Perkuat Pembinaan Atlet, Wakil Rektor III UIN Saizu Wacanakan Ada Kurikulum Khusus Mahasiswa Atlet

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Sunhaji, mewacanakan penyusunan kurikulum khusus bagi mahasiswa yang berstatus atlet.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memberikan dukungan yang lebih terstruktur bagi mahasiswa berprestasi di bidang olahraga. Wacana tersebut disampaikan Prof. Sunhaji saat memberikan pembekalan kepada kontingen UIN Saizu yang akan mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porsi) Jawara II di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, Senin (7/9/2026).
Dalam pembekalan yang berlangsung di Hall Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto itu, Prof. Sunhaji menilai mahasiswa yang menjadi atlet memiliki tanggung jawab ganda. Mereka harus menjalani proses pendidikan akademik, sekaligus menjalani latihan dan pertandingan untuk mengharumkan nama kampus.
Karena itu, menurutnya, diperlukan sistem pembinaan yang mampu mengakomodasi kedua kebutuhan tersebut. “Saya sebenarnya ingin membuat kurikulum atlet. Jadi, atlet-atlet itu memiliki kurikulum tersendiri. Tapi ini prosesnya panjang,” ujar Prof. Sunhaji.
Prof. Sunhaji menjelaskan, meskipun penyusunan kurikulum atlet membutuhkan proses panjang, saat ini kampus setidaknya telah berupaya memberikan dukungan melalui mekanisme dispensasi bagi mahasiswa yang harus meninggalkan perkuliahan karena menjalankan tugas sebagai atlet.
Pihaknya meminta mahasiswa yang mengikuti kompetisi untuk berkomunikasi dengan dosen dan menyerahkan surat dispensasi sesuai ketentuan. Menurut Prof. Sunhaji, mahasiswa tidak seharusnya dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan prestasi olahraga dan memenuhi kewajiban akademik.

Keduanya perlu dikelola secara proporsional agar mahasiswa tetap dapat menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan potensinya. “Minimal ada dispensasi bahwa Anda tidak kuliah, tapi untuk berjuang mencapai prestasi untuk kampus kita,” katanya.
Gagasan kurikulum atlet tersebut menunjukkan perhatian UIN Saizu terhadap pengembangan mahasiswa berprestasi secara lebih menyeluruh. Prof. Sunhaji menegaskan bahwa tugas bidang kemahasiswaan bukan hanya mengembangkan potensi akademik, tetapi juga menggali dan mengembangkan kemampuan nonakademik mahasiswa.
“Semua prestasi, semua potensi yang ada, mari bersama-sama kita bangun dan kita kembangkan,” ujarnya. Wacana kurikulum atlet disampaikan di tengah persiapan UIN Saizu mengikuti Porsi Jawara II. Kontingen UIN Saizu terdiri atas 73 atlet dan 17 pendamping yang akan bertanding dalam berbagai cabang olahraga, seni, dan ilmiah.
Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung di UIN Gus Dur Pekalongan pada 9–13 September 2026. Prof. Sunhaji meminta para atlet tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis. Dia menekankan empat aspek yang perlu diperhatikan selama mengikuti kompetisi, yakni mental, disiplin, etika dan sportivitas, serta strategi dan kesiapan fisik.
Mental menjadi perhatian khusus karena atlet akan berhadapan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Prof. Sunhaji meminta mahasiswa UIN Saizu tidak merasa inferior ketika bertemu kontingen dari kampus lain. Menurutnya, seluruh peserta kini memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaik. “Sekarang level kita sama dengan mereka,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan atlet untuk menjaga pola istirahat selama kompetisi. Jadwal pertandingan yang padat membutuhkan kondisi fisik yang prima. Karena itu, mahasiswa diminta tidak mengorbankan waktu tidur hanya untuk kegiatan di luar agenda pertandingan.
Selain itu, Prof. Sunhaji juga menekankan pentingnya menjaga etika selama berada di lokasi pertandingan. Para atlet harus menghormati keputusan juri, menghargai lawan, menjaga kebersihan dan ketertiban, serta bijak dalam menggunakan media sosial.
Bagi Prof. Sunhaji, pembinaan atlet tidak berhenti pada pencapaian medali atau kemenangan dalam sebuah kompetisi. Prestasi olahraga juga dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk mengembangkan karier setelah lulus. Dia melihat mahasiswa dengan kemampuan khusus, termasuk atlet berprestasi, memiliki peluang untuk mengembangkan potensi melalui berbagai program pengembangan karier, magang, maupun kesempatan kerja.
Karena itu, pengembangan potensi mahasiswa perlu dilakukan sejak berada di bangku kuliah. Melalui wacana kurikulum atlet, UIN Saizu diharapkan dapat memiliki pola pembinaan yang semakin sistematis bagi mahasiswa yang menjalani dua peran sekaligus, yakni sebagai pembelajar dan atlet.
Gagasan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa prestasi nonakademik memiliki posisi penting dalam ekosistem pendidikan tinggi. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk unggul di ruang kelas, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan bakat dan prestasi di berbagai bidang.
Prof. Sunhaji berharap para atlet UIN Saizu mampu memanfaatkan kesempatan mengikuti Porsi Jawara II untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama baik almamater. “Semoga bisa mendulang prestasi sebanyak-banyaknya,” harapnya. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia #PORSIJAWARAII #KontingenUINSaizu #PrestasiMahasiswa