Details

LPM UIN Saizu Ekspose IKD dan BKD, Dorong Peningkatan Kinerja Dosen dan Budaya Mutu

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Ekspose Indeks Kinerja Dosen (IKD), Publikasi Beban Kerja Dosen (BKD), serta Sosialisasi Indikator Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) terbaru Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan berlangsung di Hall Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh dosen tetap UIN Saizu serta Kabag Tata Usaha dan Kasubbag di lingkungan universitas. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Prof. Suwito, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, dan Wakil Rektor III Prof. Sunhaji.

Ketua LPM UIN Saizu, Prof. Supriyanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan dosen dalam mengikuti perkembangan sistem administrasi dan pengelolaan dokumen akademik. Ia mengimbau agar dokumen kenaikan jabatan dan administrasi lainnya dapat dipersiapkan melalui aplikasi SISTER.

“Saya mengimbau kepada Bapak/Ibu dosen sekalian, ke depan seluruh dokumen kenaikan jabatan dan administrasi lainnya sudah terintegrasi di aplikasi SISTER. Mohon untuk dipelajari dan dipahami dengan baik agar tidak ada tanggung jawab yang terlewat,” ujar Prof. Supriyanto.

Prof. Supriyanto juga mendorong dosen, khususnya yang masih berada pada tahap awal pengembangan karier akademik, untuk memanfaatkan berbagai peluang dalam meningkatkan jenjang jabatan fungsional.

“Bagi rekan-rekan dosen yang masih muda, manfaatkan kesempatan ini untuk mengejar jenjang akademik secepat mungkin hingga mencapai gelar Profesor. Khususnya yang saat ini sudah memenuhi syarat dari Lektor ke Lektor Kepala, ayo segera diproses,” katanya.

Menurutnya, proses BKD dan IKD yang dilaksanakan setiap semester hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kewajiban administratif. Evaluasi tersebut perlu menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja dan budaya mutu di lingkungan UIN Saizu.

“Mengenai proses BKD dan IKD, ini adalah rutinitas kita setiap semester. Saya berharap proses ini tidak sekadar menjadi gugur kewajiban, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan budaya kerja dan budaya mutu kita,” ungkapnya.

Prof. Supriyanto juga menyampaikan rencana pemberian apresiasi atau pemeringkatan bagi dosen dengan kinerja terbaik sebagai salah satu bentuk motivasi dan teladan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dia mengajak seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara seimbang. “Mari kita saling mengingatkan untuk terus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan maksimal. Syukur apabila kita bisa unggul di ketiga bidang tersebut. Mari kita bersama-sama bermuhasabah dan terus membenahi diri,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Saizu, Prof. Suwito, sekaligus membuka kegiatan, menekankan bahwa profesi dosen memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi masa depan.

“Profesi kita adalah profesi yang sangat mulia, karena sebagai dosen, kita mendidik para mahasiswa yang kelak menjadi calon pemimpin masa depan. Pilihan menjadi dosen tentu lahir dari kesadaran penuh kita masing-masing,” ujar Prof. Suwito.

Dia menambahkan, tugas dosen tidak berhenti pada aktivitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mencakup pembinaan karakter dan akhlak mahasiswa. “Oleh karena itu, tugas kita bukan hanya sekadar mengajar, melainkan juga membina akhlak dan karakter mulia mahasiswa,” lanjutnya.

Prof. Suwito mengajak para dosen menjalankan profesinya dengan penuh semangat dan menjadikan evaluasi kinerja sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan. “Di setiap penghujung semester, sudah sepatutnya kita terus melakukan muhasabah dan evaluasi diri secara berkelanjutan,” katanya.

Memasuki agenda utama, Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran UIN Saizu Purwokerto, Dr. Muhammad Nurhalim, memaparkan hasil penilaian IKD dan EDOM. Penilaian tersebut mencakup 272 dosen UIN Saizu.

Berdasarkan hasil EDOM, tiga dosen yang memperoleh predikat terfavorit adalah Dr. Fajry Sub'haan Syah Sinaga, Dr. Ellen Prima, dan Hendri Purbo Waseso.
Sementara itu, kategori dosen dengan beban lebih terbanyak berdasarkan unsur kinerja masing-masing diraih oleh Dr. Muh. Hanif pada unsur penelitian, Muhammad Fuad Zain pada unsur pengabdian, dan Laily Liddini pada unsur penunjang.

Adapun dosen dengan IKD terbaik pada masing-masing fakultas adalah Desi Wijayanti Ma'rufah dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dikdik Garnika dari Fakultas Dakwah, Prof. Bani Syarif Maula dari Fakultas Syariah, Prof. Naqiyah dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH), Enjen Zaenal Mutaqin dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Dr. Warto dari Fakultas Sains dan Teknologi.

Sementara dari Pascasarjana, IKD terbaik diraih Dr. Fahri Hidayat.
Pada tingkat universitas, tiga dosen dengan IKD terbaik adalah Dr. Fahri Hidayat sebagai peringkat pertama, Desi Wijayanti Ma'rufah pada peringkat kedua, dan Khairunnisa Dwinalida pada peringkat ketiga. Para dosen yang memperoleh predikat terbaik tersebut mendapatkan sertifikat dan bingkisan dari LPM UIN Saizu sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja mereka.

Melalui ekspose IKD dan BKD serta sosialisasi indikator EDOM terbaru ini, UIN Saizu terus mendorong penguatan budaya mutu di lingkungan akademik. Evaluasi kinerja dosen diharapkan tidak berhenti pada pencapaian angka, tetapi mampu menjadi instrumen perbaikan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan. (AL/AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #DosenUINSaizu #KinerjaDosen #TriDharmaPerguruanTinggi #KampusDesaMendunia

  •  

Post Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *