Details

Mahasiswa KKN UIN Saizu Kelompok 74 Dampingi KWT Bunda Tani Olah Sekam Padi dan Buat Pupuk Kocor

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Sebanyak 10 mahasiswa KKN Kelompok 74 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunda Tani dalam pembuatan pupuk kocor dan pemanfaatan limbah sekam padi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kebun B2SA, Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 15 anggota KWT Bunda Tani ini merupakan bagian dari program KKN Saizu Berdampak Angkatan ke-58.

Ketua Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 74, M. Kholil Arfan mengatakan, program tersebut diarahkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, sekaligus mendukung pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Mahasiswa KKN Kelompok 74 memilih pembuatan pupuk kocor dan pemanfaatan sekam padi karena Desa Klampok memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Di sisi lain, limbah pertanian berupa sekam padi masih dapat dikembangkan menjadi bahan yang bermanfaat untuk mendukung kegiatan budi daya tanaman.

Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa mengajak anggota KWT Bunda Tani untuk tidak memandang sekam padi sebagai limbah semata. Sekam padi dapat diolah menjadi abu sekam yang kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu bahan campuran media tanam.

Selain mengolah sekam padi, mahasiswa juga memberikan praktik pembuatan pupuk kocor berbahan dasar kotoran kambing, EM4, molase, tanah, dan air. Dalam kesempatan itu, anggota KWT Bunda Tani menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti praktik.

“Yang bikin ibu-ibu paling semangat itu pas tahu pupuk kocor ini bisa bikin hemat, nggak perlu beli pupuk kimia terus. Langsung pada nanya-nanya detail campurannya,” ujar Kholil.

Dalam praktik pembuatan pupuk kocor, mahasiswa menjelaskan fungsi setiap bahan sekaligus tahapan pencampurannya. Campuran tersebut kemudian menjalani proses fermentasi selama beberapa hari sebelum digunakan pada tanaman.

Pupuk kocor yang telah melalui proses fermentasi dapat diaplikasikan dengan cara menyiramkannya pada area perakaran tanaman. Metode tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sementara itu, mahasiswa juga mendampingi peserta membuat media tanam dari campuran tanah, pupuk organik, dan abu sekam padi. Media tersebut dapat digunakan untuk pembibitan maupun budi daya tanaman sayuran di Kebun B2SA.

Kegiatan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mengutamakan praktik secara langsung. Anggota KWT Bunda Tani bersama mahasiswa mengikuti setiap tahapan pembuatan pupuk kocor dan media tanam berbahan abu sekam.

Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah memahami proses sekaligus mampu mengulanginya secara mandiri setelah kegiatan KKN selesai.

Dari kegiatan tersebut, anggota KWT Bunda Tani memperoleh pengetahuan mengenai tahapan pembuatan pupuk kocor, pemanfaatan limbah sekam padi, serta pembuatan media tanam berbahan organik.

Mahasiswa juga mendorong anggota KWT untuk menerapkan pengetahuan tersebut secara rutin dalam aktivitas pertanian di Kebun B2SA. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, masyarakat dapat mengembangkan alternatif pendukung budi daya tanaman sekaligus mengurangi limbah pertanian yang tidak termanfaatkan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat KKN Saizu Berdampak Angkatan ke-58 yang menempatkan mahasiswa sebagai mitra masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. Program pemberdayaan tersebut diharapkan tidak berhenti ketika masa KKN berakhir, tetapi dapat dilanjutkan oleh masyarakat sesuai kebutuhan dan kondisi setempat.

Melalui pendampingan KKN Kelompok 74, KWT Bunda Tani diharapkan semakin terampil dalam memanfaatkan bahan organik dan limbah pertanian. Pengetahuan tersebut dapat menjadi salah satu modal untuk mendukung kegiatan pertanian yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan di Desa Klampok.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa. Mahasiswa KKN Kelompok 74 berharap keterampilan yang dibagikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi KWT Bunda Tani serta mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat Desa Klampok. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

  •  

Post Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *