itu, Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan mengapresiasi SPI yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Masa depan bangsa ini sangat ditentukan oleh generasi mudanya, khususnya mahasiswa UIN Saizu,” ungkapnya.

Prof. Ridwan menegaskan bahwa karakter jujur harus dibangun sejak berada di lingkungan kampus. Dalam konteks akademik, kejujuran dapat diwujudkan melalui berbagai hal, salah satunya mengutip sumber secara benar sesuai kaidah dan norma akademik.

Ia juga menyampaikan bahwa UIN Saizu terus mengintegrasikan pendidikan antikorupsi ke dalam proses pembelajaran. Wakil Rektor I telah mengeluarkan surat edaran kepada dosen untuk menginsersikan muatan pendidikan antikorupsi bersama isu strategis lainnya, seperti moderasi beragama, keadilan gender, dan ekologi atau SDGs.

“Mulai semester ini, struktur kurikulum kita secara bertahap memasukkan berbagai isu antikorupsi,” katanya.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Sumaryati menyoroti pentingnya Pendidikan Antikorupsi (PAK) sebagai upaya mencegah tumbuhnya perilaku koruptif di lingkungan perguruan tinggi. Ia mencontohkan sejumlah bentuk ketidakjujuran akademik, seperti menyontek, plagiarisme, titip presensi, hingga joki skripsi.

Menurut Prof. Sumaryati, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pencetak generasi penerus bangsa. Karena itu, pendidikan antikorupsi perlu diarahkan tidak hanya pada pemahaman tentang korupsi, tetapi juga pembentukan karakter dan pembiasaan budaya berintegritas.

“Pendidikan antikorupsi bukan hanya memberikan pengetahuan tentang korupsi, tetapi juga menanamkan karakter dan membiasakan budaya berintegritas agar kita mampu menjauhi bibit-bibit perilaku koruptif,” jelas Prof. Sumaryati.

Ia memperkenalkan Sembilan Nilai Antikorupsi yang dikenal dengan akronim Jumat Bersepeda KK, yaitu jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, adil, kerja keras, dan disiplin.

Prof. Sumaryati menjelaskan, integritas merupakan keselarasan antara pola pikir, ucapan, dan perilaku yang sesuai dengan norma serta nilai agama. Mahasiswa pun didorong untuk menerapkan nilai tersebut secara konsisten, baik dalam kehidupan akademik maupun sehari-hari.

Lebih lanjut, mahasiswa memiliki ruang luas untuk terlibat dalam gerakan antikorupsi, mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kampus, masyarakat, hingga tingkat nasional. Bentuknya antara lain kampanye antikorupsi, kepatuhan terhadap kode etik, riset dan kajian ilmiah, KKN Antikorupsi, serta penerapan transparansi dan akuntabilitas dalam organisasi kemahasiswaan.

Melalui webinar ini, SPI UIN Saizu berharap pendidikan antikorupsi semakin tertanam dalam budaya akademik. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi berintegritas sekaligus agen perubahan dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dan bermartabat. (AL)

 

Kampus Desa Mendunia !

 

#UINSaizu #SPIUINSaizu #PendidikanAntikorupsi #GenerasiAntikorupsi #KampusDesaMendunia

 

  •  

Post Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *