Ketua Senat UIN Saizu: Jangan Hanya Cari Pekerjaan, Jadilah Sarjana yang Dibutuhkan Masyarakat

PURWOKERTO, UINSAIZU.AC.ID- Ketua Senat Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Abdul Wachid B.S. mengingatkan para wisudawan, agar tidak berhenti mengejar pekerjaan setelah memperoleh gelar akademik.
Dia mendorong lulusan UIN Saizu untuk membangun kompetensi, integritas, dan kemanfaatan sehingga mampu menjadi pribadi yang dibutuhkan masyarakat. Pesan itu disampaikan Prof. Abdul Wachid saat memberikan sambutan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik dengan agenda Wisuda Sarjana ke-72, Magister ke-36, dan Doktor ke-15 di Auditorium Utama UIN Saizu Purwokerto, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, gelar akademik memang menjadi tanda pencapaian pendidikan. Namun, gelar sekaligus menghadirkan tanggung jawab yang lebih besar, yakni bagaimana ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi dapat digunakan untuk memberikan manfaat.
“Hari ini Saudara menerima gelar. Gelar menandai pencapaian, tetapi sekaligus menghadirkan pertanyaan yang lebih penting: apa yang akan Saudara lakukan dengan ilmu yang telah Saudara peroleh?” tanya Prof. Abdul Wachid di hadapan para wisudawan dan keluarga.
Prof. Abdul Wachid kemudian memberikan gambaran tentang dua orang yang lulus dari program studi yang sama, pada waktu yang sama, dengan ijazah dan kemampuan akademik yang relatif sama. Beberapa tahun kemudian, menurutnya, salah satu dari mereka justru banyak dicari orang ketika menghadapi persoalan.
“Coba tanyakan kepadanya. Dia mungkin dapat membantu menyelesaikannya,” demikian gambaran yang disampaikan Prof. Abdul Wachid. Sementara orang lainnya masih berkutat mencari pekerjaan. Menurutnya, perbedaan keduanya bukan terletak pada ijazah atau semata-mata nilai akademik, melainkan pada nilai yang mampu diberikan kepada kehidupan.
Karena itu, dia meminta para lulusan mengubah cara pandang setelah meninggalkan kampus. “Setelah wisuda jangan hanya bertanya, ‘Di mana saya akan bekerja?’ Tanyakan pula: ‘Persoalan apa yang mampu saya bantu selesaikan?’ Jangan hanya mencari tempat. Jadilah orang yang dibutuhkan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama sambutan Ketua Senat dalam Wisuda UIN Saizu Purwokerto Periode 72. Prof. Abdul Wachid menekankan bahwa ukuran keberhasilan seorang sarjana tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menguasai teori. Ilmu harus mampu diterapkan untuk membaca persoalan dan menghadirkan solusi.
Dia memberikan contoh dari berbagai profesi. Seorang dosen, misalnya, tidak cukup hanya mampu menyampaikan materi perkuliahan. Dosen menjadi penting ketika mampu mendorong mahasiswa untuk berani berpikir, memahami persoalan, menggunakan ilmu, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Begitu pula seorang pegawai. Menurutnya, kualitas seorang pegawai tidak hanya dilihat dari jabatan yang dimiliki, tetapi dari kemampuannya membuat pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, adil, dan manusiawi.
Sementara seorang pengusaha tidak semata-mata dinilai dari besarnya keuntungan yang diperoleh. “Seorang pengusaha bukan hanya dinilai dari keuntungan, tetapi dari nilai yang diciptakannya: pekerjaan, pelayanan, inovasi, dan manfaat bagi orang lain,” katanya.
Dari berbagai contoh tersebut, Prof. Abdul Wachid menegaskan bahwa keberadaan seorang sarjana harus membawa perubahan positif. “Maka, nilai seorang sarjana bukan hanya pada apa yang diketahuinya, tetapi pada apa yang menjadi lebih baik karena kehadirannya,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Prof. Abdul Wachid juga mengingatkan para lulusan mengenai pentingnya menggunakan ilmu dan kemampuan untuk kepentingan bersama. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS Al-Ma'idah ayat 2: “Wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā.” Artinya, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”
Ayat tersebut, menurutnya, menjadi landasan penting bagi seorang sarjana dalam mengembangkan kontribusi di tengah masyarakat. Ilmu, kemampuan, dan kekuatan yang dimiliki seseorang tidak semestinya berhenti untuk kepentingan pribadi. Semua itu perlu diarahkan untuk menghadirkan kebaikan bersama.

Karena itu, Prof. Abdul Wachid mengajak alumni UIN Saizu membangun orientasi kehidupan yang lebih luas. Ia merumuskan pesan tersebut melalui sejumlah prinsip: jangan hanya mengejar pekerjaan, tetapi bangun kemampuan; jangan hanya mengejar jabatan, tetapi bangun kepercayaan; dan jangan hanya mengejar penghasilan, tetapi bangun kemanfaatan.
Selain itu, lulusan juga diminta tidak hanya memikirkan apa yang dapat diperoleh dari masyarakat. “Jangan hanya bertanya, ‘Apa yang dapat saya peroleh dari masyarakat?’ Tanyakan pula, ‘Apa yang dapat saya berikan kepada masyarakat?’” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Senat UIN Saizu juga memberikan penghormatan kepada para orang tua dan keluarga wisudawan. Menurutnya, keberhasilan seorang mahasiswa hingga mencapai wisuda tidak lahir dalam waktu singkat.
Di balik gelar akademik yang diperoleh para lulusan terdapat doa, kesabaran, biaya pendidikan, pengorbanan, dan dukungan keluarga. Hal-hal tersebut tidak tercatat dalam transkrip akademik, tetapi memiliki peran penting dalam perjalanan pendidikan seorang mahasiswa.
“Atas nama Senat Universitas, kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih,” ujar Prof. Abdul Wachid kepada para orang tua dan keluarga wisudawan. Kepada para wisudawan, dia menyampaikan bahwa gelar akademik hanyalah salah satu bagian dari perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan.
Prof. Abdul Wachid membedakan empat hal penting yang harus dibangun oleh setiap lulusan. Gelar membuat seseorang diakui sebagai lulusan. Kompetensi membuat seseorang dipercaya. Integritas membuat seseorang dihormati. Sementara manfaat membuat kehadirannya berarti.
Karena itu, ia meminta lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik. “Pergilah dari kampus ini dengan kerendahan hati untuk terus belajar dan membuktikan bahwa ilmu Saudara berguna,” pesannya.
Para alumni UIN Saizu juga diharapkan mampu menunjukkan karakter positif di mana pun mereka berada. “Jadilah sarjana yang ketika hadir membawa solusi; ketika bekerja membawa kejujuran; ketika memimpin membawa keadilan; dan ketika berada di tengah masyarakat membawa kemanfaatan,” lanjutnya.
Prof. Abdul Wachid juga mengingatkan para wisudawan bahwa ukuran keberhasilan hidup tidak selalu harus dikaitkan dengan popularitas, kekayaan, maupun jabatan tinggi. Menurutnya, seseorang tidak harus menjadi manusia yang paling terkenal, paling kaya, atau memiliki kedudukan paling tinggi.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seseorang menggunakan kesempatan hidup untuk menghadirkan nilai dan kebaikan. “Cukuplah menjadi manusia yang ketika hadir membawa nilai, ketika bekerja menghadirkan manfaat, dan ketika pergi meninggalkan kebaikan. Itulah sarjana yang sesungguhnya,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi para lulusan bahwa gelar akademik memiliki makna yang lebih besar ketika diikuti dengan kontribusi nyata. Di bagian akhir sambutannya, Prof. Abdul Wachid mendoakan agar para lulusan memperoleh kemudahan dalam menempuh perjalanan setelah wisuda.
Pihaknya berharap Allah SWT membuka jalan pengabdian, memberikan kekuatan dalam menghadapi setiap perjuangan, serta menjadikan ilmu yang diperoleh para wisudawan sebagai keberkahan. Keberkahan tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan oleh para lulusan, tetapi juga keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
Prof. Abdul Wachid kemudian menyampaikan pesan yang menjadi penutup sekaligus inti dari sambutannya kepada para wisudawan. “Jangan hanya mencari tempat di dunia. Jadilah manusia yang membuat dunia menjadi lebih baik karena kehadiran Saudara.”
Wisuda UIN Saizu Purwokerto berlangsung pada Selasa (1/9/2026), dengan agenda Wisuda Sarjana Angkatan ke-72, Magister ke-36, dan Doktor ke-15. Prosesi tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki fase baru setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dengan bekal ilmu, kompetensi, integritas, dan nilai-nilai pengabdian, para alumni diharapkan mampu hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat. Bukan sekadar mencari tempat untuk bekerja, tetapi menjadi pribadi yang keberadaannya dibutuhkan dan memberikan perubahan positif bagi lingkungan di mana mereka berada. (AR)
Kampus Desa Mendunia!
#UINSaizu #UINSaizuMaju #UINSaizuUnggul #UINSaizuPurwokerto #KampusDesaMendunia