Details

Selamat Datang GenZu 2026, PBAK UIN Saizu Jadi Gerbang Transformasi Siswa Menjadi Mahasiswa

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Tahun 2026 atau Generasi Saizu (GenZu) 2026 resmi memasuki babak baru dalam perjalanan akademiknya. Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Saizu 2026 pada 18-19 Agustus 2026.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan menegaskan bahwa PBAK tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, PBAK merupakan pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal sekaligus memahami kehidupan perguruan tinggi secara lebih utuh.

“PBAK merupakan gerbang awal mahasiswa untuk memasuki kultur akademik dan kemahasiswaan. Di sini mahasiswa mulai mengenal lingkungan kampus, sistem pendidikan, organisasi, sekaligus nilai-nilai yang harus menjadi bagian dari kehidupan mereka sebagai mahasiswa,” ujar Prof. Ridwan.

Menurut Prof. Ridwan, perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa bukan sekadar pergantian istilah. Perubahan tersebut harus diikuti dengan transformasi pola pikir, sikap, tanggung jawab, serta cara mahasiswa menghadapi persoalan.

Jika pada jenjang sekolah siswa masih mendapatkan pendampingan yang relatif intensif dari guru, mahasiswa dituntut memiliki kemandirian yang lebih besar. Mahasiswa harus mampu mengatur waktu, menentukan prioritas, mengambil inisiatif, serta bertanggung jawab atas pilihan akademik maupun sosial yang diambil.

“Menjadi mahasiswa berarti memasuki fase kehidupan yang menuntut kemandirian. Mahasiswa harus memiliki keberanian untuk belajar, bertanya, berdiskusi, mengembangkan gagasan, sekaligus bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya,” jelasnya.

Dia juga mendorong GenZu 2026 untuk membangun sikap kritis. Namun, sikap kritis yang dimaksud bukan sekadar mempertanyakan atau menolak sesuatu, melainkan kemampuan membaca persoalan secara mendalam, memeriksa informasi secara objektif, dan menghadirkan solusi yang konstruktif.

Prof. Ridwan mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai bagian dari generasi intelektual sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Mereka perlu membangun kapasitas diri melalui berbagai pengalaman, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta bekerja sama.

“Mahasiswa harus mampu membaca perubahan zaman. Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membutuhkan mahasiswa yang aktif, kreatif, kritis, moderat, tetapi tetap memiliki tanggung jawab moral,” katanya.

Menurutnya, ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus harus memiliki orientasi kemanfaatan. Mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan yang dipelajari dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, kehidupan kampus tidak berhenti pada proses transfer ilmu, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, kompetensi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Rektor UIN Saizu juga mengajak mahasiswa baru memanfaatkan berbagai ruang pembelajaran yang tersedia di kampus. Perkuliahan menjadi fondasi utama pendidikan, tetapi pengalaman mahasiswa juga dapat dibangun melalui organisasi, komunitas, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, pengabdian masyarakat, kompetisi, dan berbagai aktivitas pengembangan diri.

Organisasi kemahasiswaan, misalnya, dapat menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk belajar kepemimpinan, komunikasi, manajemen waktu, kerja sama tim, penyelesaian masalah, hingga pengambilan keputusan.

Namun, Prof. Ridwan mengingatkan agar aktivitas organisasi tetap berjalan seimbang dengan kewajiban akademik. “Prestasi akademik dan pengalaman organisasi bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan. Akademik membangun fondasi keilmuan, sementara organisasi memberikan pengalaman sosial dan kepemimpinan,” ujarnya.

Perpaduan tersebut diharapkan mampu membentuk mahasiswa UIN Saizu yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara sosial, memiliki karakter kuat, mampu beradaptasi, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Prof. Ridwan menekankan bahwa hakikat pendidikan tinggi adalah proses transformasi diri. Mahasiswa datang ke kampus dengan latar belakang, pengalaman, kemampuan, dan cita-cita yang berbeda.

Selama menjalani proses pendidikan, mereka diharapkan berkembang menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, matang secara emosional, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

“Jadikan masa kuliah sebagai proses untuk terus bertumbuh. Jangan takut menghadapi tantangan. Kesungguhan dalam belajar, keberanian mencoba, kesiapan menerima kritik, dan kemauan untuk memperbaiki diri merupakan bagian penting dari proses menjadi manusia yang lebih baik,” pesannya.

Pihaknya berharap GenZu 2026 dapat memanfaatkan masa studi di UIN Saizu sebaik-baiknya. Mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga menjadi pencari, pengembang, dan pengamal ilmu.

PBAK 2026 pun diharapkan menjadi titik awal perjalanan tersebut. Dari kultur siswa yang cenderung menunggu arahan, mahasiswa diarahkan untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, aktif, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.

“Selamat datang GenZu 2026 di UIN Saizu Purwokerto. Mulailah perjalanan akademik ini dengan semangat dan optimisme. Kembangkan potensi, perluas pengalaman, bangun jejaring, dan persiapkan diri menjadi generasi unggul yang mampu memberikan kontribusi bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Prof. Ridwan.

Pihaknya juga mengajak seluruh mahasiswa baru menjadikan masa kuliah sebagai momentum untuk bertransformasi, bukan hanya untuk meraih gelar akademik, tetapi juga membangun karakter dan menghasilkan karya nyata.

Selamat datang GenZu 2026. Selamat bertransformasi dari siswa menjadi mahasiswa, dari pembelajar menjadi penggerak perubahan, dan dari pemilik cita-cita menjadi pencipta karya nyata. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

  •  

Post Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *