LPH UIN Saizu Tingkatkan Kapasitas Auditor Usai Raih Akreditasi Utama, Siapkan Layanan Halal Berdaya Saing Global
.jpeg)
UINSAIZU.AC.ID – Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat kualitas sumber daya manusia pasca meraih Akreditasi Utama dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas LPH UIN Saizu yang digelar di Table 9 Resto, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Direktur LPH UIN Saizu Oki Edi Purwoko, Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Studi Halal Dani Kusumastuti, Ahli SDM Syariah, Komite Ketidakberpihakan, para auditor halal LPH UIN Saizu, serta menghadirkan Auditor Halal sekaligus dosen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, Teguh Wibowo, sebagai narasumber.
Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Studi Halal UIN Saizu, Dani Kusumastuti, menegaskan bahwa sertifikasi halal merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dalam membangun ekosistem halal di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan pengembangan ekosistem halal tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak disertai integritas yang kuat.
"Misi kita adalah membangun ekosistem halal. Sertifikasi halal hanyalah salah satu aspek dari pengembangan dan kajian halal. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dari banyak pemangku kepentingan serta integritas yang harus terus dijaga. Kita bergerak sebagai satu tim, saling menguatkan, terus belajar, dan mengevaluasi diri agar keberadaan LPH Utama benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Dani juga mengingatkan seluruh auditor untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan setiap proses pelayanan halal sebagai bagian dari ikhtiar memberikan kemaslahatan.
Sementara itu, Direktur LPH UIN Saizu Oki Edi Purwoko memaparkan perjalanan LPH UIN Saizu hingga berhasil memperoleh Akreditasi Utama. Ia menjelaskan bahwa saat LPH mulai dirintis pada 2022, masih banyak pelaku usaha di Banyumas yang belum memiliki sertifikat halal. Pada tahun yang sama, LPH UIN Saizu juga menginisiasi pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) sebagai langkah awal memperkuat ekosistem halal di daerah.
Oki menuturkan, proses pengembangan LPH dimulai dari nol. Setelah melalui berbagai tahapan persiapan dan visitasi pada 2023, LPH UIN Saizu berhasil memperoleh akreditasi Pratama pada 2024. Sejak saat itu, jumlah layanan audit halal terus meningkat hingga ratusan pelaku usaha di Jawa Tengah memperoleh pendampingan dan sertifikasi halal. Hingga kini, LPH UIN Saizu telah melakukan audit terhadap sekitar 700 pelaku usaha sebelum akhirnya resmi meraih Akreditasi Utama pada 2026.
"Perjalanannya sangat berat, tetapi berkat kerja sama seluruh tim akhirnya LPH UIN Saizu berhasil mencapai kualifikasi Utama," ungkapnya.
Saat ini, LPH UIN Saizu didukung oleh 9 auditor halal, 4 Ahli SDM Syariah, serta Komite Ketidakberpihakan yang berperan menjaga independensi proses pemeriksaan halal.
Menurut Oki, tantangan LPH ke depan akan semakin besar seiring munculnya lembaga pemeriksa halal baru. Karena itu, peningkatan kualitas layanan dan kompetensi auditor menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
"Sebagai LPH Utama, kita harus siap menghadapi persaingan. Service excellent dan konsistensi menjaga mutu menjadi kunci. Auditor juga perlu meningkatkan kemampuan bahasa asing sebagai bekal apabila melakukan audit halal pada pelaku usaha di luar negeri," katanya.
Senada dengan itu, anggota Komite Ketidakberpihakan Totok Sutrisno menyampaikan bahwa keberhasilan LPH UIN Saizu harus disertai komitmen menjaga kualitas dan memperkuat kolaborasi.
Ia menilai masih banyak pelaku usaha yang belum mengurus sertifikasi halal karena keterbatasan informasi. Oleh sebab itu, keberadaan LPH memiliki peran penting dalam memperluas edukasi sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat.
.jpeg)
Pada sesi peningkatan kapasitas, peserta mendapatkan materi dari Teguh Wibowo mengenai kebijakan Kepala BPJPH, implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), serta pelatihan membaca dokumen Certificate of Analysis (COA) dan Material Safety Data Sheet (MSDS) yang menjadi bagian penting dalam proses audit halal, khususnya untuk produk dengan bahan baku yang kompleks.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi auditor saat melakukan pemeriksaan halal di lapangan. Melalui forum tersebut, para peserta saling berbagi pengalaman dan solusi guna memperkuat kualitas layanan audit halal.
Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, LPH UIN Saizu berharap seluruh auditor semakin siap menjalankan tugas sebagai LPH berkualifikasi Utama, menjaga mutu pelayanan, memperluas jejaring, serta mendukung penguatan ekosistem halal di tingkat nasional hingga internasional. (AL)
Kampus Desa Mendunia !
#UINSaizu #LPHUINSaizu #Halalcenter #SertifikasiHalal #Kampusdesamendunia