Studium General Mahasiswa Baru Pascasarjana UIN Saizu: Rektor Tekankan Riset, Integritas, dan Dampak Nyata

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan mengungkapkan, menjadi mahasiswa Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, bukan sekadar untuk mengejar gelar dan ijazah.
Lebih dari itu, mahasiswa dituntut membangun tradisi keilmuan, mengembangkan budaya riset, serta melahirkan karya akademik yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Pesan itu disampaikan Prof. Ridwan saat Studium General Mahasiswa Baru Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Jabalul Hikmah: Membangun Tradisi Keilmuan, Menapaki Budaya Riset dan Integritas Akademik.” Studium General menjadi bagian penting dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru sekaligus memberikan orientasi akademik sebelum mereka memasuki proses pembelajaran di lingkungan Pascasarjana UIN Saizu.
Dalam arahannya, Prof. Ridwan mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan kelulusan sebagai satu-satunya tujuan selama menempuh pendidikan Pascasarjana.
“Mahasiswa Pascasarjana jangan hanya memiliki target selesai kuliah dan mendapatkan ijazah. Lebih dari itu, harus memiliki target untuk menghasilkan karya akademik yang memiliki kontribusi dan memberikan dampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Menurut Prof. Ridwan, pendidikan tinggi pada jenjang Pascasarjana harus mampu melahirkan insan akademik yang memiliki kemampuan intelektual sekaligus integritas dan kepedulian sosial.
Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori dan metodologi. Mereka juga perlu memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sehingga ilmu yang dipelajari dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi.
Karena itu, Rektor UIN Saizu Purwokerto mendorong mahasiswa baru menjadikan proses studi sebagai perjalanan intelektual yang dipenuhi rasa ingin tahu, keberanian meneliti, serta keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
“Jadikan kampus sebagai ruang untuk bertanya, meneliti, berdiskusi, dan menghasilkan gagasan. Jangan takut untuk berbeda dalam pemikiran selama didasarkan pada argumentasi ilmiah, etika akademik, dan integritas,” pesannya.
Tema Jabalul Hikmah pun diharapkan menjadi spirit bagi mahasiswa dalam menjalani perjalanan akademik. Jabalul Hikmah dimaknai sebagai simbol perjalanan menuju puncak ilmu dan kebijaksanaan.
Dengan demikian, proses akademik tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan. Ilmu diharapkan berkembang menjadi hikmah yang menghadirkan kemanfaatan bagi kehidupan. Prof. Ridwan juga menekankan pentingnya membangun budaya riset sejak awal masa studi Pascasarjana.

Mahasiswa diharapkan mampu melihat berbagai persoalan di lingkungan sekitar sebagai ruang untuk melahirkan penelitian. Persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, keagamaan, maupun perkembangan teknologi dapat menjadi sumber gagasan untuk dikaji secara ilmiah.
“Ilmu yang baik adalah ilmu yang tidak berhenti di ruang kelas atau perpustakaan. Ilmu harus hadir, berdialog dengan realitas, dan memberikan manfaat,” ujarnya. Karena itu, ia berharap mahasiswa Pascasarjana UIN Saizu menghasilkan karya akademik yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak nyata.
Dorongan tersebut sekaligus menempatkan penelitian sebagai bagian integral dari perjalanan pendidikan Pascasarjana. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menjadi pembaca dan pengkaji ilmu, tetapi juga menjadi produsen pengetahuan melalui penelitian dan karya akademik.
Selain tradisi keilmuan dan budaya riset, integritas akademik menjadi pesan penting dalam Studium General tersebut. Rektor mengajak mahasiswa baru menjaga kejujuran dalam seluruh proses akademik, mulai dari penelitian, penulisan karya ilmiah, penggunaan sumber referensi, hingga penghargaan terhadap karya intelektual orang lain.
Integritas, kata dia, harus menjadi fondasi karena kualitas seorang akademisi tidak hanya diukur dari seberapa banyak karya yang dihasilkan, tetapi juga dari proses dan nilai yang menyertai lahirnya karya tersebut.
Kejujuran ilmiah, penghormatan terhadap sumber, tanggung jawab dalam penelitian, serta keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian dari budaya akademik yang perlu dibangun sejak mahasiswa memulai studi.
Melalui Studium General ini, mahasiswa baru Pascasarjana UIN Saizu diharapkan tidak hanya memperoleh orientasi mengenai kehidupan akademik, tetapi juga memiliki visi yang lebih luas tentang peran mereka sebagai insan akademik.
Semangat Jabalul Hikmah diharapkan menuntun mahasiswa untuk menapaki perjalanan dari pengetahuan menuju kebijaksanaan, dari riset menuju solusi, serta dari ruang akademik menuju kemanfaatan yang lebih luas.
Pada akhirnya, Pascasarjana UIN Saizu tidak hanya diharapkan menjadi tempat untuk meraih gelar akademik, tetapi juga ruang tumbuh bagi lahirnya pemikir, peneliti, dan insan akademik yang berintegritas serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia