Details

Tembus Program Internasional US Embassy, Dua Dosen TBI UIN Saizu Perkuat Kompetensi Profesional

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Dua dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berhasil menorehkan capaian internasional melalui keikutsertaan dalam Online Professional English Network (OPEN) Program Summer 2026 yang didanai penuh oleh US Embassy.

Kedua dosen tersebut adalah Desi Wijayanti Ma’rufah dan Khairunnisa Dwinalida. Keduanya mengikuti program pengembangan profesional bagi pendidik Bahasa Inggris dari berbagai negara selama periode Juli hingga Agustus 2026.

Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Saizu Purwokerto, Desi Wijayanti Ma’rufah, mengatakan keikutsertaan dalam program internasional tersebut merupakan bagian dari upaya dosen untuk terus mengembangkan kapasitas diri.

“Program ini merupakan salah satu bentuk self-development yang dilakukan oleh dosen TBI untuk terus bisa menjaga dan meningkatkan kualitas diri serta TBI,” ujar Desi. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari komitmen TBI UIN Saizu dalam mendorong pengembangan kompetensi dosen sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional.

OPEN Program merupakan program pengembangan profesional yang mempertemukan guru dan dosen Bahasa Inggris dari berbagai negara dalam lingkungan pembelajaran global. Pada Summer 2026, program berlangsung secara daring selama delapan minggu melalui Learning Management System (LMS) yang disediakan US Embassy dengan total pembelajaran lebih dari 80 jam pelajaran.

Desi Wijayanti Ma’rufah dan Khairunnisa Dwinalida mengikuti course berbeda sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesional masing-masing. Desi mengikuti Teaching English Academic Writing to Speakers of Other Languages dengan instruktur dari Iowa State University. Sementara Khairunnisa mengikuti Contemporary English Language Teaching Methods melalui University of Delaware.

Selama delapan minggu, peserta menyelesaikan delapan modul yang berisi materi pembelajaran, tugas individu, refleksi, serta aktivitas diskusi. Setiap tugas dinilai oleh instruktur dan peserta memperoleh feedback untuk memperbaiki hasil pekerjaan.

Program tersebut juga menuntut keterlibatan aktif peserta dalam discussion session. Forum ini menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman mengajar, sekaligus belajar dari pendidik Bahasa Inggris dari berbagai negara.

Kedisiplinan menjadi salah satu aspek penting dalam program. Peserta harus menyelesaikan setiap aktivitas sesuai jadwal dan memenuhi standar capaian yang ditetapkan. Salah satu kriteria kelulusan adalah memperoleh minimal 80 persen dari keseluruhan skor.

Sebelum mengikuti course utama, peserta terlebih dahulu menjalani program orientasi secara daring selama satu bulan. Tahap ini menjadi persiapan sekaligus salah satu prasyarat untuk mengikuti OPEN Program. Peserta diperkenalkan dengan sistem pembelajaran, mekanisme program, penggunaan LMS, serta berbagai ketentuan yang harus dipenuhi selama mengikuti pembelajaran.

Setelah menyelesaikan orientasi, peserta kemudian mengikuti course selama delapan minggu sesuai bidang pengembangan profesional yang dipilih. Capaian lain diraih Khairunnisa Dwinalida setelah menyelesaikan OPEN Program. Dia terpilih sebagai High-Performing Alumni OPEN Summer 2026.

Predikat tersebut diberikan berdasarkan sejumlah aspek, antara lain keberhasilan akademik, kontribusi terhadap komunitas kelas dan pembelajaran sesama peserta, serta dedikasi dalam membagikan pengetahuan yang diperoleh selama program.

Status tersebut juga membuka peluang bagi Khairunnisa untuk terlibat dalam berbagai kesempatan lanjutan melalui jejaring OPEN, RELO, dan US Embassy. Salah satunya adalah peluang berkontribusi dalam fasilitasi OPEN MOOC apabila tersedia kesempatan yang sesuai.

Capaian ini menunjukkan bahwa program tidak hanya menilai kemampuan akademik peserta, tetapi juga kontribusi mereka terhadap komunitas pembelajaran.

Menurutnya, program seperti OPEN memberikan kesempatan kepada dosen untuk memperbarui pengetahuan, meningkatkan kompetensi profesional, sekaligus memperoleh pengalaman belajar bersama pendidik Bahasa Inggris dari berbagai negara.

Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengembangan kapasitas individu. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, pengembangan akademik, serta berbagai aktivitas di lingkungan Program Studi TBI UIN Saizu.

Setelah menyelesaikan OPEN Program, para peserta secara otomatis menjadi bagian dari Community of Practice yang diwadahi US Embassy. Komunitas tersebut menjadi ruang bagi alumni untuk mempertahankan jejaring profesional, berbagi pengetahuan, serta memperoleh informasi mengenai berbagai program pengembangan profesional berikutnya.

Bagi TBI UIN Saizu, keterlibatan dua dosen dalam OPEN Program menjadi salah satu langkah dalam memperkuat kapasitas akademik dan profesional dosen melalui pengalaman belajar yang berkelanjutan.

Keikutsertaan Desi Wijayanti Ma’rufah dan Khairunnisa Dwinalida sekaligus memperluas jejaring internasional TBI UIN Saizu. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan profesional dosen.

Dengan semakin terbukanya akses terhadap jejaring akademik internasional, TBI UIN Saizu terus mendorong dosen untuk aktif mengembangkan kompetensi dan menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa.(AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

  •  

Post Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *