Details

KKN Tematik UIN Saizu Bersinergi dengan Baznas, Bentuk UPZ di Masjid dan Musala Desa Watuagung

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas mendorong pengelolaan zakat fitrah yang lebih tertib dan tepat sasaran di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Tematik Watuagung, Arya Hans Putra menyebutkan, melalui sosialisasi dan pelatihan manajemen zakat, UPZ dibentuk di setiap masjid dan musala sebagai wadah pengelolaan zakat di tingkat desa. "Pengelolaan zakat fitrah di tingkat desa membutuhkan tata kelola yang tertib, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ujarnya, dalam keterangan Jumat (21/8/2026.

Kegiatan sosialisasi telah berlangsung pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu program unggulan KKN Tematik UIN Saizu di Desa Watuagung. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai zakat, tetapi juga membangun sistem pengelolaan yang dapat terus berjalan setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.

Salah satu hasil penting dari kegiatan tersebut adalah terbentuknya UPZ di setiap masjid dan musala di Desa Watuagung. Pembentukan UPZ di tingkat masjid dan musala diharapkan dapat mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat sekaligus membantu pengurus dalam melakukan pendataan, penghimpunan, pengelolaan, hingga pendistribusian zakat kepada masyarakat yang berhak menerima.

Dijelaskan, melalui pelatihan manajemen zakat fitrah, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan zakat secara terorganisir. Kapasitas para pengelola zakat juga diperkuat agar mampu menjalankan amanah secara lebih baik dan bertanggung jawab.

"Pengelolaan yang tertib menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Ketika proses penghimpunan dan pendistribusian dilakukan dengan baik, zakat diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas serta benar-benar sampai kepada mustahik yang membutuhkan," bebernya. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung.

Salah seorang peserta, Islam Basuki, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai tata kelola zakat fitrah. “Dengan adanya pematerian ini menjadikan saya lebih paham tentang pengelolaan zakat fitrah, meliputi pengelolaan dan pendistribusiannya agar lebih tepat sasaran lagi untuk ke depannya. Harapannya dapat diterapkan sehingga pengelolaan zakat di lingkungan masjid dan musala menjadi lebih baik,” ujarnya.

Bagi mahasiswa KKN Tematik, pembentukan UPZ bukan sekadar bagian dari program kerja. Lebih jauh, keberadaan UPZ diharapkan menjadi fondasi pengelolaan zakat yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah program KKN berakhir. Mahasiswa KKN Tematik Watuagung, Calvin Yoga, mengatakan keberlanjutan program menjadi salah satu tujuan utama kegiatan tersebut.

“Kami berharap pembentukan UPZ ini tidak hanya menjadi bagian dari program KKN, tetapi dapat terus berjalan dan berkembang setelah kami selesai melaksanakan KKN. Dengan adanya UPZ di setiap masjid dan musala, kami berharap pengelolaan zakat di Desa Watuagung menjadi lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arya Hans Putra menilai kolaborasi dengan Baznas Banyumas memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa. Selain terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya tata kelola zakat yang dilakukan secara terorganisir.

“Bagi kami, kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti karena dapat terlibat langsung dalam upaya meningkatkan literasi dan tata kelola zakat di masyarakat. Kami berharap masyarakat dan para pengurus masjid dapat terus melanjutkan apa yang sudah dibangun bersama melalui program ini,” kata Arya.

Sinergi antara KKN Tematik UIN Saizu dan Baznas Banyumas diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi maupun pembentukan UPZ. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sistem pengelolaan zakat yang berkelanjutan di Desa Watuagung.

Keberadaan UPZ di setiap masjid dan musala juga membuka peluang bagi pengelolaan zakat yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah desa, Baznas, pengurus masjid dan musala, serta masyarakat, UPZ diharapkan mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Pada akhirnya, program ini menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa KKN tidak hanya hadir dalam bentuk kegiatan sesaat. Melalui penguatan kelembagaan dan transfer pengetahuan, mahasiswa berupaya meninggalkan sistem yang dapat terus dikembangkan masyarakat.

Di Desa Watuagung, zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki potensi untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan pengelolaan zakat fitrah yang lebih amanah, transparan, terorganisir, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat semangat pemberdayaan masyarakat melalui program KKN Tematik UIN Saizu. (AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia

  •  

Post Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *