Tim Ulung UIN Saizu Tawarkan Inovasi Pengelolaan Sampah Digital Berbasis Ekoteologi di Forum International
.jpeg)
PADANG, UINSAIZU.AC.ID - Tim Mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menunjukkan kiprah akademiknya di forum internasional. Kali ini, Tim Ulung memperkenalkan gagasan inovatif bertajuk "Banyumas Menuju Global Harmony: Transformasi Budaya melalui Inovasi Pengelolaan Sampah Digital Berbasis Ekoteologi."
Gagasan itu disampaikan pada SeIBa International Festival (SIF) IV Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung J Lantai 1 UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/7/2026). Tim Ulung terdiri atas Nandia Putri Agustin dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Yumna Alya Salsabila dari Program Studi Hukum Tata Negara, serta Elsa Yuliana dari Program Studi Ekonomi Syariah.
Ketiganya menawarkan solusi pengelolaan sampah yang memadukan transformasi digital, ekonomi sirkular, budaya gotong royong, dan nilai-nilai ekoteologi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Ajang SeIBa International Festival menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri untuk mempresentasikan gagasan inovatif yang mampu menjawab berbagai tantangan global, mulai dari isu lingkungan, sosial, ekonomi, hingga budaya.
Dalam presentasinya, Tim Ulung UIN Saizu Purwokerto menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari kondisi nyata yang masih dihadapi Kabupaten Banyumas dalam pengelolaan sampah.
Mereka menyoroti tingginya volume sampah yang terus meningkat, keterbatasan kapasitas tempat pemrosesan akhir (TPA), rendahnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah, serta belum optimalnya pemanfaatan platform digital yang selama ini dikembangkan untuk mendukung pengelolaan sampah.
Perwakilan Tim Ulung UIN Saizu Purwokerto, Yumna Alya Salsabila menyebutkan, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan menghadirkan teknologi baru. Perubahan perilaku masyarakat dan penguatan nilai kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Karena itu, mereka menawarkan pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi dengan pembangunan budaya dan nilai moral berbasis ajaran Islam. Sebagai solusi, Tim Ulung memperkenalkan konsep Dompet Lingkungan, sebuah platform digital yang dirancang untuk menghubungkan masyarakat, pemerintah daerah, bank sampah, komunitas lingkungan, hingga mitra perbankan dalam satu ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah, memperoleh poin sebagai bentuk insentif, memantau riwayat transaksi secara digital, hingga memanfaatkan layanan penjemputan sampah tanpa harus datang langsung ke bank sampah.
Platform ini juga dirancang untuk meningkatkan transparansi, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
.jpeg)
Tim Ulung UIN Saizu Purwokerto meyakini bahwa digitalisasi pengelolaan sampah akan membuat sistem menjadi lebih mudah diakses, efisien, dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang akrab dengan teknologi.
Keunggulan utama gagasan yang dipresentasikan Tim Ulung terletak pada pendekatan ekoteologi, yakni cara pandang yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia.
Menurut Yumna, menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar aktivitas teknis atau kewajiban pemerintah, tetapi juga merupakan amanah yang harus dijalankan setiap individu. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian dari ibadah sosial yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama dan alam.
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama, budaya gotong royong, dan inovasi digital, masyarakat diharapkan tidak hanya terdorong karena adanya insentif ekonomi, tetapi juga karena kesadaran untuk menjaga kelestarian bumi.
Tim Ulung menilai bahwa konsep Dompet Lingkungan dapat menjadi model pengelolaan sampah yang mendukung penerapan ekonomi sirkular di tingkat daerah. Melalui sistem tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Model ini sekaligus mendukung berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, aksi terhadap perubahan iklim, serta kemitraan dalam pembangunan.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, sistem ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui mekanisme insentif yang terintegrasi dengan layanan keuangan digital.
Melalui gagasan bertajuk "Banyumas Menuju Global Harmony: Transformasi Budaya melalui Inovasi Pengelolaan Sampah Digital Berbasis Ekoteologi", Tim Ulung berharap Kabupaten Banyumas mampu menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi dan nilai-nilai budaya.
Mereka meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas, dan sektor perbankan akan menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak luas.
Partisipasi Tim Ulung pada SeIBa International Festival 2026 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Saizu tidak hanya aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Melalui forum internasional tersebut, UIN Saizu Purwokerto kembali mempertegas komitmennya dalam mencetak generasi intelektual yang unggul, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat lokal maupun global. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia